
Pada pukul 08.00 pagi, Bunga sudah gelisah mondar-mandir di kamarnya, sebab sudah 3 kali dia menelpon Jessica, tetapi nomor ponsel perempuan itu sama sekali tidak pernah aktif.
"Astaga, kenapa dia tidak aktif lagi? Bagaimana ini? Bagaimana ini?" Bunga menggerutu sembari memegang erat ponselnya yang sedang berbunyi.
'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan,,' suara operator dari ponsel Bunga.
Hal itu membuatnya merasa sangat gugup, karena dia sangat takut kalau perempuan itu tiba-tiba datang dan bertemu dengan Leo.
Apalagi, kakaknya baru saja mengatakan bahwa dia akan pulang setelah jam makan siang.
Jadi Bunga merasa sangat ketakutan di dalam kamarnya, takut sekali Jika Nanta dan Leo bertemu lalu kedua orang itu akan melihat bahwa wajah mereka sangatlah mirip!!!
Sementara itu, di stasiun kereta api, Nita turun dari kereta api sembari bersorak memeluk 2 boneka kelincinya.
"Ye,,,!! Kita pulang ke rumah!!" Seru gadis kecil itu sembari melompat-lompat melihat ke arah ibu dan kakaknya yang juga turun dari kereta api.
__ADS_1
"Jangan melompat-lompat seperti itu dan perhatikan jalanmu, jangan sampai kau menabrak orang," ucap Jessica memperingatkan putrinya, langsung diangguki oleh Nita, lalu gadis kecil itu langsung berbalik menatap jalan dan mereka kemudian keluar dari stasiun kereta api.
Ketika mereka sudah berada di luar, Jessica mengambil ponselnya untuk memesan taksi online.
Tetapi perempuan itu menghela nafas ketika dia melihat bahwa ponselnya telah lowbat, karena kemarin malam setelah mereka melihat video, Nanta tidak mengecasnya.
'Hah,, ponselnya lowbat begini, bagaimana aku akan menghubungi Bunga untuk menanyakan tentang Kak Leo?' pikir Jessica dalam hati sembari melirik ke arah Putra dan putrinya.
'Aku tidak mungkin membawa mereka pulang sebelum mengetahui apakah di rumah masih ada Kak Leo atau tidak, karena aku tidak mungkin tidak mengakui mereka sebagai anakku di depan orang lain.' pikir Jessica dalam hati sembari menyimpan ponselnya lalu perempuan itu melihat ke arah jalan raya.
Jessica yang melihat ke jalan raya langsung berbalik menatap putrinya lalu dia berkata, "maafkan Ibu sayang, kemarin malam Ibu lupa mengecas ponsel ibu jadi tidak ada baterai untuk memesan taksi. Kita tunggu saja taksi yang lewat."
"Kalau begitu, bolehkah aku bersama olly dan onny duduk di kursi itu? Kami bertiga merasa lelah berdiri," ucap Nita langsung diangguki oleh Jessica lalu dia menuntun gadis kecil itu ke sebuah kursi.
"Nanta, Apa kau mau ikut duduk?" Tanya Jessica sembari melirik ke arah putranya yang berdiri sambil memegangi koper dan tas besar mereka.
__ADS_1
Nanto menggelengkan kepalanya, "aku tidak lelah, ibu dan nita saja yang duduk, biar aku yang menunggu taksinya." Kata pria kecil itu dengan sikap yang begitu dewasa.
Maka begitu, Jessica tersenyum lalu duduk di samping Nita sembari memperbaiki ikat rambut gadis kecilnya yang agak berantakan.
"Na na na na na......" Sambil duduk Nita bernyanyi kecil menikmati sentuhan-sentuhan ibunya di helaian rambutnya.
Banyak orang memperhatikan mereka, terutama memperhatikan langkah yang berdiri dengan tegap sembari menatap datar ke arah jalan raya.
"Lihat keluarga kecil itu, ibunya cantik anaknya cantik, bahkan pria kecil yang berdiri di dekat mereka juga terlihat sangat tampan. Pastilah ayahnya juga sangat tampan!!"
"Ah,, lihat pria kecil itu, dia terlihat seperti orang dewasa yang sedang menunggu kendaraan."
Banyak orang berbisik tentang mereka tetapi Jessica sudah terbiasa dengan hal seperti itu karena kemanapun Mereka pergi kedua anaknya selalu menarik perhatian.
Terutama Nanta yang selalu bersikap dewasa, pria kecil itu selalu populer di manapun dia berada.
__ADS_1
Jadi Jessica tidak lagi memperdulikan omongan orang-orang dan hanya tenang memperbaiki rambut putrinya yang berantakan.