
Pada keesokan paginya, Bunga bangun sembari memasak di dapur dan melakukan panggilan telepon.
Ia meletakkan ponselnya di sebelahnya ketika dia sedang memotong-motong sayur.
"Halo,," terdengar suara Jessica dari dalam telepon.
"Apakah anak-anak masih tidur?" Tanya Bunga yang bisa merasakan bahwa perempuan itu baru saja bangun tidur, karena suara Jessica begitu parau.
"Iya,, Tunggu sebentar, aku akan ke balkon." Ucap Jessicca dari seberang telepon.
Maka bunga menunggu sebentar sampai akhirnya Jessica menguap dari seberang telepon.
"Huaaaammmm!!!" Suara Jessica sudah tidak ditahan-tahan lagi jadi Bunga sudah bisa mendengarnya dengan sangat jelas.
"Ada apa kau menelpon pagi-pagi sekali begini? Dering ponselku hampir saja membangunkan anak-anak yang masih terlelap." Ucap Jessica langsung membuat Bunga tertawa.
"He he... Maafkan aku, Aku sengaja bangun pagi-pagi sekali supaya kakakku tidak mendengar kita saling berteleponan. Kau tahu kan Kakakku selalu bangun pada pukul 07.00 pagi dan ini baru pukul 06.00 pagi." Ucap Bunga sembari tertawa kecil.
__ADS_1
"Aku tahu, Jadi apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Jessica yang kini duduk di balkon sembari melihat pemandangan dari hotel mereka.
"Itu, jam berapa kau akan kembali ke rumah?" Tanya Bunga yang merasa cemas jika saja anak-anak sudah kembali dan kakaknya belum meninggalkan rumah.
"Ya,, kami akan naik kereta pada pukul 08.30. Tapi Kami tidak akan langsung pulang ke rumah, kami akan singgah dulu untuk membeli oleh-oleh untukmu. Anak-anak sudah menceritakannya kemarin malam, dan juga mereka mau oleh-olehnya adalah kue kesukaanmu yang ada di toko kuning itu." Ucap Jessica langsung membuat Bunga terharu.
"Astaga,, keponakanku benar-benar luar biasa. Mereka selalu mengingat tantenya," ucap Bunga tanpa bisa mencegah senyum indah terukir di wajahnya.
Sementara Jessica, perempuan itu menghela nafas panjang lalu berkata, "Memangnya jam berapa Kakakmu akan meninggalkan rumah?" Tanya Jessica.
"Kalau begitu kau telpeon saja nanti. Jangan lupa untuk lebih dekat dengan kakakmu karena kalian sudah lama tidak bertemu, aku tidak mau kalian berdua menjadi orang asing karena terlalu lama berpisah!!!" Ucap Jessica dari seberang telepon langsung membuat Bunga tertawa lagi.
"He he he... Entahlah, tapi aku merasa begitu susah untuk dekat dengan kakakku," ucap Bunga sembari menghela nafas panjang.
"Kenapa?" Tiba-tiba suara seorang lelaki mengejutkan Bunga hingga perempuan itu tak sengaja mendorong pisaunya lebih keras dan akhirnya pisau itu melukai tangannya.
"Ahhh,," Bunga berusaha menahan jeritannya, lalu dia kemudian berbalik dengan tubuh yang begitu gugup sembari menyembunyikan tangannya yang terluka.
__ADS_1
'Sial!! Sejak kapan dia ada di sini?' ucap Bunga dalam hati sembari menahan rasa sakit pada jarinya yang teriris pisau.
Untunglah saat itu juga Jessica yang mendengar suara laki-laki dari seberang telepon sudah mematikan panggilan mereka.
Namun begitu, Bunga tetap saja ketakutan, terlalu takut bila saja kakaknya sudah mendengar banyak pembicaraan mereka, terutama tentang keponakan-keponakannya!!!
"Kenapa kau sangat susah mendekatkan diri padaku?" Tanya Leo sembari berjalan mendekati Bunga membuat Bunga semakin mundur ke belakang.
Tetapi dia tidak bisa mundur terlalu jauh sebab punggung nya telah dibentur oleh dinding, dan tangannya yang terluka terjepit di antara punggung dan dinding.
"Ka... Kakak.. bukan begitu maksudku,,," ucap Bunga kini semakin gugup saat kakaknya semakin dekat ke arahnya.
"Oh ya?" Tanya Leo sembari mengulurkan tangannya ke belakang Bunga dan memegang tangan Bunga yang teriris oleh pisau.
Dengan satu kali tarikan akhirnya dia membawa tangan perempuan itu dari belakang Bunga dan melihat tangan Bunga telah dilumuri oleh darah, karena bunga mengepal erat tangannya untuk menahan rasa sakit pada kulitnya yang teriris pisau, jadi darah semakin banyak keluar.
"Ka,,, kakak!!" Suara gemetar Bunga melihat kakaknya ketika dia sangat takut pada kakaknya.
__ADS_1