
"EGY SAYANG! "
Davit, Galih, Farel, dan Rizky sontak langsung berbalik ke belakang. Mata mereka memicing terkejut mendengar teriakan Agil. Bahkan Egy yang sedang tertidur nyenyak 'pun terbangun.
Egy mengedip-ngedipkan matanya menetralkan pandangannya yang masih nampak buram. Ketika berhasil menegakkan tubuhnya, Egy dibuat heran karena kehadiran Four Star yang kini membelakanginya. Ia heran, kenapa mereka ada di sini?
Egy memiringkan tubuhnya mencari celah untuk melihat apa yang sedang Four Star itu lihat. Dari sela-sela reganggangnya mereka berdiri, Egy dapat melihat Agil yang berjalan santai ke arah mereka. Detik ini juga, Egy merasa sesuatu yang tak baik akan segera terjadi.
Sebelum para pemuda-pemuda itu menyadari bahwa ia telah bangun, Egy langsung berpura-pura tidur kembali. Ia berharap, semoga Kak Agil nggak ngelakuin yang macam-macam.
"Siapa Lo? "
Agil hanya diam saat Galih melontarkan pertanyaan. Kepribadian Agil yang sebenarnya adalah tipe orang yang enggan berinteraksi dengan orang asing. Jika Davit adalah sosok yang dingin namun masih terbuka akan lingkungan luar, maka tidak dengan Agil.
Bisa dikatakan dia telah beku. Sembilan dari sepuluh orang yang pernah berbicara padanya tidak mendapatkan respons sama sekali. Berbicara dengan Agil seperti membuang-buang waktu jika kamu bukan orang terdekatnya. Sebaliknya, Agil akan bersikap begitu hangat kepada orang yang ia sayangi. Agil juga pribadi yang tertutup.
"Lo anak kelas ips, 'kan? " Agil hanya menatap dingin Farel. Ia tak menanggapi tebakan pemuda itu.
Sebagia ketua osis, Farel sebenarnya sering berhadapan dengan Agil. Agil adalah siswa berandal atau dalam istilah kerennya adalah seorang badboy. Agil kerap kali membolos dan membuat ulah sehingga sebagai ketua osis, Farel sering bertugas menertibkannya. Dia juga sering memberikan Agil hukuman, jika pemuda itu ketahuan membolos.
"Kenapa Lo manggil Egy dengan embel-embel sayang? " Pada intinya, inilah yang menjadi rasa penasaran mereka.
Hati mereka terasa memanas saat mendengar Agil memanggil Egy dengan sebutan sayang. Mereka penasaran, siapa Agil bagi Egy? Apa hubungan mereka? Namun sayangnya, Agil lagi-lagi tak menjawab pertanyaan mereka.
__ADS_1
Agil tersenyum miring, hal itu membuatnya terkesan sangat misterius. Ia melirik Egy yang ada di belakang Four Star. Ia dapat melihat kelopak mata Egy yang bergerak-gerak. Bodoh, Kau pikir Kau bisa berpura-pura di depanku, gumamnya.
Agil menerobos, ia mendorong Farel dan Rizky agar bisa berdiri tepat di sisi Egy. Four Star benar-benar dibuat jengkel oleh Agil, apalagi dia terlihat mengabaikan mereka.
"Sayang, bangun! Kamu belum makan, loh, " ucap Agil membungkuk di sisi Egy. "Egy, apa masih ingin pura-pura tidur. Bangun atau aku akan semakin berulah, " bisik Agil kemudian. Bisikan itu hanya mampu di dengar Egy.
Egy menelan ludah susah akibat Agil. Ia ingin tetap pura-pura tidur, namun juga takut akan ancaman Agil. Dan bagaimana dengan Four Star? Wajah empat pemuda bahkan sudah terlihat memerah menahan amarah. Mendengar Agil memanggil Egy dengan kata sayang untuk kedua kalinya membuat pikiran buruk datang seketika. Mereka berpikir, mungkin Agil pacar Egy.
Karena takut Agil semakin memancing masalah, Egy, 'pun segera bangun dari kepura-puraannya. Ia kembali pura-pura bingung menatap lima pemuda berparas tampan yang kini ada di depannya.
"Kak Agil? Em, kalian kenapa ada di sini? " tanya Egy seperti heran.
"Sayang, kenapa Kamu tidur di kelas? Kamu pasti kelelahan karena semalam, ya. "
Hah?
Sedangkan empat pemuda yang sedang jatuh cinta pada Egy itu terlihat semakin emosi begitu mendengar kata 'semalam'. Kata itu mengandung makna yang ambigu dan Four Star berpikir yang tidak-tidak akan hal itu.
"Ah, Kak Agil ngomong apa, sih? Aku cuman ngantuk aja, kok, " jawab Egy tersenyum paksa.
Dan anehnya, jawaban dari Egy justru membuat aura mencekam di sekelilingnya kian memekat. Egy bingung saat melihat tatapan Four Star kepadanya yang kian menajam sampai-sampai terasa menelanjangi tubuhnya.
" Bangs*t! Anj**g! " Egy mengumpati Agil dalam hati. Tapi lihatlah, pemuda itu malah berdiri santai dengan tatapan datar. Egy tahu, dalam hati Agil pasti sedang menertawai nasib sialnya saat ini. Bangs*t!
__ADS_1
"Lo tadi bilang apa? Aku? Lo bicara sama berandalan ini pakai kosa kata aku-kamu, hah? " Davit bersungut. Emosinya serasa meledak.
Egy gugup, matanya melirik kiri kanan untuk menetralisir kegugupannya. "Eh, anu.... Itu.... "
"Apa?! "sentak Davit dengan keras bahkan hingga membuat para penghuni kelas lainnya terkejut. Mereka langsung menatap Egy dan para pemuda tampan itu dengan kepo.
Davit merasa rasa cemburunya sudah sampai pada puncaknya. Dia tidak suka melihat kedekatakan Agil dan Egy. Perasaan cemburu yang sama juga dirasakan Rizky, Galih, dan Farel. Mereka merasa ada yang sakit di hati mereka, seperti ditikam pisau karena melihat kedekatan Agil dan Galih.
Agil yang melihat Davit membentak Davit, 'pun langsung berdiri di depan Egy dan menatap langsung Davit di depannya. "Lo jangan berani-berani ngebentak cewek Gue! " tekan Agil dengan nada yang begitu dinginnya.
Ucapan Agil berhasil memberikan hantaman keras di hati Four Star. Mereka tak menyangka bahwa Egy memiliki pacar, terlebih lagi pacarnya adalah seorang yang dikenal badboy di sekolah. Bagaimana mungkin, Egy gadis imut dan bar-bar ini justru berpacaran dengan Agil si berandal?
"Lo pacarnya Egy? " tanya Rizky.
Tanpa menjawab, Agil justru menarik Egy untuk berdiri di sampingnya. Lengan Agil dengan cepat membelit pinggang ramping Egy. Tindakan Agil itu seperti mengatakan, "ya, Gue pacar Egy!"
Four Star mendadak lemas melihatnya. Baru semalam mereka bertekad bersaing untuk saling memperjuangkan Egy, lalu sekarang apa? Egy telah ada yang punya, sepertinya mereka sudah tak punya kesempatan.
"Kak! " Egy berbisik sembari berusaha melemaskan tangan Agil dari pinggangnya. Sayangnya, tangan pemuda itu begitu kuat mencengkeram pinggangnya. Egy bersumpah dalam hati, setelah ini ia akan memberikan pelajaran pada Agil.
Egy menyadari ada yang berbeda dari Four Atar. Melihat reaksi empat pemuda itu yang terlihat tak suka begitu Agil memeluk pinggangnya. Reaksi itu seperti reaksi seseorang yang cemburu jika orang yang dicintai disentuh pria lain. Lantas apa mereka juga cemburu?
"Lo beneran pacaran sama dia? " lirih Farel menunjuk wajah Agil.
__ADS_1
Egy bingung, ia menatap Agil. Dari tatapan Agil seolah menuntutnya untuk mengikuti rencana Agil. Egy merasa bingung, Agil selalu bertindak tanpa memberitahunya. Hal ini selalu membuatnya syok dan cukup sudah mengendalikan situasi yang diciptakan Agil.
"Emm.... Gue----"