Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
134.


__ADS_3

Keesokan paginya, Jessica terbangun sangat kesiangan dengan Leo yang masih setia memeluknya di tempat tidur, hal itu terjadi karena kemarin malam Jessica terus saja menangis karena begitu takut terhadap hal buruk yang hampir saja menimpanya di restoran.


Bahkan semalam, Leo kesulitan menghadapi Jessica yang terus saja bermimpi buruk.


"Sayang," ucap Leo ketika dia melihat Jessica telah mengerjakan matanya.


Setelah matanya terbuka sempurna dan sudah beradaptasi dengan cahaya di hari itu, maka Jessica mempererat pelukannya pada Leo dan menyembunyikan wajahnya tidak ada pria itu.


Ia mencari rasa aman pada suaminya sembari melupakan kejadian kemarin malam yang membuatnya sangat trauma.


"Aku akan memberimu waktu 1 menit memeluk Karena sekarang sudah sangat siang dan kita harus makan supaya kau tetap punya tenaga dan tidak jatuh sakit." Ucap Leo sembari mengusap rambut halus milik Jessica membiarkan perempuan itu menenangkan diri sejenak.


Waktu yang awalnya diberikan ialah 1 menit berubah menjadi 5 menit karena Jessica sama sekali tidak mau melepaskan pelukan mereka.


Maka, menyadari hari itu, di menit ke-5 Leo akhirnya tidak punya pilihan lain selain membiarkan Jessica terus memeluknya dengan pria itu menggendong perempuan itu menuju kamar mandi.

__ADS_1


Byur....!!!


Keduanya langsung masuk ke dalam bak berendam dengan pakaian masih melekat di tubuh mereka dan Jessica yang masih terus memeluk Leo dengan erat.


"Aku tidak mau bertemu dengan orang itu lagi," tiba-tiba ucap Jessica dengan suara yang begitu serak karena dia benar-benar takut membayangkan kejadian kemarin malam.


Apa lagi jika lain kali masih ada hari di mana Devania akan menjebaknya, atau lain kali masih ada hari di mana dia akan bertemu dengan pria hidung belang bernama Tuan Deliono itu.


Leo yang mendengar itu bisa merasakan ketakutan istrinya, jadi dia bisa membayangkan Bagaimana ketakutan Jessica pada peristiwa 6 tahun yang lalu ketika perempuan itu harus disentuh oleh seorang pria asing yang tak ia kenali.


Ucapan suaminya sedikit membuat Jessica merasa begitu lega jadi dia akhirnya melonggarkan pelukannya dan mereka melanjutkan mandi mereka bersama.


Sementara itu, di lantai bawah Nita yang duduk di depan TV menunggu iklan ibunya tiba-tiba saja terkejut ketika Bunga berlarilah dari lantai atas sembari bersorak kegirangan.


"Hei,,,, keponakan keponakanku yang paling imut!!!" Teriak Bunga langsung membuat Nita dan Nanta yang duduk di depan TV kini menata perempuan itu dengan bingung.

__ADS_1


"Ada apa Tante?" Tanya Nita sembari melihat bunga yang berjalan ke arahnya lalu perempuan itu segera duduk di tengah-tengah mereka sembari memegang sebuah iPad di tangannya.


"Ini,, film ibu kalian akan ditayangkan dalam beberapa hari lagi," ucap Bunga langsung membuat dua anak kecil yang ada di samping kiri dan kanan Bunga langsung bersemangat menatap iPad milik Bunga.


"Ayo beli tiketnya sekarang!! Jangan sampai kita kehabisan tiket," ucap Nita yang begitu khawatir Jika saja mereka kehabisan tiket, sebab film ibunya pastilah film yang sangat bagus hingga akan diburu oleh banyak orang.


Maka Bunga dengan cepat membooking 7 tiket VIP untuk mereka agar semua orang di rumah mereka bisa pergi untuk menontonnya secara bersama-sama.


"Hore!!! Kita akan pergi menonton film ibu!!!" Seru Nita yang merasa begitu senang.


Seruan gadis kecil itu bertepatan dengan munculnya dua orang dari lantai atas langsung membuat ketiga orang itu menoleh ke arah Leo dan juga Jessica.


"Ibu,,, film ibu akan segera tayang dan kita akan pergi menontonnya bersama-sama!!!" Ucap gadis kecil itu sembari berlari ke arah Jessica dan meminta gendongan pada ibunya.


"Iya sayang," kata Jessica sembari mencium kenang putrinya lalu mereka kemudian pergi ke ruang makan untuk sarapan sekaligus makan siang.

__ADS_1


__ADS_2