
Begitu bangun, Leo langsung duduk di meja makan dengan pria itu mengelilingkan pandangannya untuk mencari Jessica.
Bunga yang masih sementara memotong-motong apel langsung berkata, "Dia sudah pergi bekerja dan mungkin pulang larut malam."
Ucapan perempuan itu langsung membuat Leo menghela nafas, lalu dia melihat putri kecilnya yang sudah menyodorkan semangkuk bubur untuknya.
"Ayah makanlah supaya Ayah cepat sehat dan kita bisa pergi berjalan-jalan lagi. Oh ya, Ayah tidak perlu merindukan Ibu karena nanti dia akan pulang setelah selesai bekerja." Ucap gadis kecil itu dengan senyum indah menghiasi bibirnya.
Dia bisa menebak bahwa Leo merindukan Jessica.
Sementara Nanta, pria kecil itu juga menatap ayahnya sambil berkata, "kalau sudah jadi Ayah, harus pandai-pandai menjaga kesehatan. Karena kalau sakit tidak akan ada yang bisa melihat anak-anaknya."
Ucapan keponakannya langsung membuat Bunga tertawa kecil lalu perempuan itu mengambil sedikit apel yang sudah selesai ia potong-potong dan pergi meninggalkan tempat itu.
Bagaimanapun, dia masih agak takut pada kakaknya, meski pria itu tidak pernah memperlihatkan kemarahannya, Namun Bunga tahu jelas bahwa kakaknya pasti sangat marah padanya, sebab dia sudah menyembunyikan fakta selama 6 tahun.
Leo pun tidak mengatakan apapun pada Bunga, dia hanya menatap kedua anaknya sambil berkata, "maafkan ayah, ke depannya ayah akan menjaga kesehatan dengan lebih baik lagi."
__ADS_1
Nita langsung menganggukkan kepalanya, sementara Nanta pria itu tetap berwajah datar sembari duduk menikmati apel yang diberikan oleh Bunga.
"Ayah Tenang saja, aku akan merawat Ayah sampai sembuh." Kata gadis kecil itu segera turun dari kursi Lalu dia pergi membuka lemari dan mengambil beberapa obat yang telah ditinggalkan oleh Jessica.
"Ibu bilang Ayah harus makan obat-obat ini setelah ayah selesai makan bubur." Ucap gadis kecil itu meletakkan obat-obat tersebut di depan ayahnya.
"Terima kasih putriku," kata Leo langsung membuat Nita tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
"Sama-sama ayahku!!!" Seru gadis kecil itu merasa sangat senang.
Maka dengan cepat Leo menghabiskan buburnya, lalu pria itu duduk di depan TV bersama dengan Nita untuk menonton film kartun.
Beberapa kali Bunga bolak-balik dari dapur ke kamarnya karena perempuan itu memasak untuk makan siang mereka.
Drrttt..... Drrttt..... Drrttt.....
Drrttt..... Drrttt..... Drrttt.....
__ADS_1
Tiba-tiba suara ponsel Leo mengejutkan kedua orang itu hingga Nita dengan cepat melompat dari kursi dan mengambil ponsel milik ayahnya.
"Ada telpon!!!" Kata gadis kecil itu menyerahkan ponselnya pada Leo.
"Terima kasih sayang," ucap Leo mengambil ponsel itu lalu dia segera mengangkat telepon dari asistennya.
"Ada apa?" Ucap Leo pada orang di seberang telepon yang sedang mengaktifkan ponselnya dalam mode speaker, karena saat itu Ibu Leo datang berkunjung ke kantor pria itu dan tidak mendapati Leo di sana.
"Ayah,, Ayah tidak boleh menjawab telepon seperti itu!! Harusnya Ayah berkata Halo!" Seru gadis kecil itu dengan mata yang lebar menatap ayahnya.
"Baiklah, ayah mengerti," ucap Leo lalu dia kembali fokus pada ponselnya sambil berkata, "Halo, ada apa?"
"Siapa yang baru saja memanggilmu ayah???" Suara nyonya Zaki dari seberang telepon langsung membuat Leo terkejut.
Bahkan Bunga yang juga berjalan untuk kembali ke dapur memeriksa masakannya langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah dua orang yang sedang duduk di sofa.
'Mampus!!!' ucap perempuan itu dalam hati kini merasa gugup lagi.
__ADS_1
Kalau ayah dan ibunya mengetahui bahwa dia adalah dalang dari segala sesuatu yang telah terjadi maka bisa terjadi kedua orang itu akan memarahinya!!!