Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Rumor semakin panas


__ADS_3

"Iya, buktinya mereka nggak pernah pacaran! "


"Padahal mereka tampan banget! Sayang deh, belok! "


"Nggak pa-pa deh. Mereka tetap ganteng kok, Gue jadi pacar pura-puranya juga nggak masalah. "


"Yang Gue denger. Pacarnya tuh, minta putus gara mereka g*y. "


"Iya, murid kelas sebelas itu yang bilang. Gue lihat sendiri, dia minta putus sama Davit. Dia bilang Davit sama yang lainnya tuh, g*y. "


"Bukannya itu murid yang Lo maksud? "


"Nah, iya. Itu orangnya! "


Egy tersenyum canggung saat beberapa orang terlihat menatapnya sembari berbisik-bisik. Telinganya bahkan mampu dengan baik mendengar apa yang orang-orang itu bicarakan. Sepanjang kakinya melangkah, yang terdengar di telinganya hanyalah tentang Four Star maupun dirinya.


Rumor itu masih dengan panasnya menjadi topik pembicaraan. Tak menutup kemungkinan bahwa rumor ini tak hanya menyebar di lingkungan sekolah tapi mungkin akan merambah ke media sosial dan publik yang lebih luas. Secara semua orang tahu siapa Four Star. Mereka berempat sudah dikenal publik sejak lama. Latar keluarga mereka yang tak main-main membuat mereka dikenal secara luas.


Jika rumor ini benar-benar menyebar sampai luar sekolah maka dampaknya mungkin akan jauh lebih buruk. Citra mereka berempat akan ternodai. Terlebih lagi nama besar keluarga mereka akan tercoreng.


Akan muncul berita-berita yang mengatakan bahwa anak dari dua pengusaha terkenal negeri ini adalah seorang penyuka sesama jenis.


Seorang anak chef terkenal juga diberitakan hal yang sama.


Apalagi Davit, berita tentangnya mungkin akan menyebar jauh lebih cepat. Ibunya adalah seorang publik figur. Tak hanya model terkenal tapi juga aktris senior berbakat. Jika rumor tentang Davit yang g*y sampai di telinga wartawan maka dapat dipastikan ibunya itu akan mendapatkan masalah. Citranya akan merosot jatuh.


Di negara ini, hal-hal seperti penyuka sesama jenis itu adalah hal yang tak wajar. Meski mungkin di beberapa negara hal seperti itu sudah menjadi hal biasa namun di Indonesia sendiri ini adalah hal yang sedikit memalukan. Mungkin beberapa orang menganggap hal ini tak ada salahnya, namun nyatanya ini adalah hal yang salah.


Beberapa orang mungkin berpikir, "ya terserah saja orang-orang itu mau gimana. Itu hak mereka " Menurut sebagian orang tak ada yang salah dari suka sesama jenis. Namun jauh lebih banyak lagi yang berpikir bahwa suka sesama jenis adalah hal tak wajar. Bahkan beberapa orang mengatakan, inilah tanda-tanda akhir zaman.


"Egy! "

__ADS_1


Egy menghentikan langkahnya. Dari depan ia melihat seorang gadis tengah berlari menghampirinya. Gadis itu adalah Fika.


"Gawat! Gawat, Egy, Gawat! " Fika berseru dengan panik. Tercetak jelas kecemasan di wajah cantiknya itu.


"Ada apa, sih? " Egy menyentak tangan Fika yang menggoyang-goyangkan bahunya.


"Lo, lihat ini! " Fika menyodorkan gawainya.


Mata Egy membola saat melihat apa yang Fika tunjukkan. Fika menunjukkan padanya beberapa laman media sosial yang menyebarkan isu tentang Four Star. Isu itu sama seperti rumor yang tengah beredar di sekolahan. Bahkan di sana di sebutkan bahwa seorang gadis meminta putus karena pacarnya g*y. Namanya dan nama para Four Star telah tercetak jelas di sana.


Hal yang baru saja Egy khawatirkan kini telah terjadi.


"Kok bisa? Kenapa sampai nyebar di medsos?! " pekik Egy ikut panik.


"Pasti ada yang nyebarin, " ucap Fika.


"Siapa yang bernai nyebarin ini ke medsos? Orang itu terlalu percaya diri. Apa dia nggak tahu kalau dia sedang mengusik singa tidur, " ucap Egy.


Menurut Fika Egy terlalu santai menghadapi masalah ini. Kali ini masalah jauh lebih serius karena rumor itu telah menyebar sampai media sosial. Mungkin akan baik-baik saja kalau cuman menyebar tanpa adanya dampak. Sayangnya, jika keluarga dari Four Star itu tahu maka Egy akan terkena masalah.


Bisa jadi akan di penjara karena pencemaran nama baik. Atau mungkin langsung dihabisin dan dibuang ke jurang. Keluarga dari para pria tampan itu bukanlah keluarga yang mudah di usik. Egy benar-benar dalam masalah sekarang. Dia terlalu berani. Gadis bar-bar itu bahkan tak memikirkan dampak dari kejulidannya itu.


Huft....


"Aih.... Gue, 'kan nggak sengaja waktu itu, " ucap Egy.


"Dasarnya Elo yang terlalu bar-bar! Lo ngomong hal kayak gitu di depan puluhan murid, otomatis rumor ini menyebar karena mereka. Kali ini Lo dalam masalah besar. " Fika mengacak rambut prustasi. "Kalau keluarga mereka tahu tentang masalah ini, Gue nggak yakin Lo masih bisa senyum apa nggak besok, " lanjutnya menggeleng lemah.


Egy terdiam. Ia tahu Fika tengah mengkhawatirkannya. Meskipun Fika sempat kesal karena rumor yang ia sebabkan tapi Fika tetaplah sahabatnya. Seberapun cueknya gadis itu padanya, Fika tetap tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya itu.


Mereka berteman sudah lebih dari satu tahun. Fika cukup baik mengenalnya begitupun sebaliknya. Walau mereka sering bertengkar namun mereka tetap saling peduli.

__ADS_1


"Lo tenang aja! Gue bisa selesain ini secepatnya. Hal-hal yang ada di otak Lo itu nggak bakal terjadi, " ujar Egy menenangkan Fika


Fika terdiam menatap Egy. "Gue bakal sial nggak sih, kalau percaya sama Lo? "


"Anj**g! " umpat Egy membuang muka.


*


*


*


Malam telah beranjak datang. Bulan telah dengan angkuhnya bertahta di langit. Bahkan ketika langit telah gelap, tapi bumi masih memperlihatkan gemerlap kecil cahaya kota-kotanya.


Seorang pemuda berhoodie dongker nampak memasuki sebuah cafe. Ia berjalan ke arah salah satu meja yang ada di sana dan memesan minumannya. Wajah pemuda itu tertutupi oleh tudung hoodie. Namun dari postur badannya yang terlihat, sedikit bisa di simpulkan bahwa dia berperawakan bagus.


Saat pemuda itu sibuk dengan gawainya, terlihat satu orang pria dewasa datang mendekatinya. Pria dewasa itu duduk di hadapannya.


"Bagaimana? " tanya pemuda berhoodie itu sesaat setelah pria itu duduk.


"Sesuai yang Lo minta. Gue udah nyebarin rumor itu dengan beberapa akun palsu. Gue pastikan, besok berita bakal jadi trending, " jawab pria dewasa itu.


Pemuda itu tersenyum miring mendengar jawaban pria di depannya. "Bagus! "


"Kalau gitu ini bonus buat, Lo! " Pemuda itu mengeluarkan amplop yang di dalamnya berisi uang.


"Wah-wah. Rezeki nomplok nih, " celetuk pria itu senang.


Diketahu, pria dewasa berkulit sedikit hitam itu memanglah anak buah dari pemuda berhoodie itu. Pemuda berhoodie itulah dalang dibalik menyebarnya rumor tentang Four Star yang g*y di media sosial. Ia menyuruh anak buahnya itu membuat akun-akun palsu dan menyebarkan rumor itu.


"Sedikit hadiah dariku, Egy. Setidaknya permainanmu akan menjadi lebih menyenangkan! "

__ADS_1


__ADS_2