
Aku sungguh bahagia dan terharu sekali. Akhirnya aku bisa bersekolah di sekolah Negeri sesuai dengan impianku.
Pagi ini, dengan di temani bu Yasmin, aku berencana akan pmendaftra sekolah di kota. sekalian mencarikan tempat kos untukku.
Kemarin aku sudah berpaitan pada Ali bahwa hari ini aku akan ke kota. Mungkin nanti dia akan menunggu ku di pertigaan jalan seperti biasa.
Setelah semuanya siap, aku dan bu Yasmin berangkat dengan berjalan kaki menuju jalan raya desa. Begitu sampai di pertigaan jalan, ku lihat sang pangeran kodok ku telah berdiri disana.
"Selamat pagi pangeran kodok. sudah lama menunggu kah?" sapa ku yang diikuti senyum simpul bu Yasmin.
"Selamat pagi juga tuan putri. Sudah lama sekali aku menunggu kedatanganmu" jawabnya sambil mencium tangan bu Yasmin.
"Bagaimana sekolah kamu Al?Apa kamu sudah mendaftar?" tanya bu Yasmin
"Insya Allah nanti Ali juga mau daftar sekolah bu. Ali minta doa ibu, supaya Ali diberi kelancaran nantinya."pinta Ali
"Amiin.. Semoga semuanya lancar ya Al." jawab ibu.
"Ya sudah, ayo kita berangkat. Nanti keburu siang. Biasanya jalanan di kota kan sering macet." ajak bu Yasmin
"Iya bu. Ya sudah Al, aku pergi dulu ya. Jangan lupa doain aku disana. Semoga kita bisa sama - sama sukses. Aamiin." pamit ku pada Ali
"Aamiin.. Hati-hati ya tuan putri ku." jawabnya
****
Setelah menempuh perjalanan hampir 1.5 jam, Akhirnya kita sampai di terminal kota. Selanjutnya kita akan naik angkit menuju ke sekolah kemudian ke tempat kos.
Bu Yasmin memilih rumah temannya untuk kujadikan kos. Karena kalau kos di kosan umum, bu Yasmin tidak tega.
Kebetulan teman bu Yasmin ini hanya tinggal berdua dengan anaknya, Rani namanya. Sedangkan suaminya telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
10 menit perjalanan kami tiba di sekolah dari terminal. Sekolah ini begitu megah. bangunannya sangat besar. aku yakin, aku akan lebih semangat lagi belajar nya. Aku akan nyaman disini.
Kami berjalan menuju ruang kepala sekolah. Dulu, bu Yasmin ternyata juga pernah bersekolah disini. Walaupun hanya setahun. Karena setelah itu beliau harus pindah ke sekolah yang tak jauh dari rumahnya untuk menjaga ibunya yang sedang sakit.
"Selamat pagi pak. Bolehkah saya masuk." sapa bu Yasmin kepada seorang bapak yang sedang duduk di depan meja komputer.
"Selamat pagi.. Yasmin. Ini benar kamu Yasmin?" jawab bapak itu sambil melepas kaca mata nya.
Kami pun bersalaman dan dipersilakan duduk.
"Benar pak, ini saya Yasmin. Dan ini anak saya pak. Namanya Mayang."
Bapak itu melihat kearah ku dan aku membalasnya dengan anggukan kepala.
Dari yang aku tahu dari name tag nya, bapak itu bernama pak Wahyudi, seorang kepala sekolah.
" Oh ini anak kamu. Sudah mulai masuk SMA ya dia?" tanya pak Wahyudi lagi.
"Iya pak. Dan dia ingin ikut belajar disini. Ini surat hasil keputusan kelulusan dari SMP dan ini formulir pendaftarannya pak." jawab bu Yasmin sambil menyerahkan amplop surat dan formilir pendaftaran
"MasyaAllah, nilai anak kamu benar-benar membuat saya kagum Yasmin. Nilainya hampir sempurna. Dia pasti rajin dan pintar seperti ibu nya."puji pak Wahyudi
"Iya pak." jawab bu Yasmin singkat
"Berarti kamu bisa dapat beasiswa ini Mayang. Kamu bisa sekolah disini gratis. Biaya bulanan, seragam, dan buku-buku bisa kamu dapatkan secara gratis. Belum lagi nanti kalau kamu berprestasi selam menjadi siswa, kamu akan mendapat uang prestasi. Dan kalau kamu bisa mempertahan kan prestasi kamu, kamu bisa masuk ke Perguruan Tinggi manapun sesuai keinginanmu." jelas pak Wahyudi
__ADS_1
"Iya pak. Alhamdulillah."
Setelah berbinacang-bincang sejenak, kami pun pamit.
Kegiatan Belajar mengajar akan dilaksanakan 2 minggu lagi setelah liburan usai.
Selanjtnya kita akan pergi ke tempat teman bu Yasmin, bu Mita namanya.
Bu Yasmin dan bu Mita ini pernah menjadi teman waktu bersekolah di SMA ini. Meskipun hanya satu tahun, tapi persahabatan mereka tetap terjaga sampai sekarang ini.
5 menit perjalanan dari sekolah ke rumah bu Mita.
Ketika kita sampai, Rani terlihat sedang bermain sepeda di halaman deoan rumahnya.
"Assalamu'alaikum Rani. Mama ada?"sapa bu Yasmin
"Wa'alaikum salam tante. Mama ada di belakang. Mari masuk." jawab Rani
Setelah itu, bu Mita keluar dari belakang.
"Eh Yas, sudah lama?''sapa nya
" Baru sampe"
Kami pun bersalaman.
"Oh ini Mayang yaa. Yang sering kamu ceritain itu?'' tanya bu Mita.
"Iya Yas, bener. Anak kos disini tuh sukanya malah kelayapan. Pamitnya sih sekolah, tapi pada saat jam sekolah mereka malah pergi ke mall. Malah jalan-jalan. Apa mereka ga mikir gitu orang tua dirumah cari uang, ee yang dicariin malah seenaknya sendiri. Aku tuh sering jengkel. Mau aku marahin ya aku ga punya hak. nanti kalau mereka malah nyerang aku balik dengan kata-kata ga punya hak kan aku jadi malu" balas bu Mita
Kami pun tertawa bersama.
Setelah berbincang sambil melepas rindu, kami pun pamit pada bu Mita.
"Kami pamit dulu ya Mit. Maaf sudah merepotkan mu."pamit bu Yasmin
"Kamu ini apaan sih Yas. Pake ngomong gitu segala. Emangnya kamu udah ga anggep aku sahabatmu apa? "
"Iya iyaaa sekali lagi makasih ya Mit. Aku pulang dulu. Nanti 2 minggu lagi aku antar Myang kesini. Kamu mau aku bawain apa dari kampung?"tawar bu Yasmin
"Eh bawain aku kue mendhut dong Yas. Kamu kan pinter banget bikin kue. Aku tiap coba bikin selalu gagal. Kadang terlalu lembek, kadang pula jadi keras." katanya sambil tersenyum
"Okee Nanti aku buatin. Mayang ini juga jago loh bikin kue. Dulu sering jualan kue juga dia."
"Ah masa? Kalau gitu nanti ajari tante ya Mayang yaaa."rengek bu Mita seperti anak kecil.
Aku hanya membalasnya dengan senyum simpul dan anggukan kecil
___________________________________
2 minggu telah berlalu
Perjalanan hidupku di tempat yang baru akan dimulai. Besuk aku akan berangkat dan mulai tinggal di kota. Rapi aku ragu
"Bu, Ibu yakin gak apa apa aku tinggal sendirian?'' tanyaku malam ini.
__ADS_1
"Iya sayang. Ibu yakin." jawabnya dengan penuh keyakinan
"Kalau ibu keberatan, Mayang gak apa apa kok kalau harus bersekolah disini untuk menemani ibu."
"Tidak Mayang. Kamu harus kejar mimpi-mimpi kamu. Ibu tidak apa apa. Malah kalau kamu tidak jadi pergi, ibu akan merasa bersalah."
"Tapi bu.. Mayang ini hanya punya ibu. Mayang gak mau membuat ibu sedih."ucapku
"Ibu tidak apa apa Nak. Sudahlah. Kamu segera tidur, agar besuk kita tidak kesiangan berangkatnya. Apa kamu sudah berpamitan sama Ali May?"tanta bu Yasmin
"Sudah bu. Dan Ali bilang, tidak bisa mengantar kepergianku besuk. Katanya dia tak sanggup. Dia hanya memberi ku surat ini dan meminta nya untuk membaca jika aku sudah sampai di kota." jawabku.
Yaa.. kemarin waktu aku bertemu dengan dia, dia hanya bilang seperti itu padaku. Dia tak sanggup melihat ku pergi. Ini terlalu menyakitkan katanya.
Tapi aku senang, dia tetap melanjutkan sekolahnya disini. Dia bisa mendapat beasiswa juga karena nilainya yang bagus. Semoga kita bisa sukses sama - sama ya paneran kodok ku.
Aku tersenyum geli mengingat kelucuan dan kekonyolan Ali. Berkat dia aku jadi menemukan kembali kebahagiaan. Dari dia aku belajar untuk bangkit.
****
Pagi ini aku berangkat ke kota lebih awal agar bu yasmin tidak kemalaman waktu pulang nanti.
Tadi malam kami sudah membuatkan mendhut pesanan bu Mita.
Bu Yasmin juga membawakan oleh-oleh berupa sayuran. Ada sayur kacang dan pare. Ini semua kesukaan bu Mita.
"Sudah siap berangkat May?" tanya bu Yasmin
"Sudah bu. Ayo berangkat."
Sepanjang perjalanan, aku mengamit erat tangan bu Yasmin. Aku seolah enggan melepas nya. setelah kepergian ibu, dari bu Yasminlah aku memperoleh kasih sayang. dari beliaulah aku belajsr ketegaran. Dan dari situ muncul kecintaan ku pada bu Yasmin.
Tak terasa, kamii sudah tiba di terminal. Setelah ini kami langsung menujurumah bu Mita.
"Assalamu'alaikum Mit. tolong bantuin dong. Berat ini."sapa ibu dengan membawa hasil oleh-oleh
"Wa'alaikum salam. Lagian kamu sih. Bawaan kok banyak gini. Kenapa ga sekalian desamu kamu bawa kesini" ejek bu Mita bercanda.
"Tapi kamu suka kaaaan?" goda bu Yasmin
"Ya suka banget lah. Wong dapet gratisan ini." Jawab bu Mita sambil menjulurkan lidah.
"Ya sudah bentar aku bikinin minum. haus kan?"
"Ya cepetan dong Mit. Pake ditawarin segala."jawab bu yasmin
Mereka pun tertawa bersama
Setelah melepas lelah sejenak, bu Yasmin akhirnya pamit pulang.
"Jaga diri baik-baik disini ya Mayang. Jangan lupa kabari ibu kalau ada apa apa?"
"Iya bu, Ibu juga hati hati ya dirumah. jangan lupa kabari Mayang kalau ibu sudah sampai rumah."
aku memeluk bu yasmin sambil menangis.
Ada perasaan sedih yang amat dalam ketika harus berpisah dengan bu Yasmin.
__ADS_1