
Sejak subuh tadi aku sudah bangun. Aku sudah mandi, mencuci piring, menyapu. Tapi Bu Mita belum bangun.
Aku pun berinisiatif untuk membuatkannya sarapan.
Nasi sisa kemarin malam masih banyak. Aku akan membuatkannya nasi goreng.
Pertama aku kupas bumbunya, setelah itu aku siapkan beberapa sayuran dan telur.
Lalu kuhaluskan bumbunya kemudian ku tumis.
Ketika aku sedang menumis bumbu, Bu Mita datang.
"Masak apa May? Bau nya harum banget."kata Bu Mita.
"Ini lagi bikin nasi goreng Bu. Maaf ya Mayang jadi ganggu tidur ibu."jawabku
"Nggak apa-apa kok. Maaf ya Tante bangunnya siang. Soalnya disini tuh kebiasaan orang-orang bangun nya siang."jelas Bu Mita
"Oh iya May, mulai sekarang panggilnya Tante aja ya. Kalau disini sih sebutan ibu tu buat yang lebih tua-tua gitu."katanya sambil tertawa.
"Memangnya Bu Mita belum tua? Kan lebih muda Mayang dari ibu?" candaku.
"Ya kan ada yang lebih tua lagi May. Udah pokoknya kamu harus panggil 'tante'. titik.
Ya udah Tante mandi dulu ya. Sambil bangunin Rani. Kayanya pagi-pagi sarapan nasi goreng enak tuh."katanya sambil ngeloyor pergi
Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Bu Mita, eh Tante Mita Ding.
Setelah masakan ku matang, Aku menyiapkan sarapan di meja makan. Aku menyiapkan piring, dan juga minum. Ku lihat disana anak susu. Pasti punya Rani.
Maka kubuatkan sekalian Rani susu.
"Waaaahhh... hummmm kayanya enak banget nih May. Kamu kok tahu sih kalau susu itu untuk Rani?" kata Tante Mita setelah dia selesai mandi.
"Iya Tante, tadi aku melihatnya di dapur. Aku fikir itu pasti punya Rani. Maka Mayang berinisiatif untuk membuatkan nya untuk Rani. Nggak apa-apa kan Tan?" tanyaku.
"Nggak apa-apa May. Susu itu memang buat Rani. Tapi Tante selalu saja lupa untuk membuatkan nya. Kalau pagi gini Tante sering ribet. Udah Tante bangun nya siang, Rani pun juga. Nanti kalau dibangunin pasti dia ogah-ogahan untuk bangun. Terus belum lagi nyiapin sarapan. Padahal sarapannya setiap pagi cuma telur ceplok aja. Yang simpel."terang Tante Mita.
__ADS_1
Aku hanya menanggapinya dengan senyum.
"Selamat pagi kakak cantik. Waaah, sarapan spesial nih."ucap anak kecil yang baru mengenakan seragam sekolahnya.
"Iya sayang, ini semua kak Mayang yang masak. Tuh, kak Mayang juga udah buatin susu buat kamu. Kamu suka kan?" kata Tante Mita pada anak semata wayang nya.
"Suka dong ma. Kalau mama sih biasanya sarapannya cuma telur ceplok doang. Susunya sering kali lupa. Kalau begini kan nanti Rani jadi semangat untuk belajar di sekolahnya."ucap nya girang.
"Iya dong. harus semangat belajarnya. Supaya pinter kaya kakak Mayang."imbuh ibunya.
Aku hanya bisa tersenyum melihat percakapan ibu dan anak ini. Aku jadi teringat ibu. Dulu setiap pagi ibu juga selalu membuatkan sarapan untukku.
"Ayo May, dimakan. Hari ini hari pertama kamu masuk sekolah. Jadi kamu nggak boleh telat."kata Tante Mita
"Iya Tante."
****
Usai sarapan dan membereskan meja makan, Aku pun bersiap untuk pergi ke sekolah.
Sedangkan Rani, dia diantar sama Tante Mita karena memang kami beda arah.
Rani sekarang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar.
Sesampainya di sekolah, aku berjalan pelan menuju pintu masuk. Pagi ini belum begitu ramai anak-anak yang datang. Mungkin hari pertama. Jadi mereka memilih agak nanti saja berangkatnya.
Aku berjalan menuju koridor sekolah. Aku melihat ke dinding kaca. Disana nama-nama yang akan menempati kelas itu terpasang.
Dan aku ternyata masuk kelas Xc. Disini ada nama 'Bella Safira Anastasia'.
Apakah ini Bella sahabat ku? Atau kebetulan memang namanya saja yang sama?
Entah lah.
Aku pun masuk ke dalam kelas. Disini sudah ada beberapa anak yang datang. Aku pun menghampiri mereka dan berkenalan dengan mereka.
Mereka menyambut ku dengan ramah. Aku pun senang.
__ADS_1
Setelah itu, aku memilih bangku deretan tengah yang masih kosong. Aku selalu suka duduk di bangku deretan tengah. Tidak terlalu depan dan tidak terlalu belakang.
Pagi ini jadwalnya hanya saling berkenalan Saja. Jadi kegiatan belajar mengajar pun belum dimulai.
Setelah bel masuk. Semua siswa siswi pun berhamburan keluar kelas. Hari ini adalah hari Senin. Jadi kami semua akan melakukan kegiatan apel atau upacara terlebih dahulu.
Sambutan hanya disampaikan oleh bapak Wahyudi. Beliau mengucapkan selamat datang kepada kami para siswa kelas X dan selamat berjuang bagi siswa kelas XII.
Uapacara pagi ini berlangsung tidak terlalu lama. Karena kita akan masuk ke ruangan kelas untuk dipandu oleh kakak-kakak pembina OSIS.
Setelah semua siswa masuk ke dalam kelas, tampak diluar ada seorang siswa perempuan yang minta izin untuk masuk. Aku tidak bisa melihat dengan pasti siapakah siswi tersebut.
Setelah bernegosiasi, akhirnya kakak pembina mengizinkannya masuk. Daan...
"Bella.."
Kebetulan bangku disamping ku kosong. Kemudian dia duduk di sampingku. Dia menatapku dalam diam kemudian tersenyum dan mengangguk.
"Bella.." sapaku pelan.
"Iya May.. ini aku. Akhirnya kita bisa barengan lagi yaa."jawabnya
Sepanjang kegiatan yang diadakan kakak-kakak OSIS, aku jadi bersemangat karena kini sahabatk ku pun kembali
***
"Bella aku senang bisa bertemu dengan mu kembali. Bagaimana kabar ayah dan ibumu?" tanyaku sewaktu kita pulang sekolah.
"Ayah dan ibuku baik May, tapi sekarang bisnis ayahku telah bangkrut dan kami jatuh miskin. Makanya tadi aku telat berangkat sekolah karena aku harus membantu ibu menyiapkan jualan nya. Sekarang ibu memulai buka usaha jual sarapan pagi kecil kecilan May." crita Bella dengan raut wajah sedihnya.
"Sabar ya Bel, hidup itu memang ada suka dukanya. Kadang kita di atas, kadang pula di bawah. Tapi kamu jangan lupa untuk selalu bersyukur dan tetap semangat melanjutkan hidup." hiburku pada Bella.
"Iya. Terima kasih ya May. Kamu masih mau berteman dengan ku." kami pun berpelukan sesaat.
Sepanjang perjalanan pulang, kami menceritakan tentang kehidupan kami yang lalu. Aku pun menceritakan tentang Ali.
Ah, bicara tentang Ali, aku jadi teringat surat yang Ali berikan padaku. Aku belum sempat membacanya karena kemarin lelah sekali rasanya.
__ADS_1