Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
42. Makanan untuk porsi 5 orang


__ADS_3

'Astaga,,, Ini pertama kalinya aku melihat Kakak memasak di dapur, dan ternyata dia benar-benar terampil. Bahkan dia kelihatan tampan saat memakai celemek sambil memotong-motong sayur.' pikir Bunga dalam hati sembari menahan nafasnya lalu dia berbalik menatap tangannya yang terluka.


"Siapa keponakan yang kau bicarakan dengan Jessica ditelepon?" Tiba-tiba suara Leo membuat Bunga yang sudah rileks duduk di tempat duduk kini kembali menegang di tempatnya.


'Astaga,, Jadi Kakak mendengarkan semua pembicaraanku dengan Jessica? Untunglah tadi aku dan Jessica tidak pernah mengatakan bahwa Jessica telah memiliki anak,' ucap Bunga dalam hati sembari menelan air liurnya yang terasa begitu pahit.


Lalu setelah beberapa helaan nafas, perempuan itu kemudian berkata, "itu adalah anak tetangga yang pergi berlibur bersama Jessica. Aku menganggapnya keponakanku."


Leo yang mendengar ucapan adiknya tidak mengatakan apapun lagi, tetapi pria itu hanya fokus memasak dengan sebagian pikirkannya sedang tertuju pada Jessica.


'Apa sebaiknya aku menunda kepulanganku dan menunggu perempuan itu? Bagaimanapun, aku harus memastikan Kenapa aku terus memikirkan perempuan itu selama 6 tahun ini, sejak kejadian malam itu,, sejak aku tidak bisa menemukan siapa perempuan yang bersamaku di malam hari itu.' ucap Leo dalam hatinya menimbang-nimbang pilihan yang akan ia ambil.

__ADS_1


Bunga yang duduk di tempatnya sesekali menoleh ke arah kakaknya dan kegelisahannya berangsur-angsur menghilang ketika dia melihat Leo hanya diam saja dan fokus pada memasaknya.


Tidak ada tanda-tanda pria itu akan kembali membahas tentang Jessica maupun Nanta dan Nita, jadi dia bisa rileks duduk di kursinya.


Dan setelah 30 menit terus duduk di kursinya, akhirnya dia melihat Leo menghampirinya sembari membawa makanan yang sudah ia masak.


'Ah,,, makanan-makanan ini terlihat sangat enak. Ternyata kakak sangat pandai memasak,' ucap Bunga dalam hati sembari menelan air liurnya karena dari pandangannya saja dia bisa mengetahui bahwa masakan kakaknya pastilah memiliki rasa yang sangat enak.


Dia tak pernah menyangka bahwa kakaknya akan memperlakukannya seperti itu, kakaknya yang dingin dan sangat sulit dipahami kini sedang melayaninya!!!


"Te,, terima kasih kak!" Kata Bunga sembari mengambil sendoknya dan mulai memakan makanan yang diberikan Leo padanya.

__ADS_1


Perempuan itu lebih terkejut lagi ketika dia merasakan bahwa makanan kakaknya sungguh sangat enak, jadi dia dengan lahap memakan sarapannya dan menjadi lupa akan ketakutannya pada Leo.


Leo juga terus menyantap sarapannya sendiri sembari pria itu berpikir-pikir dalam hatinya, 'Aku harus tinggal memastikan perasaanku selama 6 tahun ini. Kenapa aku terus memikirkan Jessica yang sama sekali tidak memiliki hubungan denganku.


'Tapi masalahnya adalah Apakah aku akan menjadi lebih baik ketika aku bertemu dengannya? Ataukah nanti aku akan semakin terbebani karena terus memikirkan perempuan itu??' Leo menahan nafasnya sembari melihat ke arah Bunga yang makan dengan lahap.


"Kakak, makanan ini sangat enak, ternyata kau sangat pandai memasak. Seandainya Jessica dan kedua keponakanku ada di sini maka mereka akan sang,,,," Bunga langsung menutup mulutnya dan mengatup erat-erat giginya ketika dia menyadari bagaimana dia kembali membahas Jessica dan kedua keponakannya.


"Kalau begitu, simpankan mereka." Ucap Leo langsung membuat Bunga tersadar bahwa makanan yang dibuat oleh kakaknya cocok untuk porsi 5 orang.


'Hah,, Apakah kakak sengaja memasak sebanyak ini karena dia menghitung Jessica dan kedua anaknya?' pikir Bunga dalam hati sembari memandang makanan yang ada di meja.

__ADS_1


__ADS_2