Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Publik yang heboh


__ADS_3

Esok harinya, seluruh sosial media benar-benar dihebohkan dengan isu yang mengatakan bahwa Four Star adalah seorang penyuka sesama jenis. Postingan dari beberapa akun media sosial berhasil mencuri atensi publik. Banyak masyarakat yang merasa terkejut. Lebih-lebih sebagian orang-orang malah menganggap ini benar. Walau begitu banyak juga yang tak percaya. Kebanyakan yang tak percaya adalah para fans dari Four Star.


Rumor itu memang telah menyebar luas. Banyak akun-akun gosip yang terus menyebarkan rumor itu. Seluruh sosial media dihebohkan oleh rumor itu. Bahkan rumor itu menjadi trenting topik dan berita terpanas di saat ini. Bahkan rumor itu juga telah sampai ke telinga keluarga dari para Four Star.


"Tuan, hanya dalam waktu semalam ini muncul berita kurang mengenakan tentang Tuan Muda Anggara. " Pria bersetelan formal yang diketahui berprofesi sebagai Asisten itu membungkuk hormat di depan bosnya.


Tommy Anggara, ayah dari Galih itu menatap asistennya tajam. "Berita apa? "


"Ada beberapa akun sosial media yang memposting sebuah isu yang mengatakan bahwa Tuan Muda dan teman-temannya itu seorang g*y, " jawab sang Asisten.


Tommy menghela nafas kasar mendengar jawaban dari asistennya.


Tring!


Tring!


Tring!


Tommy mengambil gawainya yang berdering di atas meja. Tertera nama si pemanggil dalam layar adalah Ranny, ibu dari Davit.


"Halo, Ran, " sapa Tommy.


[ Tom! Kamu sudah melihat berita menghebohkan tentang anak-anak kita?] Dari seberang sambungan, nada bicara Rani terdengar sangat panik.


"Yes. Aku baru saja melihatnya, " balas Tommy. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kebanggaannya itu.


[Apa yang lainnya juga sudah tahu?]


"Kupikir sudah. "


[Dengar, Tom! Kau harus segera membereskan rumor ini. Kau tahu bukan, ini sangat mengganggu karirku.]


"Tenanglah, Ran! Akun yang menyebarkan rumor itu hanyalah akun palsu. Kupikir ini hanyalah salah satu trik dari musuk salah satu di antara kita, " ucap Tommy.


[Aku tidak peduli ini ulah siapa, Tom! Yang jelas, cepat Kau singkirkan rumor-rumor ini. Apapun caranya!]


Sebagai seorang aktris dan model terkenal, hal-hal seperti ini sangat mengancam karir Ranny. Mungkin tak akan sampai membuatnya bangkrut dan dibuang dari industri hiburan, hanya saja rumor seperti ini tetap akan mempengaruhi citranya. Rumor itu pasti akan tetap meninggalkan jejak. Asumsi masyarakat pasti sudah mempertanyakan kebenarannya. Meskipun rumor itu lenyap, tapi akan tetap meninggalkan tanya dan kesan buruk di hati masyarakat.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah. Aku akan segera menyelesaikannya, " ujar Tommy sebelum mengakhiri sambungannya.


"Bayu, segera hapus berita ini semua. Bungkam semua akun-akun gosip itu agar berhenti menyebarkan berita-berita tidak benar ini! Tidak peduli berapapun mereka meminta bayaran, berikan saja. Jika tetap tidak mau menghapusnya, singkirkan saja mereka, " perintah Tommy. Kemudian ia berniat menghubungi orang tua Rizky dan Farel.


Tak hanya mengancam karir Ranny, rumor itu juga dapat mengancam bisnis keluarga Anggara ataupun keluarga Qy dan Atmaja. Rumor itu bisa dimanfaatkan oleh musuh-musuh bisnisnya untuk menjatuhkan reputasinya. Hal yang juga ditakutkan adalah rumor itu mungkin akan mempengaruhi kepercayaan rekan-rekan bisnisnya hingga membatalkan kerja sama yang dapat membuatnya bangkrut.


Sang asisten mengangguk patuh dan pamit undur diri. Ini adalah pekerjaan biasa baginya. Ia sudah kerap kali bertugas untuk membersihkan trik-trik kecil semacam ini. Trik menjatuhkan empat keluarga besar lewat media massa seperti inj sudah sering terjadi. Hal-hal seperti ini cukup berpengaruh bagi bisnis mereka. Sebab citra tetaplah yang utama.


*


*


*


Begitu jam istirahat dimulai, Egy telah terburu-buru keluar dari kelasnya. Ia berlari ke arah UKS. Ia harus bersembunyi dari Four Star dan para fans-fans mereka yang terus menyerangnya dengan berbagai tuntutan tanya. Menyebar luasnya rumor tentang Four Star itu benar-benar membuatnya pusing. Ia bahkan belum menemuka solusi tentang rumor yang masih sebatas lingkungan sekolah tapi kini rumor itu malah menyebar luas.


Ceklek!


Egy membuka pintu uks dan buru-buru masuk. Terlihat dua orang petugas PMR menatapnya dengan heran.


"Ada apa? Lo sakit? " tanya salah satu petugas PMR.


Terlihat salah seorang dari mereka mengambil obat. " Ini! Cepat minum supaya pusingnya reda, " ucapnya.


"Ah, iya. Terima kasih, " balas Egy menerima obat tersebut.


"Kita mau makan dulu. Obatnya cepat di minum ya. " Dua orang petugas PMR itu berjalan keluar UKS.


Setelah mereka benar-benar telah menghilang dari pandangan, Egy menghelas nafas lega. Ia mengedik acuh dan memasukkan obat pemberian itu ke saku seragamnya.


"Gue emang pusing tapi obat ini nggak bakal bisa nyembuhin pusing Gue, " gumam Egy.


Egy berjalan ke arah salah satu ranjang UKS. Di dalam UKS ini ada tiga ranjang yang disediakan untuk murid-murid yang tiba-tiba sakit dan butuh perawatan. Setiap ranjang di pisahkan oleh sebuah tirai.


Egy merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia menatap langit-langit UKS dengan seksama. Dalam benaknya terus terpikir, siapa yang menyebarkan rumor ini sampai ke sosial media?


Semalam Egy bahkan menyelidiki sendiri akun-akun gosip yang menyebar luaskan rumor ini dan semua akun itu adalah akun palsu. Tidak ada keterangan yang lengkap tentang akun-akun gosip itu.

__ADS_1


Egy mengambil gawainya dan mulai mengotak-ngatiknya.


"Emh! " Kening Egy mengerut. "Semua berita itu sudah hilang? "


Egy heran melihat semua berita tentang Four Star kini telah lenyap dari sosial media. Semuanya telah benar-benar hilang tanpa jejak. Yang ada tinggal beberapa postingan akun netizen yang ikut bingung seperti dirinya.


Itu artinya, Tommy sudah berhasil menghapus rumor-rumor yang tersebar di sosial media.


Egy tersenyum miring. "Ck! Uang memang dapat melakukan apapun, " gumamnya.


Ting!


Sebuah pesan nampak masuk dari aplikasi hijau bergambar telepon.


[Bagaimana hadiah dariku?]


Egy terkekeh kecil melihat isi pesan tersebut. Dari sini ia dapat menebak siapa dalang dibalik hebohnya sosial media malam hingga siang ini.


[Cukup menarik.] Balas Egy.


[Tapi sekarang beritanya telah lenyap. Apa Aku masih harus berterima kasih?]


Egy kembali mengirimkan pesan.


[Tentu saja. Aku mendapat uang berkat permainanmu. ]


[Artinya, Kau yang harus berterima kasih padaku.]


[Baiklah. Terima kasih Tuan Putri. ]


Egy lagi-lagi tersenyum mendapati balasan dari orang yang mengirimnya pesan.


Sekarang Egy tahu siapa yang telah menyebarkan rumor itu. Sebenarnya sejak awal ia tak masalah rumor itu menyebar dengan luas. Karena pada dasarnya itu tidak ada ruginya untuknya. Justru Ia merasa sedikit ... senang.


Yang membuatnya kesal hanyalah bagaimana ia akan menghadapi para Four Star. Jika nama mereka belum bersih dari rumor itu maka Egy harus terus menjadi pesuruh mereka. Egy merasa muak!


Srek!

__ADS_1


Egy terkejut saat tiba-tiba tirai di sampingnya terbuka. Matanya kian melotot lebar saat melihat siapa yang ada di balik tirai tersebut.


"KAK DAVIT? "


__ADS_2