Dicintai Pria Tampan

Dicintai Pria Tampan
Otak kotor


__ADS_3

" Diamlah dan nikmati saja! "


Egy berada dalam posisi terdesak. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Bisikan dari Davit bahkan membuat aliran darahnya meningkat. Sesuatu hal tidak baik ia rasakan mendorong jauh kewarasannya hingga pikiran-pikiran kotor mendominasi otaknya.


"Akh! "


Egy menggigit tangan Davit. "Dasar kalian mes*m!" pekiknya.


Davit mengibaskan tangannya yang baru saja di gigit Egy. Bekas gigitan Egy tercetak jelas di tangannya. "Mes*m bagaimana? Bukannya Lo butuh pembuktian? "


"An**ng! Gue gak butuh! " sentak Egy.


Pemuda-pemuda itu tertawa.


"Mulutmu ini sangat kasar sekali! " Rizky menyentil bibir Egy hingga membuat Egy melotot padanya.


"Brengs**! "


Suasana justru memanas. Apalagi Farel dengan sengaja melepas seragam yang ia kenakan. Sekarang ia benar-benar bertela*jang dada. Meski badannya tak terlalu besar dan kekar tapi perutnya itu terlihat berotot.


Syussss....


Darah merah keluar dari hidung Egy. Ia sampai mimisan melihat tubuh menggoda Farel.


"Si alan! Perutnya se*y banget, Gue sampai nggak tahan! " batinnya menutup hidung dengan kedua tangan.


Farel tersenyum smirk. Bahkan tiga temannya juga ikut tersenyum jahat. Mereka secara bersamaan melepas seragam mereka. Membuat aliran darah di hidung Egy semakin deras mengalir. Mereka benar-benar ingin menggoda Egy. Lihatlah perut kotak-kotak mereka. Benar-benar sesuai dengan apa yang pernah ada dalam bayangan Egy.


"Yy--yak! Kalian benar-benar mes*m! " teriak Egy.


Mungkin dia memang masih murid SMA, tapi tetap saja dia wanita normal. Dia juga menyukai pria yang tampan. Tapi kali ini dia bahkan melihat tubuh se*y pria-pria paling tampan di sekolahnya.


Four Star merasa puas melihat ekspresi Egy. Mereka bahkan sampai tak menyangka Egy akan mimisan.


"Dasar gadis kecil mes*m, " batin mereka serempak.


Egy jatuh terlentang di atas matras. Ia memejamkan matanya kuat-kuat. Rasanya ia tak sanggup melihat pemandangan indah di depannya. Apalagi perut Davit, miliknya terlihat yang paling berotot dan menggoda.


"Apa sudah pasrah sekarang? " Suara berat Davit membuatnya membuka mata seketika.


Egy mengangkat sedikit kepalanya. Dalam netranya menangkap gambaran jelas para pria tampan yang bertela*jang dada. Sangat menggoda iman. Ah, andai Gue bisa menyentuh perut mereka. Tidak! Tidak! Egy menggelengkan kepalanya saat pikiran kotor kembali melintas di otaknya.


"Kalian ini bertindak macam-macam pada gadis kecil sepertiku. Apa tidak takut dikatakan pedof*l? " cemooh Egy.


Rizky membuat gerakan menggoda. Ia menggigit bibir bawahnya dengan mengedipkan satu mata. "Tidak masalah. Gadis kecil sepertimu terlihat lebih manis, " godanya.


Egy menelan ludah. Bukankah Rizky dikenal karena tampang polosnya itu? Tapi apa ini? Kenapa dia begitu mes*m?

__ADS_1


"Si alan! Ternyata aku berhadapan dengan sekelompok singa jantan! " desis Egy dalam batinnya. Mereka membuat aliran darahnya terasa memanas. Wajahnya sampai memerah menatap pemuda-pemuda itu.


Egy bangun, ia beringsut mundur. Ia menatap pemuda-pemuda di depannya dengan sinis. Ekspresinya terlihat sangat marah dan menyeramkan. Tapi bagi Rizky dan teman-temannya Egy justru terlihat menggemaskan. Pipi Egy sedikit menggembung hingga membuatnya terlihat lucu.


"Lo membuat rumor buruk tentang kami di sekolah? Apa masih mau lari dan tidak bertanggung jawab? " Farel duduk di hadapannya.


Egy mendengus dan berkata, " membuat rumor buruk tentang kalian? Ck, apa Gue terlihat memiliki waktu yang begitu senggang untuk melakukannya? "


Galih memakai kembali seragamnya tanpa mengancingkannya kembali. "Kalau Lo nggak teriak-teriak sembarangan di depan puluhan murid waktu itu, apa menurutmu rumor ini akan menyebar dengan sendirinya? " tukasnya.


"Tapi Gue nggak berniat membuat rumor apapun, " bantah Egy.


"Tapi tetap saja ini berawal dari Lo! " sahut Galih.


Aih....


Egy menghela nafas. Tersebarnya rumor itu sebenarnya sangat sesuai dengan harapannya. Anggap saja itu adalah hadiah kecil dari seorang haters.


Awalnya Egy juga tak punya niat apa-apa. Jika bukan karena dia yang kepergok tengah menghina-hina mereka, mungkin rumor itu juga tak akan ada. Waktu itu otaknya juga secara spontan memberikan ide itu. Niat awalnya hanya ingin membuat Four Star terkejut lalu lengah dan setelah itu ia bisa kabur. Tak di sangka, kejadian itu menghembuskan rumor-rumor tak benar.


Tapi setelah rumor itu tersebar Egy juga merasa sedikit puas. Dia tersenyum senang membayang wajah-wajah Four Star yang menahan malu setiap bertemu tatap dengan murid-murid lain.


"Ternyata kalian begitu peduli dengan rumor itu? Ternyata tampan saja tidak cukup. " Egy tertawa.


Para pemuda tampan menatapnya malas.


"Kita! " sahut tiba pemuda lainnya membenarkan ucapan Galih.


"Si alan! " Egy mengusap hidungnya yang masih ada darahnya. Ia merasa malu setengah mati sekarang. Hanya melihat mereka telanja*g dada saja sudah membuatnya mimisan, bagaimana jika melihat mereka telanja*g bulat? Ugh! Lagi-lagi Egy membayangkan hal-hal mes*m.


"Dasar kalian pria-pria narsis! " umpat Egy membuat mereka tertawa.


Egy memandang mereka dengan kesal.


"Baiklah-baiklah. Kita nggak akan jadiin Lo bahan pembuktian, " seru Farel tiba-tiba.


Egy berbinar. "Benarkah? "


Farel mengangguk. "Hemm. Tapi dengan satu syarat, " balasnya.


Sorot mata Egy berubah curiga. Ia menatap Four Star dengan mata menyipit penuh curiga. "Apa syaratnya? "


"Gampang, sih. " Rizky ikut duduk di samping Farel. Ia tersenyum dan berkata lagi, "asalkan Lo mau jadi babu kita-kita dan turutin apapun perkataan kita. "


Mata Egy melebar.


"ANJ--- "

__ADS_1


Dengan cepat Rizky membungkam mulut Egy. "Ck, kenapa mulutmu kasar sekali, " selorohnya.


Dalam sekejap Egy menyentak tangan Rizky. Ia mengusap mulutnya dan memandang Rizky dengan tatapan tak suka.


"Kalian mau memanfaatin Gue?! " sentak Egy.


"Heleh. Apanya yang mau di manfaatin dari Elo? Mulut cerewet, tubuh gepeng! Tidak menarik! " cetus Galih bersedekap dada.


"Apa Lo bilang, heh? Lo gak liat body Gue yang udah mirip gitar spanyol ini? Lo gak lihat dada Gue yang mo*tok ini, eoh? " cerca Egy dengan membusungkan dadanya.


Para pemuda itu mengalihkan pandangan mereka. Sial! Egy terlalu frontal. Apa dia bahkan tidak malu bersikap menggoda seperti itu di depan mereka? Biar bagaimanapun mereka adalah pria normal. Bahkan bisa menerkam Egy sekarang juga.


Apalagi yang sebenarnya tubuh Egy terlihat sedikit berisi dan mo*tok. Di mata pria, itu terlihat menggoda.


"Kalian bahkan mau per**sa Gue tadi! " tandas Egy dengan emosi menggebu-gebu.


Plak!


Rizky melemparkan baju seragamnya ke wajah Egy yang tak tahan melihat tingkahnya. Keadaanya saat ini hanya Galih yang telah mengenakan seragam. Ya, tapi perut berotot Galih masih tetap terlihat karena bajunya tidak di kancingkan.


"Benar-benar mirip anak kucing! " ucap Rizky.


"Lo nggak punya pilihan lain. Kalau Lo nggak mau, kita bisa gunakan cara lain untuk membuktikan kalau kita ini normal. Lo mau tahu? " tanya Farel saat melihat Egy dengan kesal melempar sembarang seragam Rizky.


"Apa?! " ketusnya.


"Dengan memper**sa Lo dan merekamnya. Setelah itu tinggal kita sebar deh, beres masalah, " balas Farel dengan santai. Bahkan tiga temannya sampai terkekeh melihat betapa santainya Farel mengucapkan kata sakral tersebut. Ucapan Farel saja sampai membuat Egy terkejut untuk kesekian kalinya.


Egy menggelengkan kepalanya. "Dasar otak mes*m!"


"Otak kecil Lo ini yang mesum! " Farel menjitak kening Egy.


"Gimana? Setuju apa nggak? Lo nggak punya pilihan Lain, " tanya Davit.


"Kalau Lo nolak. Hari ini juga Lo kita eksekusi! " imbuh Galih tersenyum devil.


Aish....


Egy menghela nafas pelan. Sepertinya ia tak punya pilihan lain. Batin Egy menangis histeris. Biarpun pikirannya sudah tidak polos tapi ia akan menjaga kesuciannya sepenuh hati.


Para pria tampan itu tak terlihat main-main. Egy hanya bisa menyerah sekarang.


"Baiklah. Gue setuju, " lirih Egy.


Mendengarnya membuat mereka tersenyum penuh kemenangan.


"Oh, iya lupa. " Farel menjentikkan jarinya. " Lo juga harus membersihkan nama kita dari rumor-rumor itu. Sebelum Lo bisa membersihkan nama baik kita, Lo akan tetap jadi babu kita. Kita nggak peduli itu sampai kapan! " terang Farel.

__ADS_1


__ADS_2