Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Tak mau melepaskan


__ADS_3

"Jadi Lo, senang karena hal ini? "


"Ya iyalah! Emang itu tujuan Gue dari awal, " sahut Egy dengan senyum merekah.


"Nggak bisa! Rumor itu memang perlahan hilang tapi belum sepenuhnya hilang! " sentak Davit.


Egy mengernyit, ia merasa heran dengan reaksi pemuda-pemuda itu. Wajah mereka bahkan terlihat suram dan datar, tidak ada rasa senang tergambar di sana. Bukankah seharusnya mereka senang mendengar kabar ini? Kenapa mereka justru terlihat marah.


Ada kalanya Egy benar-benar gadis polos yang tak tahu apa-apa. Ada beberapa hal yang tak dapat dijangkau oleh otaknya. Dalam pikirannya, Egy merasa senang karena jika rumor itu hilang maka dia tak perlu lagi menjadi babu. Sedangkan Egy tak menyadari bahwa Four Star berpikir lain. Mereka mengira Egy ingin menjauhi mereka.


Dua pemikiran berbeda ini sungguh menyebalkan. Namun Four Star benar juga, Egy memang berniat menjauhi mereka. Egy rasa ide dari Davit sudah tak bagus lagi. Egy yang kemarin mulai ragu harus kembali memantapkan hati. Jadi, ia tak ingin kembali luluh dan ragu jika terus berdekatan dengan mereka. Sikap baik mereka membuat Egy merasa bersalah.


Namun kali ini ia mungkin tak akan menyangka jika ia terjebak dalam permainannya sendiri. Four Star tak mengizinkannya untuk bebas dari cengkeraman mereka.


"Kalian kenapa? Kalian benar-benar suka, ya, nyuruh-nyuruh Gue? Kalian kaya, 'kan? Kalian bisa cari seseorang yang mau jadi pembantu kalian dan itu bukan Gue! " kesal Egy.


Rizky menggelang. "Kami nggak jadiin Lo, pembantu. Justru kita perlakukan Lo dengan sangat baik, 'kan? "


Egy menyipitkan mata dan menghembuskan nafas kasar. Ia mulai tak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Mereka benar-benar membuat Egy kesal sekarang.


"Kak Rizky benar, tapi tetap saja kalian memperlakukan Gue, sesuka hati kalian! " bantah Egy.


Meski mendapatkan perhatian lebih, nyatanya mereka masih menyuruh-nyuruhnya melakukan banyak hal. Egy tak menyukainya, ia merasa tak bebas dan terkekang. Egy tidak tahu dan tidak peka bahwa Four Star melakukan itu hanya agar selalu dekat dengannya.


"Gue nggak suka diperlakukan seperti itu. Gue juga nggak minta kalian perhatian sama Gue. Kalian yang kasih dan Gue nggak minta sama sekali! " lanjut Egy kini dengan ekspresi yang jauh lebih serius.

__ADS_1


Dia hanya ingin bebas, apa begitu susah? Kalian, rumornya mulai hilang. Apalagi yang perlu ditunggu?!


"Kenapa Lo bisa ngomong kayak gini sekarang? Egy, ucapan kita kemarin itu sungguh-sungguh, tidak ada yang bercanda! " cicit Farel.


Farel merasa ini adalah tindakan yang menyatakan penolakan. Secara tak langsung, Egy ingin menjauhi mereka dan artinya Egy menolak perasaan mereka. Sesuatu yang terus ia pikirkan sejak tadi, Farel sudah menyiapkan hati agar mampu menerima kenyataan seandainya Egy menolaknya. Namun kini, hatinya bahkan sangat-sangat sakit. Rasanya percuma menata hati karena pada akhirnya Egy mampu memporak-porakkannya sampai berkeping.


Egy mengatakan hal ini setelah kejadian kemarin. Sikapnya seakan ingin menjauh. Sungguh, tindakan Egy secara tak langsung menggambarkan penolakan atas ungkapan cinta dari Four Star.


Egy sepertinya harus mengubur dalam-dalam keinginannya agar segera lepas dari Four Star. Mereka bahkan tak terlihat akan melepaskannya. Huh, Egy pikir ia akan segera bebas.


"Gue harus ngomong apa kalau gitu? Gue nggak suka jadi babu dan soal ucapan kalian kemarin ... bukannya semua udah jelas? Gue udah punya pacar! " terang Egy.


Egy bisa melihatnya, rasa kecewa di mata mereka. Mendengar ucapan Egy, mereka langsung menurunkan bahu lemas. Egy tak mengerti, kenapa mereka sampai seperti ini? Mereka bahkan baru kenal dalam beberapa waktu yang singkat, apa menurutmu Egy akan percaya bahwa mereka benar-benar jatuh cinta?


Mereka terlihat sungguh-sungguh mencintai Egy bahkan kekecewaan itu jelas terlihat tapi mereka juga harusnya sadar, dari awal Egy hanya akan menolak mereka dan begitu terus sampai akhir.


"Sedikit saja, apa nggak ada celah? Lo, masih nggak percaya? Meski pertemuan kita singkat, tapi perasaan Gue sungguhan, tidak ada candaan! " Galih mengangkat dagu Egy, ia menatap lamat-lamat netra kecokelatan milik gadis itu.


Egy menahan nafas, posisi wajah Galih terlalu dekat dengan wajahnya. Jujur sama ini tak baik untuk jantungnya.


"Kak Galih, tahu Gue udah punya pacar! "


"Gue tahu, tapi kalau Lo, mau maka nggak akan serumit ini, " balas Galih masih senantiasa menatap Egy dalam dan lembut.


"Maksud Kak Galih? " Egy mengernyit bingung.

__ADS_1


"Sederhana, Lo tinggalin pacar Lo dan pacaran sama Gue! " seru Galih.


"Nggak semudah itu! " sungut Egy memalingkan wajahnya.


Galih menarik satu sudut bibirnya, menyeringai.


"Artinya Lo mau? "


Egy diam tak menjawab. Sikap diam Egy inilah yang membuat mereka bingung dan menjadi berharap lebih.


Kali ini Rizky mendekati Egy, menarik pelan lengan gadis itu dan membawa ke dalam pelukannya. Egy melotot terkejut, ia bisa mendengar ritme detak jantung Rizky dalam posisi ini. Wajahnya tepat di dada Rizky, jantung pemuda itu berdetak menggila.


Rizky mendekap erat-erat tubuh Egy yang menegang kaku. "Gue berharap Lo, pilih Gue. Namun kalau Lo, nggak mau, Lo, bisa pilih salah satu di antara kita. Asalkan jangan cowok berandal itu, " lirih Rizky.


Ambisinya untuk mendapatkan Egy memang sangatlah besar, tapi jika gadis itu tak memilihnya maka ia juga tak rela Egy dengan Agil. Biar Egy bersama dengan salah satu di antara temannya yang jelas-jelas ia tahu baik, jauh halnya dengan Agil yang berandal dan urakan. Rizky ingin Egy mendapatkan yang terbaik.


Meski dengan sahabat sendiri, melihat salah satu di antara mereka sangat dekat dengan gadis yang dicintai tentu sangat tidak suka. Sebenarnya mereka merasa cemburu saat satu sama lain mendekap atau berada dekat dengan Egy, sesuatu yang wajar ketika jatuh cinta. Farel menahan cemburu melihat Galih dan Rizky, dan Davit 'pun merasakan hal yang sama. Sejak tadi Davit hanya diam, entah apa yang pemuda itu pikirkan.


Galih cemburu, Rizky juga bisa cemburu apalagi Farel yang sangat mudah cemburu. Meski dingin, Davit juga cemburuan.


Mereka berempat saling mencemburui.


Egy meringis dan mendorong pelan tubuh Rizky agar pelukan mereka terlepas. Ia tak ingin Rizky mendengar detak jantungnya yang ikut menggila jika berada dalam posisi sedekat itu.


"Bukannya kemarin Gue bilang, Gue nggak suka ada yang ngejelekkin Kak Agil di depan Gue? Kak Rizky masih berani? " Sorot mata Egy kembali tak suka.

__ADS_1


Rizky menghembuskan nafas pelan. "Ya, tapi Gue nggak bisa berhenti khawatir! "


__ADS_2