
Setelah semua masakan matang, kini saat nya kita mengemas kue dan nasi nya.
Aku dan Bella bagian menata nasi, lauk juga temannya. Sedangkan Tante Mita mengemas kue-kue tersebut.
Pukul 10.45 menit, semua nya sudah siap tinggal jemput. Karena acanya nanti jam 11.00
Sambil menunggu pesanan dijemput aku izin untuk mandi dulu. Gerah rasanya bekerja dari tadi.
Selesai ku mandi, ternyata pesanan sudah di jemput dan Bella sudah izin pulang karena ibu nya sakit.
Setelah itu, Tante Mita juga sedang bersiap untuk menghadiri acara yang diselenggarakan Bu RT.
Aku meminta izin untuk tidak ikut. Karena memang aku bukan asli warga sini.
Aku beralasan akan mengerjakan tugas sekolah ku yang harus segera diselesaikan pada Tante Mita dan Tante Mita pun tak keberatan.
Kini aku dirumah hanya dengan Rani.
Sepulang sekolah tadi, Rani tak keluar dari kamar. Katanya dia mau membaca buku cerita yang aku belikan tempo hari.
" Ran, dari tadi kok ga keluar kamar? Apa kamu tidak lapar?" tanyaku di depan ruang tv.
Tapi tak ada sahutan.
Akhirnya aku berjalan masuk ke kamarnya. Ternyata dia sedang tertidur pulas sambil memeluk buku itu.
Aku menatap nya dengan senyum dan membetulkan posisi tidurnya.
' Kamu cantik dan lucu Ran. Kamu beruntung memiliki mama seperti Tante Mita' gumam ku.
Dia hanya menggeliat dan melanjutkan mimpi indah nya.
Aku kembali ke ruang tv. Ku nyalakan tv. Tapi tak ada acara yang bagus di jam segini.
Aku mematikannya lagi.
Lalu aku masuk ke kamar. Aku melirik surat dari Ali.
'Ah Ali. Aku rindu kamu.' gumam ku
Aku tersenyum kemudian mengambil lagi surat itu. Aku tak pernah bosan membaca nya meski sudah berulang-ulang.
__ADS_1
Membacanya bisa sedikit mengobati rasa rinduku.
tok tok tok
"Assalamualaikum.."
Aku terkejut. Ituu seperti suara Bu Yasmin.
Aku pun setengah berlari menuju depan untuk membukakan pintu untuk Bu Yasmin.
" Wa'alaikum salam Bu." jawabku sambil memeluk Bu Yasmin.
Aku rindu sekali pada wanita yang selama ini telah rela merawat ku. Beliau menyayangi ku dengan tulus meski kami tak punya hubungan darah.
" Ibu sudah datang. Tadi berangkat jam berapa dari rumah?" tanyaku sambil membawakan oleh-oleh yang Bu Yasmin bawa dari desa.
" Tadi ibu berangkat lebih pagi Nak. Karena ibu sudah sangat rindu dengan mu. Ibu sudah tidak sabar bertemu dengan mu." jawabnya sambil mencubit manja hidung Bangir ku.
"Aku juga rindu sekali pada ibu." balasku sambil memeluk nya lagi
" Oh iya, Tante Mita mana May? Kok rumah sepi." tanya Bu Yasmin.
" Iya, ibu mau ke toilet sebentar yaa" kata ibu.
" Iya Bu. Mayang tunggu di kamar ya." jawabku
Usai dari toilet, ibu pun menyusul ku ke kamar.
"May, disini habis ada acara ya? Kok di dapur kelihatannya baru masak besar." tanya Bu Yasmin
" Ehmm itu anu Bu." jawabku gugup.
" Ada apa May?" selidik Bu Yasmin
" Tapi ibu janji Ibu jangan marah yaa.." jawabku
" Ada apa sih?" tanya nya semakin penasaran
" Jadi gini Bu, sekarang Mayang bantuin Tante Mita buka cathering. Dan kebetulan tadi ada pesanan buat acara RT." jawabku
" May.. Kamu kan ibu suruh disini buat sekolah. Buat belajar yang bener. Tapi kamu kok malah jadi kerja sih?" gerutu Bu Yasmin.
__ADS_1
" Bu, tunggu. Dengarkan penjelasan Mayang dulu Bu. Jadi gini, Tante Mita itu sekarang orderan jahit bajunya sedang sepi karena kebanyakan pelanggan sekarang lebih suka beli online. Dan terus keluarga dari papa Rani akan meminta Rani jika sampai Tante Mita tidak bisa merawat dan menghidupi Rani. Kalau Tante Mita kerja, mereka tidak rela. Karena katanya nanti Rani nggak punya teman dan nggak ada yang jagain. Untuk itu Mayang memberi usul pada Tante Mita agar buka usaha cathering aja. Penghasilannya lumayan kok Bu. Malah sekarang bisa gaji satu karyawan. Dan karyawan itu adalah Bella Bu. Teman ku SD dulu." jelas ku panjang lebar pada Bu Yasmin.
" Tapi ini akan mengganggu sekolah kamu Nak. Bukankah kamu janji sama ayah kamu untuk jadi orang sukses?" kata Bu Yasmin.
" Alhamdulillah nggak ganggu sama sekali Bu. Lagian dulu waktu di desa kan Mayang juga jualan sambil sekolah juga, dan gak ganggu belajar Mayang kan. Buktinya Mayang masih bisa mendapat nilai terbaik." ucapku meyakinkan Bu Yasmin.
Tampak beliau mengambil napas berat dan mengembuskan nya pelan.
" Ya sudah nggak apa-apa. Tapi kamu jangan lupa terus belajar yaa." akhirnya Bu Yasmin luluh juga.
" Maafkan aku ya Yas." tiba-tiba saja Tante Mita masuk dan memegang tangan Bu Yasmin sebagai permintaan maaf nya.
" Aku minta maaf karena telah mengajak Mayang masuk dalam masalah kehidupan ku. Seharusnya aku tak menyetujui usulnya waktu itu. Seharusnya aku biarkan saja Rani ikut tinggal bersama keluarga papa nya." ucap Tante Mita sambil menangis lirih.
" Mit, aku tak menyalahkan mu. Aku hanya terkejut saja mendengar berita ini, dan mengapa aku tidak di beri tahu." kata bu Yasmin.
" Kalau soal itu, itu Mayang yang minta Bu. Mayang meminta Tante Mita untuk tidak memberi tahu ibu. Mayang nggak mau bikin ibu kepikiran." jawabku pada Bu Yasmin.
" Iya Nak. Mungkin kalau ibu tahu ini lewat telepon saja, ibu pasti tidak akan tenang. Karena ibu sudah melihatnya sendiri, maka sekarang pun ibi bisa tenang. Ibu yakin kamu bisa membagi waktu belajar dan bekerja. Ibu yakin kamu bisa mempertahan kan nilai akademik kamu."
Akhirnya kami pun berpelukan. Merasa tenang dan nyaman.
Aku bahagia sekali mempunyai keluarga seperti mereka. Karena selain mereka aku tidak punya siapa-siapa lagi. Keluarga dari ayah tinggal dan menetap di pulau Kalimantan. Sedangkan dari ibu hanya ada Bu Saripah dan dia pun juga tak pernah peduli terhadapku.
Aku bersyukur bisa dipertemukan dengan Bu Yasmin dan Tante Mita. Juga Rani, si kecil yang cantik dan juga bawel seperti ibunya.
Aku pun tersenyum sendiri memikirkan nya.
Disaat kami berpelukan, Rani, si gadis bawel itu datang.
" Ini ada apa sih Ma? Kok semua pada berpelukan? Rani juga mau dong di peluk." Rani pun merajuk. Dan kami pun kembali berpelukan.
Tawa dan bahagia kami rasakan hari ini.
Karena keikhlasan hati akhirnya semua nya baik-baik saja.
Semoga kita semua bisa selalu rukun dan saling menyayangi seperti sekarang ini.
Semoga tak ada masalah yang bisa membuat kita menjadi jauh.
Aamiin..
__ADS_1