
Ceklek!
Semua orang yang berada dalam ruang rawat Rizky mengalihkan atensi pada pintu yang terbuka. Di sana, terlihat wajah Claudia. Wanita itu datang bersama suaminya.
Davit, Farel, dan Galih lantas berdiri menghampiri sepasang suami istri itu. Mereka saling berpelukan. Rizky hanya tersenyum tipis melihat saja. Sedangkan Egy, gadis itu mengalihkan pandangan dengan kedua telapak tangan terkepal erat.
"Kau, baik-baik, Ky? " Claudia mengusap kepala Rizky yang diperban.
Rizky mengangguk singkat. "Ya, Bun. Rizky nggak apa-apa. Lukanya nggak parah, kok! " jawab Rizky.
Claudia tersenyum hangat, begitu pula Aris. Mereka berdua sangat khawatir mendengar kabar Rizky kecelakaan, akan tetapi mereka berusaha tenang di depan Rizky dengan manaruh kepercayaan bahwa Rizky bukan anak yang lemah.
"Kenapa bisa kecelakaan? " Suara rendah tapi terdengar tegas milik Aris membuat Four Star menelan ludah kasar. Mereka berempat langsung menatap Egy.
Meski mengatakan bahwa kecelakaan itu bukan salah Egy, tapi nyatanya Rizky terluka juga karena menyelamatkan Egy. Huh, memang susah menyangkal fakta.
"Davit yang salah, Yah, " sahut Davit menjawab.
Aris dan claudia menatap Davit, mereka menatap pemuda yang telah mereka anggap seperti putra sendiri itu dengan tatapan sendu. "Baiklah, lupakan saja! Yang penting kamu baik-baik saja, 'kan? " tanya Aris pada Davit.
Davit tersenyum sebagai jawaban.
Aris dan Claudia tidak lanjut bertanya lebih jauh. Mereka berdua tahu masalah yang sedang dihadapi Davit. Skandal yang dibuat Ranny pasti membuatnya tertekan. Mereka tidak ingin memberi Davit tekanan dengan bertanya aneh-aneh.
Sedangkan Four Star bernafas lega saat Claudia dan Aris berhenti bertanya. Mereka berhasil menyelamatkan Egy. Meski Aris dan Claudia bukanlah orang tua yang jahat, akan tetapi mereka suka sekali ceramah panjang lebar. Four Star tidak ingin Egy tertekan karena harus mendengarkan ceramah yang panjang itu namun hanya punya satu poin.
Tatapan mata Aris tak sengaja melihat Egy yang duduk terdunduk di sofa. Matanya memincing melihat ada satu gadis bersama dengan anak-anaknya.
__ADS_1
Aris bermain kode, ia menunjuk Egy dengan sebelah alis terangkat seolah bertanya, siapa dia? Farel yang cepat tanggap langsung menjawab.
"Kenalin, Yah! Namanya Egy, calon pacar Farel, " seru Farel. Sontak saja membuat Aris membulatkan mulut ber 'oh' ria.
Lain dengan Rizky, Davit, dan Galih yang langsung melotot.
"Enak aja! Egy calon pacar Galih, Yah, Bun! " sanggah Galih.
"Bukan, Yah! Sebenarnya Egy, tuh, calon pacar Davit! " ujar Davit juga.
Rizky yang terbaring pun menggelengkan kepala. "Mereka bohong, Yah! Egy itu calon pacaranya Rizky! " serunya.
Aris dan Claudia menatap cengo. Apa mereka tak salah dengar? Bukan masalah bagi mereka saat hanya Farel yang mengatakan Egy adalah calon pacarnya, tapi kini tiga anaknya yang lain justru itu mengatakan hal yang sama.
"Yang benar yang mana? " tanya Aris bingung.
Aris dan Claudia terkekeh. Sepertinya, putra-putra mereka yang tampan itu menyukai gadis yang sama. "Kalian suka sama dia? "
Four Star mengangguk. Aris dan Claudia tersenyum. Entah bagaimana Egy bisa menarik Four Star secara bersamaan.
Claudia tersenyum hangat, ia lantas berjalan mendekati Egy yang terus menunduk. Ia pikir, gadis ini pasti pemalu.
Mereka semua yang ada di ruangan itu hanya tidak tahu, bahwa Egy sedang mengontrol emosinya. Dia hampir meledak tadi saat melihat Aris dan Claudia datang. Dua dari delapan orang yang telah membunuh ibunya kini berada di satu ruangan bersamanya.
Jika tidak ingat ia punya rencana besar yang masih berjalan, sudah dipastikan saat ini juga Egy akan memenggal kepala mereka. Rasanya ingin sekali membunuh mereka dengan tangannya sendiri dan di saksikan oleh anak-anak mereka sendiri. Biar mereka tahu bagaimana rasanya melihat orang tua dibunuh di depan matanya sendiri. Sangat menyakitkan!
"Emh, siapa namamu, Sayang? " tanya Claudia dengan lembut. Ia menjatuhkan bobot tubuhnya di sampingnya Egy. Menatap intens gadis yang masih menunduk itu.
__ADS_1
Tapi jika dilihat, gadis yang jadi rebutan anak-anaknya itu terlihat manis cantik. Tak salah Four Star kepincut padanya. Dalam hati Claudia terkekeh geli. Gadis ini memiliki empat calon pacar!
Entah siapa yang akan ia pilih....
Egy diam masih menunduk beberapa saat setelah ditanya. Namun, detik kemudian ia menegakkan wajahnya. Tersenyum sangat manis kepada Aris, lalu pada Claudia yang ada di sampingnya.
"Hallo, Tante. Perkenalkan, nama Aku EGY ROSSIANA! " ucapnya tersenyum dan sedikit menyeringai sinis.
Degh!
*
*
*
"Aduh! Dasar motor gak ada aklhak! Tahu gini, Gue gak bakalan mau nunggangin, Lo! Si alan! Gue buru-buru, anj*ng!"
Di sisi lain, ada Fika yang berdiri di pinggir jalan dengan motornya yang mogok. Motor itu adalah motor milik sepupunya. Fika meminjamnya untuk pergi ke supermarket. Sayangnya di tengah perjalanan malah mogok.
"Si alan! Anj*ng! Bangs*t! Akhh...! " Fika terus mengumpat.
Tidak ada bengkel di dekat sana, tidak ada pilihan lain selain harus mendorong motornya. Mana cuacanya sangat panas lagi. Benar-benar hari yang sial!
Namun, beberapa saat kemudian ada sebuah motor sport yang menepi dan berhenti di depannya. Dari motornya Fika bisa menebak siapa itu. Fika menelan ludah susah, dengan buru-buru ia mendorong motornya pergi. Akan tetapi, belum sampai melewatinya, pemilik motor sport itu telah menghadang langkahnya.
"Bareng Gue aja! "
__ADS_1