Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
102.


__ADS_3

"Ada apa dengan kalian?" Bunga bertanya sembari mengerutkan keningnya ketika melihat dua orang yang turun dari lantai atas tampak begitu kikuk dan canggung.


Apalagi Jessica, wajah perempuan itu tampak merah dan dia menutup bibirnya dengan tangannya.


Sangat mencurigakan bagi Bunga melihat pemandangan seperti itu!!!


"Itu,, di mana anak-anak?" Tanya Jessica sembari duduk di samping Bunga dan memeluk lengan perempuan itu dengan erat serta menyembunyikan wajahnya dengan cara bersandar di bahu perempuan itu.


"Kau mencari anak-anak tapi malah datang memelukku seperti ini??" Tanya Bunga yang merasa agak aneh dengan tingkah Jessica.


Tetapi ketika dia melihat ke arah kakaknya, pria itu tampak biasa-biasa saja sembari mengambil majalah yang ada di bawah meja dan mulai membacanya.


"Ehh, itu,, aku rasa Aku merindukanmu setelah beberapa hari aku tidak sering-sering bertemu denganmu." Ucap Jessica sembari menatap kesal ke arah Leo yang tampak tenang membaca majalah.


Entah apa yang ada di pikiran pria itu sehingga tadi ketika dia mengejarnya dan memeluknya, pria itu malah menciumnya dengan kuat bahkan sampai membuat bibirnya menjadi terluka karena Gigi Gigi pria itu.


Jadi Jessica merasa sangat malu jika sampai luka di bibirnya dilihat oleh Bunga dan semua orang.

__ADS_1


Tetapi perempuan itu merasa agak kesal melihat Leo yang bisa bersikap biasa-biasa saja setelah kejadian itu, sementara dirinya,, dia merasa gugup, malu, senang kesal, dan perasaannya bercampur aduk seperti gado-gado.


"Ibu!!! Ayah!!!" Tiba-tiba teriak Nita yang keluar dari ruang bermain sembari berlari ke arah Ketiga orang yang duduk di ruang keluarga.


Melihat itu, Jessica dengan cepat menutup bibirnya dengan tangan dan mengulurkan satu tangannya ke arah Nita agar gadis kecil itu datang memeluknya.


"Ibu!!!" Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Jessica dan memeluk perempuan itu dengan erat.


Jessica pun memeluk gadis kecil itu dengan erat lalu mereka saling berpandangan dan Nita melototkan matanya menatap luka di bibir Jessica.


"Ada apa dengan bibir ibu?" Tanya Nita dengan cemas sembari mengulurkan kedua tangan kecilnya menyentuh bibir ibunya yang tampak bengkak dan sedikit terluka.


"Astaga!!" Ucap Bunga menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu dia melihat ke arah kakaknya dengan raut wajah tak percayanya.


Kedua orang itu baru jadian kemarin malam, tapi sekarang,,,,, sudah bermain sampai Jessica terluka seperti itu.


'Kenapa aku jadi mengkhawatirkan Jessica yang menjalin hubungan dengan kakakku? Baru satu hari saja sudah seperti ini, apalagi jika satu minggu satu bulan satu tahun atau satu kehidupan????' ucap perempuan itu dalam hati dengan cemas memandangi Jessica.

__ADS_1


Sahabatnya yang selalu lembut akan bertemu dengan kakaknya yang kasar dingin dan,,, tidak ada sedikitpun hal yang membanggakan dari pria itu selain ketampanan dan kesuksesannya!!!!


"Ini,, Ibu digigit nyamuk yang nakal." Ucap Jessica yang tidak bisa menemukan alasan yang tepat Mengapa bibirnya bisa terluka seperti itu.


"Apa?! Nyamuk itu sangat nakal!! Aku akan menepuk nyamuk itu sampai dia mati kalau aku menemukan nyamuk yang sudah menggigit Ibuku sampai seperti ini!" Ucap Nita dengan kesal sembari mata gadis kecil itu menatap cemas pada bibir ibunya yang tampak terluka dan bisa dibayangkan olehnya bahwa bibir itu sangat sakit.


Nyonya Zaki yang mendengar itu langsung mengulurkan tangannya dan menepuk kepala putranya dengan keras.


Buk!!!


"Nenek sudah mewakilimu menepuk nyamuknya Jadi kau tidak perlu cemas lagi," ucap Nyonya Zaki langsung membuat Nita menatap neneknya dengan marah.


"Nenek!! Kenapa nenek malam memukul ayahku? Memangnya ayahku nyamuk yang sudah menggigit ibu?!" Gerutu gadis kecil itu turun dari pangkuan Ibunya dan berlari ke arah ayahnya sembari mengelus-ngelus kepala ayahnya yang baru saja dipukul oleh Nyonya Zaki.


Bunga yang melihat itu langsung tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha... Nyamuk yang menggigit Jessica begitu besar sampai membutuhkan tangan dewa untuk menempuhnya supaya dia bisa mati dalam satu kali tepukan!! Ha ha ha....!!!" Bunga tidak bisa menahan tawanya yang terlalu keras hingga tawanya itu mengganggu seorang anak kecil yang sedang membaca di ruang bermain Jadi dia langsung keluar bersama dengan kakeknya.

__ADS_1


"Kalian masih di sini juga?!" Teriak Tuan Zaki langsung membuat semua orang menatap ke arah pria itu.


__ADS_2