Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Mengungkapkan rasa


__ADS_3

"Kak Farel lucu! Kalau begitu kenapa Kakak, tidak menyuruh mereka untuk berhenti pacaran juga? "


"Kalian sangat menyebalkan! Kalian mengganggu kami! "


Egy menunjukkan raut wajah tak senang. Ia membiarkan Four Star berpikir bahwa Egy memang sedang menikmati waktu bermesraannya bersama Agil dan tak


menyukai kedatangan mereka.


Sadar atau tidak, dada mereka rasanya sesak. Four Star tak mengira respons Egy akan seperti ini. Gadis itu terlihat begitu mencintai Agil. Kenyataan ini cukup menyentil hati kecil mereka.


"Larangan ini berlaku mulai sekarang dan kalian orang pertama yang kena sangsi!" tegas Farel.


Banyak pasangan kekasih di sekolah ini dan lihatlah, mereka berpacaran di kantin. Farel melihatnya, mereka berenam melihatnya. Sayangnya Farel tak mau kalah, jabatannya sebagai ketua osis harus digunakan sebaik mungkin. Anggap saja ini memeng peraturan baru yang ia buat, di sekolah dilarang pacaran.


"Kalian nggak bisa gitu dong! Bahkan jika ada aturan baru, aturan itu harus berdasarkan izin kepala sekolah! " dengus Egy.


"Menurut Lo, kepala sekolah sanggup menolak kami? " cetus Galih dengan begitu santainya.


"Ck! "


Egy dan Agil berdecak.


Meskipun sekolah ini tidak memandang mana yang kaya mana yang miskin, namun tetap saja. Yang kaya selalu istimewa. Apalagi Four Star, keluarga mereka adalah empat keluarga paling kaya. Andai kata mereka ingin apa maka tinggal katakan dan semuanya akan terwujud.


Kepala sekolah adalah orang yang cukup tahu diri. Melawan empat keluarga besar bukanlah hal yang dianjurkan. Jika ingin hidup tenang, maka turuti apa kata mereka. Terdengar cukup menyeramkan memang, namun memang begitu adanya.


Empat keluarga besar itulah yang berkuasa. Membuat masalah dengan mereka maka setelahnya hidup orang itu tak akan tenang.


"Cih, memang tidak ada bedanya! Menjijikkan, " batin Egy dalam hati dan berdecih jijik.


Rasa tidak sukanya meningkat sekarang sedangkan persentase rasa suka itu sendiri justru menurun drastis.

__ADS_1


"Egy! Berhentilah berpacaran dengan dia! Orang ini bukan orang baik! " seru Rizky menunjuk Agil.


Sontak saja perkataan Rizky langsung dihadiahi tatapan sinis dari Egy. Ternyata mulut Rizky cukup tidak tahu diri. Dia pikir, Egy tak mengenal Agil? Ck! Sangat bodoh!


"Maksud kalian apa ngomong kayak gitu?! Terserah Gue, mau pacaran sama siapa! " sentak Egy kasar.


Mereka terperanjat, termasuk Agil juga. Agil tak menyangka reaksi Egy akan semarah ini. Sepertinya Egy tak lagi bersandiwara, ia memang merasa marah.


"Gy, semua orang juga tahu orang seperti apa dia! Dia suka bolos, sering datang telat, orang ini juga sangat berandalan! " Rizky belum menyerah, ia terus mengatakan keburuk-burukan Agil hingga membuat telinga Egy memerah karena menahan emosi. Namun Rizky hanya sedang berusaha membuat Egy sadar bahwa Agil bukanlah pacar yang baik untuknya.


Brak!


"LO PIKIR, LO SIAPA BANGS*T! SIAPA YANG NGIZININ LO, BUAT NGEJELEK-JELEKKIN KAK AGIL DI DEPAN GUE, HAH?! LO SEMUA BUKAN ORANG TUA GUE, ANJ**G! "


Egy menggebrak meja, ia berdiri dan berteriak dengan marah. Semua orang terkejut, bahkan semua orang kini menatap Egy. Semua orang heboh melihat Egy yang diapit pemuda-pemuda populer sekolah mereka. Terlebih lagi, Egy terlihat sangat marah sekarang.


Terlihat sedikit berlebihan memang tapi, Egy tidak suka ada yang menjelek-jelekkan Agil. Bagi Egy, Agil adalah yang terbaik.


Sungguh respons Egy membuat Four Star sangat terkejut. Hal ini cukup membuktikan pada mereka bahwa Egy begitu menyayangi Agil. Dada mereka semakin sesak saja. Gadis yang mereka suka kini tengah berdiri di depan mereka untuk membela cowok lain.


"TERUS MAKSUD LO APA, BANGS*T?! KENAPA GUE NGGAK BOLEH PACARAN SAMA KAK AGIL?! GUE SALAH PILIH?! TERUS MENURUT LO, YANG KAYAK GIMANA YANG MENURUT, LO BAIK?! "


Egy tak bisa berhenti ngegas. Emosinya sepertinya sudah sampai puncak! Kata-kata kasarnya terus keluar. Jangan salahkan Egy, memang inilah dia.


Emosi dan amarah Egy yang tiba-tiba meluap tentu saja membuat Four Star terkejut. Egy marah karena Rizky mengatakan hal buruk tentang Agil. Ini nemberikan goresan yang cukup dalam di hati para Four Star. Tindakan Egy ini menjelaskan bahwa betapa dia sangat menyayangi Agil dan itu semakin membuat Four Star merasa sakit hati.


Mereka memang belum lama bertemu, tapi rasa cinta yang mereka rasakan adalah nyata dan sungguh-sungguh.


Suasana tiba-tiba berubah tegang, seluruh atensi terfokus pada Egy yang sedang terulut emosi. Lagi-lagi Egy terlibat masalah dengan Four Star. Entah keberanian dari mana hingga Egy begitu tak takutnya berurusan dengan mereka.


Semua orang tak habis pikir, Egy baik-baik saja hingga sekarang. Padahal Egy telah terlibat rumor tak sedap dengan Four Star. Dengan itu, seharusnya empat keluarga itu tak tinggal diam, apalagi mengenai nama baik mereka. Jika mau, mereka bisa membuat Egy jatuh sejatuh-jatuhnya.

__ADS_1


Hal itu tak terjadi karena Four Star melindungi Egy dari keluarga mereka. Mereka mengatakan bahwa Egy tak tahu apa-apa tentang rumor itu, semuanya hanya salah paham. Akhirnya keluarga mereka mengalah dan membiarkan anak-anaknya menyelesaikan masalah sendiri, toh, rumor itu juga sudah dibungkam.


Lagipula sebenarnya, tak akan ada yang bisa menyentuh Egy, secuil 'pun!


"Yang jelas bukan dia! " Davit menyahut dengan dingin.


Egy menetralkan emosinya, ia menatap Agil yang nampak santai. Ck, tidak lihatkah dia bahwa Egy sedang membelanya!


Biarkan Egy meredam amarahnya, ia tidak boleh kelepasan. Biar bagaimanapun, apa yang ia lakukan mempengaruhi rencana yang sedang ia jalankan.


"Lalu siapa? Kalian?! Huh! " Egy tertawa remeh.


Galih ikut berdiri.


"Ya, kami. Setidaknya kami jauh lebih baik dari dia! " seru Galih menunjuk Agil yang bahkan hanya mengedikkan bahu. Galih dengan begitu pd-nya mengatakannya, sebab menurutnya merekalah perbandingan yang pantas atau bahkan jauh lebih pantas. Mereka merasa, Agil bukan apa-apa dibanding mereka.


"Lo gila! " Egy berseru dengan tidak senang.


Mereka? Cih! Mereka pikir mereka pantas!


"Ya, Gue gila! Gue suka sama Lo! Gue gila karena Lo! "


Semua orang saling pandang dan terkejut mendengar ucapan Galih. Apa mereka tak salah dengar?


"Gue juga suka sama Lo!"


"Gue jatuh cinta sama Lo, Egy. "


"Gue sayang banget sama Lo. Gue nggak rela Lo pacaran sama orang lain! "


Ini bahkan jauh lebih gila! Empat orang pemuda menyatakan cinta kepada satu gadis yang sama. Benar-benar gila! Mereka adalah sahabat, tapi mereka juga menyukai gadis yang sama. Hal ini cukup menandakan bahwa persahabatan mereka tidak akan baik-baik saja setelah ini. Akan ada hati yang sakit, cermburu, dan tak rela.

__ADS_1


__ADS_2