Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
76. Ciuman dalam mimpi


__ADS_3

Karena Jessica terus berpura-pura tidur, maka secara tak sengaja perempuan itu akhirnya terlelap dalam tidurnya, bahkan Nita pun ikut terlelap dalam tidurnya.


Sementara, Leo yang tak bisa tidur langsung menggeser Nita dari pelukannya dan memperbaiki posisi tidur gadis kecil itu.


Setelah selesai, Leo turun dari tempat tidur dan membawa ponselnya keluar dari kamar.


Pria itu kemudian menghubungi asistennya.


"Kosongkan jadwalku sampai pukul 10.00 besok!!" Perintah pria itu langsung di iyakan oleh asistennya lalu Leo menatap ke arah sofa yang terletak di ruang tamu.


'Jessica lupa memberiku selimut, pasti karena perempuan itu tidak mau kalau Nita menyadari bahwa aku akan tidur di sofa. Tapi aku juga tidak bisa memaksa perempuan itu untuk tidur bersamaku kalau dia memang tidak mau. Padahal, aku sangat senang,,,' ucap Leo menghela nafas, lalu pria itu kembali ke kamar mengambil bantalnya dan kembali tidur di sofa.


Karena AC di ruangan itu diatur dalam suhu yang dingin pada malam hari itu, maka sangat menyiksa Leo yang kesulitan untuk tidur.


Selain udara yang sangat dingin, tubuhnya yang besar juga tak muat untuk sepenuhnya berada di atas sofa, jadi dia sangat menderita dalam tidurnya.


Grrrrr....!!! Grrrrr....!!! Grrrrr....!!!


Meski sudah tertidur, tetapi Leo tetap saja kedinginan hingga tubuhnya menjadi gemetar.

__ADS_1


Pada pukul 02.00 subuh, Jessica tiba-tiba tersadar di tempat tidurnya dan dia menoleh ke samping dan hanya mendapati putrinya saja.


'Syukurlah,,,' ucap perempuan itu dalam hati sembari memperbaiki selimut putrinya lalu dia lanjut untuk tidur.


Diam-diam dalam hatinya perempuan itu merasa tenang karena merasa bahwa omongan Leo benar-benar bisa dipegang.


Tetapi perempuan itu belum kembali tertidur ketika dia teringat akan sesuatu, Jadi dia langsung bangkit dari tidurnya dan keluar dari kamar.


Grrrrr....!!! Grrrrr....!!! Grrrrr....!!!


"Astaga!!!" Perempuan itu sangat terkejut ketika melihat Leo tidur meringkuk di sofa dengan setengah tubuhnya tak mampu tertopang oleh sofa.


Dan yang lebih parahnya lagi, pria itu gemetar dalam tidurnya dan wajahnya terlihat begitu pucat beserta biji-biji keringat memenuhi keningnya.


Grrrrr....!!! Grrrrr....!!! Grrrrr....!!!


Jessica menempelkan telapak tangannya pada kening Leo untuk mengecek keadaan pria itu.


"Astaga,, dia sangat panas," ucap perempuan itu merasa menyesal sudah membuat Leo jadi sakit seperti itu.

__ADS_1


Maka Jessica langsung mencari remote control AC namun dia tidak bisa menemukannya, sementara AC diletakkan pada tempat yang tinggi dan terhalang oleh sebuah rak pajangan, jadi perempuan itu tidak bisa menggapainya untuk mematikan benda tersebut.


Maka Jessica tidak punya pilihan lain, Jadi dia berusaha membangunkan Leo.


Puk puk puk....


Jessica menepuk-nepuk bahu pria itu sambil berkata, "hei bangunlah, Kak Leo?"


Puk puk puk....


"Kak Leo?!"


Puk puk puk....


"Kak Leo?!"


Akhirnya Leo dengan berat membuka matanya dan langsung melihat perempuan yang sedang membangunkannya.


Karena dia merasa tak percaya bahwa dalam bangunnya dia akan langsung melihat Jessica, maka pria itu berpikir bahwa itu adalah mimpi.

__ADS_1


Bagaimanapun, dia sudah sering memimpikan perempuan itu dalam tidurnya, jadi Leo mengelurkan tangannya dan dengan tiba-tiba menarik perempuan itu kepelukannya.


"Ahh!! Apa yang kau lakuk--" Jessica melototkan matanya saat ucapannya terpotong oleh ciuman Leo.


__ADS_2