Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Gue cuman bohong


__ADS_3

Egy berdecih dalam hati saat Four Star terlihat hanya diam. Setelah ini, mereka tak mungkin lagi menerimanya apa adanya. Ya, yang Egy katakan memang perkara yang tidak mudah. Hal seperti itu harus mereka pikirkan secara baik-baik. Mana ada sih, cowok yang mau sama cewek yang udah nggak tersegel?


Biarkan Egy menciptakan kebohongan tenisisi terburuknya agar mereka berhenti mendekatinya. Biarkan mereka menganggap Egy bukan gadis baik-baik maka Four Star pasti melepaskannya. Egy tak mau hubungan mereka berlanjut, ia tak ingin jatuh hati pada satu di antara mereka.


Dalam hidup harus berusaha mendapatkan yang terbaik. Four Star juga berhak memilih untuk menerima Egy atau tidak setelah mendengar fakta itu. Mereka yang begitu sempurna tak mungkin mau dengannya yang merupakan gadis tak baik-baik.


Namun Egy berubah bingung saat mereka justru menatapnya dengan sangat tajam. Wajah mereka merah padam layaknya menahan amarah. Euh, apa mereka marah? Apa mereka merasa dipermalukan hingga marah? Jika iya, maka rencananya berhasil. Mereka pasti menyerah.


"Siapa? " Farel bertanya dengan nada dingin.


Egy menggaruk pelipisnya bingung. "Siapa, apanya? "


Farel mendekat dan mencengkeram dagu Egy. Kilatan amarah di matanya membuat Egy bingung. Egy merasakan cengkeraman itu menguat.


"K--Kak.... "


"Siapa? Siapa orang brengs*k itu?! " tanya Farel penuh tekanan.


"Rel! " Rizky mendekat, ia melepaskan cengkeraman Farel dan menyuruhnya tenang. "Tanya baik-baik! "


"Baik-baik apaan?! Pasti si berandal itu, 'kan yang lakuin?! Iya, 'kan?! " berang Farel.


Egy mengusap dagunya, sedikit sakit akibat cengkeraman Farel. Aih, kenapa dia jadi begitu kasar?


Tipe orang yang mudah cemburu seperti Farel tentu akan marah saat mendengar gadis yang di sukai sudah tak suci. Bukan karena tak bisa menerima, hanya saja Farel merasa di khianati meskipun Egy bukan miliknya. Ia marah, ia merasa tak seharusnya Egy mengatakan itu, tidak, yang benar adalah tak seharusnya Egy melepaskan mahkotanya kepada orang yang bukan suaminya.


Farel marah dan kecewa.


Davit 'pun marah, Galih juga marah dan Rizky 'pun merasakan hal yang sama. Mereka merasa kecewa. Mungkin tak akan sakit jika Egy bukan gadis yang mereka suka tapi di sini mereka begitu menyukai Egy. Kecewa adalah rasa yang paling dominan sekarang. Rasanya saja mereka ingin mengamuk sekarang.


"Egy Lo, nggak lagi bohong, 'kan? " Rizky mencoba pengertian, biar bagaimanapun ia sungguh tak percaya.

__ADS_1


"Bohong juga buat apa?!" balas Egy.


"Jadi benar, 'kan kalau pacar Lo, itu brengs*k! Apalagi sekarang? Lo, masih mau pertahanin tuh cowok?!" geram Farel.


Egy mendesis pelan, ia memijat pelipisnya. Sungguh heran dengan jalan pikiran pemuda-pemuda tampan di depannya itu. Jadi sebenarnya, tuh, mereka marah karena apa?


"Lebih baik, Lo, putus sama dia! " tandas Farel, emosinya masih menggebu-gebu.


Egy melotot, aih, jadi ini penyebab mereka marah. Marah bukan karena pengakuan Egy tapi justru karena secara tak langsung Egy telah membuktikan bahwa Agil memang bukankah pria baik-baik. Mereka marah, mereka tak mau Egy bersama Agil.


"Wait! Kenapa malah nyuruh Gue putus?" tanya Egy.


"Apa kurang jelas?! Dia itu brengs*k, nggak baik! Lo, harus putus sama dia! " sentak Farel.


"Nggak mau! " kekeh Egy.


Dengan Egy yang menolak putus membuat mereka justru semakin yakin bahwa Agil lah orang yang telah merusak Egy. Mereka meringis ngilu dalam hati, kenapa gadis bar-bar seperti Egy sudah tak polos lagi? Dan kenapa juga Egy ini begitu bodoh?


"Kenapa Lo, mau mempertahankan orang brengs*k kayak dia? "


"Ya, terus siapa?! ".Farel balik membentak.


"Ah, em.... " Egy gelagapan.


"Apa apaan kalian ini?! Gue, 'kan cuman bohong kenapa kalian jadi begitu percaya? " gumam Egy dalam hati merasa tak habis pikir.


"Egy, bilang yang jujur sama kita semua. Gue terima, Lo, apa adanya, " ucap Rizky, ia bahkan masih menyuguhkan senyuman yang manis.


Meski kecewa, Rizky tetap menginginkan Egy. Kecewa itu tak dapat mengalahkan rasa cintanya. Terdengar lebay memang, tapi begitu adanya. Cinta yang hadir tumbuh begitu cepat dan kuat.


Selain itu, Rizky ingin menjaga Egy. Inilah caranya mempertanggung jawabkan rasa bersalahnya. Ia ingin melindungi Egy dan menerima serta mencintainya apa adanya.

__ADS_1


"Gue kecewa, tapi kenapa Gue nggak bisa percaya sama omongan, Lo? " Galih menyeringai.


"Ini cuman akal-akalan buat kita menjauhkan? " tanya Galih.


Sejak tadi ia diam, ia diam melihat kemarahan Farel. Galih berusaha mencerna apa yang tadi Egy katakan. Watak gadis itu yang begitu bar-bar dan suka berbicara asal membuat Galih tak percaya apa yang ia katakan tadi. Ia yakin Egy hanya berbohong. Meski ingin marah awalnya, tapi ia berusaha meredamnya.


Ini berbanding terbalik dengan Farel yang biasanya selalu tenang dalam menghadapi situasi apapun namun kini justru terlihat sangat marah. Justru Galih yang selalu susah mengendalikan emosi kini justru malah tenang-tenang saja. Hal itu karena kepercayaannya bahwa Egy adalah gadis baik-baik.


"Maksud, Lo, dia bohongin kita agar kita menjauh? " sahut Farel dan Galih mengangguk.


Farel menatap Egy dengan tajam namun dalam hati ia berharap yang Galih katakan benar dan Egy lah yang berbohong.


Egy bergidik ngeri, sejak tadi Farel sungguh menyeramkan. Dari mereka bertempat, hanya Farel yang paling susah mengendalikan rasa cemburu.


Egy menghembuskan nafas dengan kasar. Mereka memang terpengaruh dengan omongannya tapi mereka tetap tak goyah. Mereka terlihat mencintainya sungguh-sungguh. Mereka marah karena Egy yang begitu bodoh dalam pacaran hingga kehilangan mahkota berharganya.


"Kalian, kenapa ngotot banget, sih? Di luar sana banyak gadis yang jauh lebih baik dari Gue! "


"Jadi, Lo, bohong tadi? " tanya Galih.


Egy tak menggeleng juga tak mengangguk, ia hanya diam. Wajah Egy terlihat cemberut, dia sudah ketahuan sekarang. Entah bagaimana Galih yang begitu menyebalkan itu tahu bahwa ia bohong.


Four Star menari nafas lega bersamaan, diamnya Egy artinya dia memang berbohong tadi. Diam itu mengiyakan. Egy gadis baik-baik, mereka kembali meyakini itu. Namun mereka tetap kecewa. Egy sampai rela berbohong tentang hal yang begitu mempermalukan dirinya sendiri hanya demi menjauhi mereka. Sebegitu tak pantasnya, 'kah mereka? Apa satupun dari mereka tak berhak bersanding di samping Egy?


"Lo, bohong pun percuma. Gue cinta sama Lo, apa adanya! " seru Davit tiba-tiba.


"Ya, Egy. Gue juga mencintai Lo, apa adanya. Gue marah saat Lo, ngomong gitu karena Gue merasa kecewa sama Lo. Gue pikir Lo, begitu bodoh sampai si berandal itu macam-macam sama, Lo! " ungkap Farel.


Egy melirik sinis. "Udah Gue bilang Kak Agil itu nggak kayak gitu, " sungut Egy berkacak pinggang.


Mereka memalingkan wajah mendengar Egy yang masih tetap membela Agil.

__ADS_1


"Nggak menutup kemungkinan kalau dia bakal ngelakuin itu, 'kan? Secara dia itu berandalan dan urakan, " sahut Davit dengan santai.


"Hilih! Kalian, tuh, yang perlu dijauhi. Waktu itu aja Gue hampir jadi piala bergilir kalian! " seru Egy. Ia mengingat kembali bagaimana empat pemuda itu pernah hampir memperk*s*nya.


__ADS_2