Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
37. Membutuhkan sosok ayah


__ADS_3

'Sial!!! Hanya bertemu seperti ini saja dan Kak Baron sudah mengabaikanku!! Tidak bisa dibiarkan!!!' geram Clara dalam hati lalu perempuan itu kembali tertunduk sembari menangis.


"Hiks,, hiks,,," Isak perempuan itu langsung membuat baron tersadar, lalu dia akhirnya menatap Clara dengan cemas.


"Sayang,, ada apa?" Tanya Baron kini mengusap kepala Clara dengan tangan yang lain merangkul erat pinggang perempuan itu.


Clara yang merasakan pelukan erat Baron merasa tidak puas, perempuan itu mengepal erat tangannya lalu dia berkata, "aku terlalu marah karena apa yang telah dilakukan Jessica di 6 tahun yang lalu. Aku sampai lupa mengontrol mulutku Di depan anak-anak Jessica, padahal mereka tidak salah apapun,,, aku merasa menyesal."


Isakan perempuan itu langsung membuat Baron Jadi merasa bersalah pada Clara, ketika dia sedang bersama Clara dan melihat Jessica dia malah terpesona oleh Jessica dan melupakan kekasihnya sendiri.


Padahal orang yang telah menderita selama 6 tahun ialah Clara yang sudah dijebak oleh Jessica hingga perempuan itu kesulitan menerima dirinya sendiri, karena luka masa lalu yang digoreskan Jessica pada hatinya.


"Jangan cemas, kau tidak salah apapun, Kau hanya terbawa emosi karena melihat Jessica." Ucap Baron mulai menenangkan perempuan itu.

__ADS_1


Sementara Baron terus menghibur Clara yang berpura-pura di sakiti, maka di tempat lain di hotel itu, Jessica telah membuka pintu kamar hotel mereka.


Baru saja turun dari gendongan ibunya, Nita langsung berlari ke arah ranjang untuk bermain bersama kedua boneka kelincinya.


Sementara Nanta, pria kecil itu menatap ibunya yang juga menatapnya, setelah beberapa detik, Nanta kemudian memeluk ibunya dengan erat sembari mendongak menatap perempuan itu.


"Apakah ibu baik-baik saja?" Tanya Nanta yang merasa cemas pada ibunya.


Jessica langsung tersenyum sembari mengelus rambut pendek putra kecilnya lalu perempuan itu berkata, "Jangan cemas, itu baik-baik saja."


Nanta tetap saja tidak puas mendengar ucapan ibunya, jadi pria itu menghela nafas dengan kasar lalu berkata, "Apakah mereka sudah menyakiti ibu di masa lalu? Itu sebabnya ibu selalu tidak mau menceritakan tentang kakek dan nenek, bahkan tentang ayah kami juga."


Ucapan Nanta langsung membuat Jessica tertegun, 'Apakah diam-diam selama ini Putraku sebenarnya sangat ingin mengetahui tentang ayah kandungnya dan juga kakek dan neneknya?' ucap Jessica dalam hati lalu perempuan itu berjongkok memeluk putranya dengan erat.

__ADS_1


"Maafkan Ibu sayang, maaf,,," ucap Jessica sungguh merasa bersalah pada kedua anaknya, sebab dia bahkan tidak tahu siapa yang menjadi ayah dari kedua anaknya tersebut.


Jadi meskipun Nanta dan Nita memaksanya untuk mengatakan Siapa ayah mereka, Dia tidak punya jawaban untuk kedua anaknya.


Nanta menepuk-nepuk punggung ibunya sambil berkata, "Ibu Jangan cemas, kalau perempuan itu dilindungi oleh pria yang tadi, maka aku akan melindungi ibu. Pokoknya, apapun yang terjadi Ibu tidak boleh takut pada siapapun karena ada aku dan Nita yang selalu menjaga ibu."


Ucapan putranya menjadi penguat yang begitu mujur untuk menenangkan hati Jessica yang berkecamuk jadi perempuan itu menatap putranya sambil tersenyum.


"Jangan khawatir, Ibu tidak pernah lemah, Lagi pula kalau ada Nanta dan Nita, Ibu tidak akan pernah merasa sedih karena kalian berdua menjadi vitamin untuk ibu!!" Ucap Jessica lalu mencium pipi putranya dengan lembut.


Nanta langsung tersenyum lalu pria kecil itu menatap ibunya dengan lembut, "pokoknya aku tidak butuh siapapun selain ibu, bahkan seorang ayah pun tidak akan aku cari asalkan ada ibu bersamaku." Ucap Nanta, lalu pria kecil itu langsung memeluk ibunya dengan erat.


Meski Jessica mendengar bahwa pria kecil itu tidak memerlukan seorang ayah, tetapi dia tetap saja berpikir bahwa Putra kecilnya sedang berbohong padanya dan sebenarnya kedua anaknya sedang merindukan sosok ayah.

__ADS_1


__ADS_2