Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
73. Saling memanggil sayang


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan, kelima orang itu keluar dari restoran dan Leo menatap Bunga.


"Kita berbicara sebentar," ucap pria itu langsung membuat Bunga meramas gaunnya dan mengatup erat-erat giginya karena ketakutan pada kakaknya.


Jessica yang melihat itu langsung memberi semangat pada Bunga dengan cara memegang tangan perempuan itu.


"Pergilah, kami akan menunggu kalian di sini," ucap Jessica langsung dianguki oleh Bunga, lalu perempuan itu mengikuti kakaknya yang berjalan ke sebuah tempat sepi.


Nita yang melihat itu sangat ingin mengejar Leo, tetapi dia menahan dirinya sendiri lalu berbalik meminta gendongan pada ibunya.


"Hah!! Putri Ibu jadi semakin berat," ucap Jessica kala mengangkat perempuan kecil itu ke gendongannya.


"Ibu, Apakah Ayah berniat kabur bersama Tante Bunga?" Tanya Nita dengan cemas menatap ke arah perginya Leo dan Bunga.


"Tidak, mereka hanya berbicara sebentar." Ucap Jessica sembari memperbaiki rambut putrinya yang tertiup oleh angin malam hingga sedikit berantakan.


Sementara Nanta yang berdiri di samping ibunya, pria kecil itu juga mendongak menatap Ibunya dan berkata, "Apakah ibu tidak ketakutan lagi melihat Ayah?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan putranya, Jessica langsung berkata, "Siapa yang mengatakan padamu bahwa ibu takut pada Kak Leo?"


Nanta baru akan menjawab ketika Nita lebih dulu beekata, "ibu!!!! Mengapa ibu berkata seperti itu? Mengapa ibu memanggil Ayah dengan sebutan Kak Leo?!! Bukankah ibu harus memanggilnya dengan sebutan sayang?


"Dia 'kan ayah dari kami Bu!!! Aku mendengar dari Tante Bunga kalau orang yang sudah memiliki anak bersama saling memanggil sayang satu sama lain!!!" Tegas Nita.


Ucapan putrinya langsung membuat Jessica terpaku di tempatnya, karena saat itu juga Leo dan Bunga muncul dari tempat pembicaraan mereka dan mendengar ucapan gadis kecil itu.


Jessica menelan air liurnya, lalu dia berkata, "Itu,, Nita,, kau tidak boleh berkata seperti itu di,,"


Maka Leo langsung menuruti keinginan gadis kecil itu dan membawa Nita ke gendongannya.


"Jadi ayah dan ibu akan memanggil sayang satu sama lain?" Tanya Nita dengan mata berbinar-binarnya menatap Leo.


"Tentu saja, iya kan sayang?" Ucap Leo sembari menatap ke arah Jessica membuat perempuan itu merasakan jantungnya berdegup sangat kencang.


Deg!

__ADS_1


Deg!


'Kenapa dengan jantungku? Apakah aku terlalu takut pada pria itu hingga jantungku bahkan tidak bisa mengontrol detakannya?' Jessica sibuk dengan pikirannya sendiri jadi dia lupa menjawab ucapan Leo hingga membuat Nita menjadi kesal.


"Ibu!!! Mengapa Ibu tidak menjawab Ayah?" Tanya gadis kecil itu sembari melemparkan wajah kesalnya terhadap ibunya.


Maka Jessica langsung menatap dua orang yang kini menatapnya lalu dia berkata, "tentu saja, ayah dan ibu memanggil satu sama lain dengan panggilan,,, sayang."


Bunga yang memperhatikan hal itu merasa begitu menyesal dalam hatinya.


'Kalau tahu mereka akan seperti ini, maka seharusnya dari dulu saja aku mempertemukan mereka,' ucap perempuan itu sembari mengepal erat tangannya.


"Bagus!!!! Kalau begitu sekarang Ayo kita pulang!!!" Ucap Nita sembari memeluk erat leher ayahnya dan penuh semangat menunggu mereka semua masuk ke dalam mobil.


Nanta yang duduk dalam mobil mengepal erat tangannya, 'pokoknya nanti aku harus membuat Ayah tinggal bersama kami.' pikir pria itu dalam hati karena dia merasa kesal melihat ibunya yang masih canggung sekali bertemu dengan ayahnya.


Dan pria itu berharap agar keluarga mereka seperti keluarga yang lain, saling menyayangi satu sama lain dan tidak ada rasa canggung diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2