Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Jadi pacar mereka


__ADS_3

"Kalau apa, Kak? " tanya Egy tak sabaran.


"Kalau yang jadi pacar Gue itu ... Lo! "


Jawaban Rizky benar-benar membuat Egy terkejut setengah mati. Bagaimana bisa? Ba--bagaimana mungkin? Batin Egy tak percaya.


"Gue juga! "


"Gue juga! "


"Gue juga! "


Otak Egy rasanya berhenti berfungsi. Seketika ia nge-blank. Apa Ia tak salah dengar? Rizky baru saja menginginkannya menjadi pacar? Tidak, tidak, bukan Rizky saja. Tapi juga Farel, Davit, dan Galih. Apa mereka masih waras?


"Wait! Maksudnya gimana? "tanya Egy dengan bingung.


Lebih dari pada bingung, Egy justru merasa tak percaya. Ucapan mereka benar-benar membuatnya terheran-heran. Apa-apaan dengan mereka berempat yang sama-sama mau menjadikannya pacar? Sungguh tak habis pikir.


Sedangkan empat pemuda itu justru terlihat sangat santai. Mereka mengabaikan raut wajah Egy yang terlihat penuh dengan tanya.


"Kak, Gue benar-benar nggak ngerti. Maksud Kalian, tuh, kalian lagi nembak Gue? " tanya Egy dengan menunjuk dirinya sendiri.


Tak!


"Ge er! " seru Farel menjitak kening Egy hingga sang empu mengaduh kesakitan.


"Ya, terus apa?! " sentak Egy. Ia mengerucutkan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Lo mau kita ngikutin rencana Lo, buat punya pacar, 'kan? Nah, Gue mau ngelakuin rencana Lo itu. Asalkan, yang jadi pacar Gue itu Elo! " terang Rizky. Egy melongo di tempat setelah mendengar kepastian dari Rizky.


"Hmmh! Gue juga mau asalkan yang jadi pacar Gue itu Lo! " sahut Farel!


"Gue juga! " imbuh Davit.


"Gue 'pun sama! " Galih juga mengatakan hal yang pada intinya sama. Mereka semua ingin Egy menjadi pacar mereka. Tapi bagaimana bisa? Apa kata orang nanti jika Egy memacari empat pria sekaligus?


Egy menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak gatal. "Tuh, 'kan! Kalian suka sama Gue, ya? " lirih Egy.


"Ck! Mana ada! Itu, 'kan ide Lo! " kilah Galih. Galih memalingkan wajahnya tak ingin menatap Egy.


Jujur saja saat menatap Egy, pipinya terasa memanas. Mungkin saja pipinya akan memerah. Itulah sebabnya Galih selalu saja cari ribut dengan Egy. Semua itu supaya ia dapat menutupi kegugupannya. Jujur saja ini kali pertamanya ia merasa seperti ini saat berhadapan dengan perempuan.


"Iya, ide Gue. Tapi bukan Gue yang harus jadi pacar kalian. Kalian harus cari cewek lain. Cewek yang tulen dan feminim, biar orang percaya kalau kalian normal, " ucap Egy.


Empat pemuda itu dengan saksama menatap Egy secara intens. Membuat Egy yang ditatap seperti itu menjadi gugup. Namun rasa gugup itu seolah habis terbakar oleh rasa kesal saat mendengar lontaran kalimat dari mulut Galih.


"Emangnya Lo, bukan cewek tulen? Lo, cewek jadi-jadian? "


"Gue cewek tulen, bangs*t! Gue, tuh, cewek seutuhnya dengan kualitas tinggi. Jangan asal bicara, Lo! " tekan Egy dengan marah.


"Ya, udah. Artinya nggak ada masalah, 'kan? " ucap Farel menatap Egy dengan santai.


Egy mendengus. Ia benar-benar merasa tak habis pikir dengan empat pemuda yang bersamanya itu. Sebenarnya mereka menjadi siswa-siswa pintar dan berbakat itu karena apa? Saat ini mereka justru terlihat seperti seorang idiot bagi Egy. Gaya pikir mereka tak bisa dicerna oleh otak kecil Egy.


"Ada masalahnya! " sentak Egy dengan nafas memburu. Raut wajahnya terlihat sangat kesal. "Kalian ini bodoh atau emang nggak pintar? Kalian berempat, Gue cuman sendiri, satu orang! Terus kalian mau Gue jadi pacar kalian. Heh! Kalian pikir Gue cewek apaan sampai-sampai pacaran sama empat cowok sekaligus?! " cerocos Egy kemudian.

__ADS_1


Mereka tersenyum tipis melihat kekesalan Egy. Mereka memang suka sekali membuat Egy kesal. Menurut mereka, ekspresi gadis cerewet itu saat kesal dan marah justru terlihat menggemaskan. Di mata mereka Egy terlihat imut seperti anak kucing.


Sedangkan mereka sama sekali tak tahu isi hati Egy sekarang. Egy marah sama seperti apa yang ia ekspresikan. Batinnya terus saja mengumpat. Egy merasa geli melihat tingkah para pemuda itu yang terlihat seperti menggodanya. Egy merasa muak! Jika bukan karena ia yang akan tetap jadi babu jika tidak bisa membersihkan nama mereka dari rumor itu, mungkin Egy tak akan repot-repot memikirkan rencana apapun. Ia ingin segera lepas dari mereka.


"Cuih, mereka pikir mereka pantas?! " umpat Egy dalam hati. Ia tak pernah membayangkan menjadi pacar salah satu di antara Four Star. Apalagi dengan keempatnya jangan. Hih, ia tak mau.


Tak ada yang tahu isi hati Egy. Apalagi Egy terlihat nyaman-nyaman saja dekat dengan pemuda-pemuda tampan itu. Four Star sendiri merasa percaya diri bahwa Egy adalah salah satu fans mereka. Mereka berpikir bahwa kejadian kemarin di depan papan mading adalah salah satu trik Egy untuk mencari perhatian mereka. Anehnya mereka justru merasa tertarik dengan Egy.


"Syuttt! " Rizky menyuruh Egy untuk diam dan berbicara dengan santai. "Koreksi, oke? Pacar pura-pura! Cuman jadi pacar pura-pura, " ucap Rizky.


"Pacar pura-pura! Pacar pura-pura! Mau pura-pura mau nggak, tetap saja nggak bisa! Di mata orang lain terlihat seperti pacaran beneran, tapi mana boleh satu cewek pacarnya empat cowok! Kalian gila! " Egy langsung ngegas.


"Heh, jangan teriak-teriak nanti orang-orang pada denger, " seru Farel.


Untungnya tidak ada yang memperhatikan mereka. Posisi mereka cukup jauh dari meja yang biasanya ramai oleh siswa-siswi yang berkumpul, jadi perbincangan mereka hanya mereka yang tahu.


Egy menatap mereka dengan kesal. Batinnya tiada henti menggerutu dan mengumpati empat pemuda itu.


"Ya, Lo gantian jadi pacar kita. Seminggu sama Gue minggu berikutnya Lo pilih deh sama siapa. Kalau seminggu terlalu singkat, sebulan juga boleh, " seru Rizky dengan santai.


Egy tersenyum kecut. "Huh, itu bahkan tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru akan menambal masalah. Si alan! Kalian mau Gue lama-lama jadi babu kalian, 'kan? " geram Egy.


"Ya, terserah. Lo nggak bisa membersihkan nama kita dari rumor itu, artinya Lo bakal jadi babu kita dalam jangka waktu yang lebih lama. "


Tentu saja mereka ingin Egy lama-lama menjadi babu mereka. jangan salahkan mereka, hati merekalah yang telah tertarik pada Egy sejak pertemuan pertama antara mereka di depan papan mading waktu itu. Mereka menyadari bahwa Egy berbeda dan dengan menjadikan Egy sebagai babu hanyalah trik mereka agar bisa semakin dekat dengan Egy. Walaupun empat pemuda itu tidak pernah saling jujur bahwa masing-masing dari mereka tertarik pada Egy tapi secara kebetulan mereka berpikiran sama. Mengikat Egy dengan cara menjadikannya babu sampai Egy bisa membersihkan rumor itu.


Dan empat pemuda tampan itu mungkin tak akan pernah mengikuti rencana Egy untuk membersihkan rumor itu. Sebenarnya mereka tidak peduli akan rumor itu. Mereka hanya ingin Egy di sisi mereka.

__ADS_1


__ADS_2