
Hari ini adalah hari dimana pertama kalinya aku masuk sekolah Menengah Pertama.
Alhamdulillah aku bisa masuk sekolah Negeri seperti impianku dengan beasiswa yang ku dapat.
Pagi ini, seperti biasa, sebelum berangkat aku membuat kue. Sekarang ini pesanan kue ku lumayan banyak. Ada 6 warung yang aku titipin kue dan Alhamdulillah semuanya habis setiap hari. Jadi aku mulai bisa mendapat pemasukan.
Kali ini aku membawa beberapa kue ku ke sekolah. Aku berniat membagikannya dengan teman-temanku.
Tibanya di persimpangan jalan, aku bertemu dengan Bu Yasmin. Beliau juga akan pergi ke sekolah.
"Selamat pagi Bu. Mau pergi ke sekolah ya." sapaku kepada Bu Yasmin.
"Selamat pagi Mayang. Iya ibu mau ke sekolah. Kamu apa kabar Nak?" balas Bu Yasmin sambil mengelus rambutku.
"Alhamdulillah baik Bu. Oh iya, ini ada beberapa potong kue buat ibu. Ini bikinan saya sendiri loh Bu." aku mengeluarkan beberapa potong kue untuk Bu Yasmin.
"Waaah, terimakasih Mayang. Sekarang kamu jualan kue yaa. Kelihatannya enak ini. " puji Bu Yasmin padaku.
"Iya Bu. Saya menitipkan nya ke beberapa warung di dekat rumah. Dan Alhamdulillah setiap hari selalu habis kue buatan saya." ceritaku dengan bangga.
"Iya. Bener enak banget. Kapan-kapan kalau ibu pesan buat acara yasinan ibu-ibu apa bisa May?'' tanya Bu Yasmin
" InsyaAllah bisa Bu. kapan itu acaranya?"jawabku antusias
"Minggu depan. Nanti ibu kabari lagi yaa"
"Baik Bu. Terimakasih. Mayang pamit dulu ya Bu. Assalamualaikum..." tak lupa ku cium tangan Bu Yasmin sebagai bentuk rasa hormatku pada beliau.
"Wa'alaikumsalam Mayang. Hati-hati."
****
Kini aku telah sampai di depan gerbang sekolah. Dimana dulu aku sering berdiri disini. Memimpikan bisa masuk dan belajar disini. Dan Alhamdulillah, semuanya telah terwujud. Aku bisa diterima di sekolah ini.
Tanpa terasa, senyumku berkembang begitu lebar. Aku berjalan pelan bak putri yang sedang berjalan di atas panggung. Semua orang yang kulewati kusapa dengan senyum ramah.
"Mayang .. tunggu.."
Tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku. Rasanya aku mengenali suaranya. Aku pun membalikkan tubuhku.
"Bella.."
Lalu Bella pun memelukku erat.
"Akhirnya kita bisa satu sekolah juga ya May
Semoga nanti kita bisa sekelas lagi yaa." ucapnya dengan penuh kegembiraan.
__ADS_1
"Aamiin.. Eh iya Bel, ini ada kue buat kamu. Ini bikinan ku sendiri loh. Coba deh" ku keluarkan kue yang tadi ku bawa untuk Bella.
"Waah, enak ini May. Kamu jualan kue ya sekarang?" tanya nya dengan mulut yang penuh dengan suapan kue
"Iya Bel, buat nambah pemasukan juga." jawabku.
Uhuk uhuk uhuk..
"Pelan-pelan dong Bel,. Tuh kan sampe keselek gitu. Ini minum" Aku menyodorkan air minum yang aku bawa dari rumah.
Dan Bella pun meminumnya sampai hampir tandas.
Aku hanya bisa tersenyum geli melihat sahabatku ini.
"Aduh maaf Mau, minumnya hampir habis. Nanti aku ganti dengan traktir di kantin yaa." ucapnya sambil menyatukan kedua tangannya tanda permintaan maaf.
"Nggak usah Bel, nggak papa. Aku bawa 2 kok tadi. Yuk kita cari kelas kita." ajakku pada Bella.
Kami berjalan beriringan menuju ruangan kelas. Kami mencari-cari nama yang ditempelkan di kaca depan kelas. Setelah melewati beberapa kelas, akhirnya kita menemukan nama yang dicari. Dan Alhamdulillah kita bisa tetap satu kelas.
"Alhamdulillah ya Bel, kita bisa tetap satu kelas." ucap ku pada Mayang
"Iya May, Alhamdulillah." Bella kembali memelukku.
"Yuk masuk.." ajakku
Kami memasuki ruangan kelas. Disana sudah ada beberapa siswa yang sudah menempati tempat duduknya masing-masing. Aku dan Bella memilih untuk duduk di deretan tengah. Kami duduk satu bangku.
Setelah itu, kami pun berkenalan dengan teman-teman yang lain. Banyak teman baru. Aku pun merasa begitu senang.
****
Bel pulang pun berbunyi.
Kami pun bersiap-siap mau pulang.
Kegiatan belajar mengajar hari ini belum dimulai. Kami hanya saling berkenalan dengan teman-teman dan juga dengan para guru.
Teman-teman disini baik-baik juga. Aku senang bisa berteman dengan mereka.
"Pulang bareng yuk May. Nanti aku antar pulang." ajak Bella ketika kita sedang berjalan di lorong kelas menuju pintu gerbang.
"Terimakasih Bel, tapi aku jalan kaki saja. Karena nanti aku akan mampir ke pasar membeli bahan untuk membuat kue." Aku menolak nya dengan halus.
"Yaah, gak papa deh aku anter ke pasar sekalian. Aku ingin main kerumah kamu." pinta Bella.
"Tapi Bel, nanti pasti akan merepotkan kamu dan kasihan pak Dirman nanti." jawabku.
__ADS_1
Pak Dirman adalah sopir pribadi Bella.
"Tidak akan May. Ini kan masih jam 10. Jadwal menjemput Mama ku nanti jam 2. Jadi tidak akan menggangu pekerjaan pak Dirman. Okee" kini akupun tak bisa lagi menolak keinginan Bella.
"Baiklah Tuan Putri.." candaku yang disertai dengan cubitan gemes Bella pada hidungku.
****
"Kamu belanja apa saja hari ini May?" tanya Bella ketika kita sudah berada dalam mobilnya.
"Aku mau belanja terigu dan juga mentega Bell. Hari ini ada pesanan lebih buat acara selamatan di rumah tetangga. Jadi bahan-bahan yang aku punya dirumah masih kurang." terangku
"Okee. Aku sebenarnya ingin sekali bantu kamu buat kue. Biar aku bisa sekalian belajar gitu. Tapi pasti kamu menolaknya. ya Kan?"
"Bukan menolak Bel, tapi kamu ini orang kaya. Mana betah sih dirumahku yang jelek. Lagian bikin kue itu capek loh. Kamu nggak akan sanggup. Biar aku aja." jawabku sambil bergurau agar dia tidak tersinggung.
"Ah kamu mah gitu May.."
"Kita sudah sampai di pasar nih. Kamu mau ikut turun apa nunggu disini?"tanyaku pada Bella.
"Ya ikut dong. Ayuk."
****
Setelah selesai belanja, mobil Bella langsung mengantar ku menuju gubuk kecilku.
"Ya udah deh May. Aku balik dulu yaa. Ternyata Mama ku lagi ada urusan dan minta dijemput sekarang."
"Iya Bella, terimakasih atas tumpangannya yaa. Sampai ketemu besuk"
Sebelum berpisah pun kami berpelukan sebentar.
'Ah bahagianya hatiku punya sahabat seperti Bella. Meskipun kaya, dia tidak sombong.'
"Dadaa Mayang.. assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam Bel, hati-hati"
****
Setelah Bella pulang, aku pun segera berganti baju dan kemudian pergi ke dapur untuk membuat pesanan kue buat tetangga.
Alhamdulillah, banyak para tetangga yang memesan kue ku untuk acara dirumahnya. Mulai dari arisan, yasinan, tahlilan, bahkan acara keluarga pun banyak yang pesan.
Aku memang tak menjual kue ku dengan harga mahal. Aku tak mengambil untung banyak. Biarlah untung sedikit asal pelanggan puas. Begitulah pikirku saat itu. Tetapi banyak dari mereka yang memberikan uang lebih. Katanya buat biaya sekolah. Yaa, meskipun aku mendapat beasiswa, tetapi seragam dan buku tetap ada yang harus beli sendiri. Disamping itu juga untuk keperluan sehari-hari.
Aku bersyukur tinggal disini. Mempunyai tetangga yang sangat baik dan selalu rukun.
__ADS_1
' Ayah , aku akan menepati janjiku untuk semangat menjalani hidup ini.'