
Mobil melaju di jalanan untuk kembali ke Villa.
Sesekali Jessica menoleh ke arah Bunga, karena perempuan itu berharap Bunga menceritakan apa yang Bunga bicarakan dengan Clara.
Sementara Bunga, perempuan itu sesekali melihat ke kursi penumpang belakang untuk memperhatikan dua keponakannya.
Dan setelah merasa bahwa kedua orang itu telah tidur ,maka Bunga berkata, "aku tadi berbicara dengan Clara supaya dia memperlakukanmu dengan baik di lokasi syuting."
"Apa?!" Jessica sangat terkejut, "Mengapa kau membuang-buang waktu untuk hal seperti itu? Kau pasti tahu kalau dia tidak akan mendengarkan ucapanmu." Ucap Jessicca.
Tetapi Bunga tersenyum, "dia harus mendengarkannya bahkan jika dia tidak mau, baru-baru ini aku menyelidikinya dan mendapat informasi bahwa ternyata perusahaan tunangannya dan perusahaan keluarganya saat ini tengah bekerjasama dengan perusahaan keluargaku.
"Bagaimana menurutmu kalau aku meminta tolong pada Kakakku agar menghancurkan perusahaan mereka?" Kata Bunga dengan begitu percaya dirinya.
Sementara Jessica yang mendengarkannya, perempuan itu terngangah, karena seumur hidup Bunga, perempuan itu tidak pernah menggunakan kekuasaan keluarganya untuk mengancam seseorang, tapi sekarang??
__ADS_1
"Apakah kemarin malam kau tidak tidur dengan benar?" Tanya Jessica kini mengulurkan tangannya dan meletakkannya di kening Bunga untuk mengecek keadaan perempuan itu.
Tingkah Jessica langsung membuat Bunga tertawa kecil, "he he he,,, aku baik-baik saja. Aku hanya mencemaskanmu dan kedua keponakanku,, Aku tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang berakhir buruk pada Kalian bertiga.
"Kejadian 6 tahun yang lalu Sudah cukup membuatku bermimpi buruk setiap malamnya, jadi aku tidak mau kejadian seperti itu kembali lagi terulang.
"Dan satu-satunya cara untuk mencegah hal tersebut ialah memanfaatkan kekuasaan keluargaku untuk menekan mereka!!!" Ucap Bunga membuat Jessica merasa gejolak aneh dalam hatinya.
"Hah,,,,," Jessica menghela nafas dengan panjang untuk menahan agar air matanya tidak jatuh berderai, "entah keberuntungan apa yang kubawa sehingga aku bisa memiliki orang sepertimu disisiku." Ucap Jessica yang merasa begitu tenang.
"Kau ingat waktu kita berumur 12 tahun dan kau hampir tenggelam di danau gara-gara aku? Sejak saat itu Aku bersumpah dalam hati, bahwa aku akan selalu melindungimu.
"Tapi,, hiks,," tiba-tiba saja air mata Bunga berderai ketika dia kembali mengingat kegagalannya melindungi Jessica di 6 tahun yang lalu.
"Ada apa? Mengapa kau menangis?" Tanya Jessica menoleh ke arah Bunga yang sudah menghapus air matanya.
__ADS_1
Namun pertanyaan perempuan itu malah membuat Bunga semakin tak bisa mengontrol air matanya, jadi dia segera meminggirkan mobilnya lalu menangis tersedu-sedu.
"Hiks,, hiks,, hiks,, maafkan aku,,," ucap Bunga sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Hal itu membuat Jessica akhirnya melepas sabuk pengamannya dan memeluk perempuan itu dengan hangat.
"Hik,, hiks,, maaf,,, maafkan aku yang tidak bisa melindungimu di enam tahun yang lalu,," ucap Bunga sembari terisak.
"Bukankah sudah berkali-kali ku bilang agar kau tidak menangis lagi dan tidak minta maaf lagi mengenai masalah itu? Itu bukan salahmu, sama sekali bukan salahmu!!!" Tegas Jessica sembari menepuk-nepuk punggung Bunga.
"Hiks,, hiks,, hiks,," isak Bunga, 'kau tidak tahu saja kalau hari itu,, seandainya aku tidak memesan kamar 88 maka kau tidak akan pernah tidur dengan siapapun.
'Tidak akan pernah menanggung malu selama 6 tahun ini. Seandainya saat itu aku tidak usah memesankan kamar VIP untukmu, jadi aku bisa membohongi Clara bahwa aku sudah membuatmu tidur dengan pria lain, tapi sebenarnya tidak...
"Tapi sayangnya,, karena aku terlalu ingin memberikan yang terbaik untukmu, aku malah membuatmu terjebak bersama Kakakku. Maaf,, maaf,, aku sudah gagal melindungimu!! Bahkan sekarang aku tidak punya keberanian untuk mengucapkan hal itu.
__ADS_1
'Dan lebih parahnya lagi, sekarang kaulah yang merasa bersalah padaku,, padahal, segala yang terjadi ialah karena kecerobohanku sendiri!!!' ucap Bunga dalam hati sembari menangis begitu keras membuat kedua keponakannya terbangun.