
"Akhirnya Lo tertangkap juga rubah kecil!"
Degh!
Egy menelan ludah. Diliriknya pundak sebelah kiri, lengan seseorang kini tengah merangkul pundaknya. Ia lalu berbalik menoleh ke kanan di mana ia merasakan bisikan dingin tadi.
Mata Egy melotot terkejut. Wajah Galih begitu dekat dengannya. Yang membuatnya merinding adalah senyuman miring pemuda itu. Egy menyentak tangan Galih dan bergerak menjauh. Matanya kian melotot lebar saat mendapati Davit, Rizky, dan juga Farel ada di sana menatapnya.
Egy melirik Fika yang juga tengah melakukan hal yang sama. Namun ekspresi Fika membuatnya kesal. Temannya itu malah tersenyum meledek padanya. Senyuman Fika seolah mengatakan "Rasain! "
Egy berjalan mundur dan hendak kabur. Namun belum sampai berbalik, Galih telah menarik kerah bajunya. Otomatis wajah mereka berdekatan. Egy kian melotot. Degupan jantungnya entah mengapa bertambah cepat. Tapi yang jelas ini bukan karena cinta.
Galih menatap tepat netra Egy. Sesuatu yang asing menariknya untuk berlama-lama menatap Egy. Entah mengapa netra Egy terlihat sangat indah di matanya. Tapi pada akhirnya Galih sadar. Tujuannya sekarang adalah menangkap Egy dan memberikannya hukuman.
"Lo mau mencoba kabur? " Galih mengangkat sebelah alisnya. "Tidak akan bisa! " lanjutnya.
"Apaan sih! " Egy menghempaskan kasar tangan Galih. Ia menyorot Galih dengan sinis sembari merapikan kerah bajunya.
"Sudah cukup bermainnya, sekarang saatnya melakukan perhitungan! " Farel sudah berdiri di samping Galih dan menatap Egy dengan tak kalah tajamnya. Sosok ketua osis yang biasanya selalu menyelesaikan masalah dengan tenang kini terlihat berbeda. Raut wajahnya terlihat tengah memendam kekesalan.
"Kalian ini apa-apaan, sih? " Egy mengelak. Berusaha pura-pura tak tahu apa-apa.
"Udahlah, Gy. Lo harus bertanggung jawab, Lo udah nyebarin rumor itu, " celetuk Fika tiba-tiba. Saat terlihat Farel menatapnya, Fika menyunggingkan senyum manisnya.
Egy melotot mendengarnya. Sejak kapan ia menyebarkan rumor? Jelas-jelas rumor itu menyebar dengan sendirinya. Dasar teman nggak ada akhlak, umpat Egy.
Egy menatap empat pemuda itu dan tentunya mereka balik menatapnya dengan tatapan membunuh. Di belakang mereka Egy memang sangat berani bertingkah sesuka hati dan menjelek-jelekkan mereka. Tapi jika berhadapan langsung seperti sekarang, tiba-tiba saja ia tidak berani.
Ya, memang pada dasarnya Egy tidak pernah membicarakan kejelekan orang lain di depan orangnya langsung. Tentu saja harus di belakangnya, jika tidak mereka pasti akan tersinggung.
__ADS_1
"Kalian ini ngomongin apa, sih? Gue gak paham, " ucap Egy tertawa garing.
"Berani berbuat harus berani bertanggung jawab! " Rizky berjalan mendekati Egy. Ia lantas tersenyum manis pada Egy. "Aku tidak suka calon istri yang tidak bertanggung jawab, " ucapnya kemudian mengangkat tubuh Egy di pundaknya.
"HEEY! TURUNIN GUE! HUWAA! " Egy berteriak sangat kencang.
Rizky membawa pergi Egy dan diikuti tiga temannya. Para siswa-siswi yang melihat kejadian ini hanya diam-diam merasa penasaran. Sebagian mulai menghubung-hubungkan hal ini dengan rumor yang tersebar. Karena pada dasarnya mereka semua juga tahu bahwa rumor ini berawal dari Egy. Ada juga yang merasa iri melihat Egy digendong Rizky.
Fika yang melihat Egy digendong paksa oleh Rizky awalnya terkejut. Namun kemudian ia bersikap bodo amat. Lagipula ia juga sangat berharap Egy mendapatkan hukuman. Siapa suruh menyebarkan rumor tak benar tentang cowok idamannya. Lagian mereka tak mungkin berbuat hal yang macam-macam pada Egy, 'kan?
Huh! Fika mengibaskan rambut panjang bergelombang milikny lalu melenggang santai menuju kelas.
Di sisi lain Egy terus memberontak di gendongan Rizky. Ia berteriak-teriak dan mengumpati Rizky dan kawan-kawannya. Egy bahkan terus memukul-mukul punggung Rizky tapi bahkan Rizky tak terlihat kesakitan.
Plak!
"AKHH! A*J*ING LO! BERANI LO NAMPAR BO**ONG SE*Y GUE! "
"AN**ING! BAB1! BAN**T! ARGH! "
Egy seperti orang kesetanan. Mulutnya bahkan tak berhenti mengumpat. Sedangkan Rizky hanya santai berjalan. Begitu pula Galih, Farel maupun Davit yang terkekeh geli mendengar umpatan Egy. Mereka menjadi tontonan murid-murid yang ada di sepanjang koridoor.
Rizky membawa Egy menuju ruang latihan taekwondo. Ia menurunkan Egy di atas matras yang tergeletak di sana. Egy merasa sangat kesal. Ia bersiap berdiri namun sebelum itu ada yang menahan pundaknya.
Farel membungkuk di samping kiri menahan pundaknya begitu juga Rizky yang ada di samping kanan. Sedangkan Galih dan Davit berdiri menjulang di depan Egy. Melihat ekspresi pemuda-pemuda itu satu persatu membuat nyali Egy ciut seketika.
"Kalian mau apa, oeh? " sentak Egy.
Davit membungkuk, tangannya terulur memegang dagu Egy. "Apa lagi? Bukannya Lo bilang kita ini g*y, jadi ayo kita buktikan. Kita akan buktiin kalau kita ini normal, " terang Davit tersenyum miring.
__ADS_1
"Oh, iya. Bahan pembuktian kita itu Lo, " bisik Farel tepat di telinganya.
Egy melotot terkejut. Keringat dingin tiba-tiba membasahi dahinya. Melihat hal itu, para pria tampan itu tersenyum menang. Pertama-pertama adalah membuat Egy tahu siapa mereka. Membuat Egy paham bahwa mereka bisa melakukan apapun. Jadi Egy salah lawan jika ingin bermain-main dengan mereka.
Dan lihatlah ekspresi ketakutan di wajah Egy. Hal itu membuat mereka ingin tertawa terbahak-bahak.
"Ap--apa maksud kalian? " tanya Egy terbata-bata.
"Belum paham, hem? "
Farel menarik dasi yang ia pakai dan membuangnya. Tangannya lalu bergerak membuka kancing seragam miliknya. Sebagian dada bidangnya telah terekspos sempurna. Melihat hal itu Egy semakin melotot saja. Jantung berdentum keras.
"Yy--yak! Apa yang kalian lakukan?! " pekik Egy saat tiga pemuda lainnya melakukan hal yang sama seperti Farel. Dada mereka terlihat menggoda.
"Kenapa, sih? Kita cuman mau membuktikan kalau kita nih masih suka cewek. Apalagi yang bibirnya s**y kayak gini, " ucap Galih mengusap lembut bibir merah muda milik Egy.
Egy menelan ludah susah. Mendadak tubuhnya merasa panas.
Rasa takut tiba-tiba menyerangnya. Ia jadi terbayang akan adegan pemer**sa*n yang pernah ia baca di novel-novel. Seharusnya hanya satu orang yang melakukan seperti one night stand denganya lalu setelah itu mereka saling jatuh cinta, tapi kini malah ada empat pria tampan yang hendak me*pe*k**anya.
Egy menggeleng-gelengkan kepalanya saat otak kecilnya itu memikirkan hal-hal kotor. Bisa-bisanya ia memikirkan hal yang seperti itu. Pikirannya memang sudah tak polos lagi.
Rizky membelai rambut Egy dan menciumnya. "Rambutmu sangat wangi, " bisiknya dengan nada menggoda.
"BANG--- "
"Syutt! " Davit membekap mulut Egy dengan tangannya.
" Diamlah dan nikmati saja! "
__ADS_1