
Syuting yang melelahkan hari itu akhirnya selesai, dan Jessica melihat ponselnya sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.
Perempuan itu kemudian melihat sebuah pesan dari Leo bahwa pria itu telah menunggunya di depan lokasi syuting hingga membuatnya sangat terkejut tetapi setelah berpikir-pikir bahwa saat itu adalah malam hari maka dia merasa agak lega.
Menjadi perempuan itu mengambil barang-barangnya dan bergegas untuk meninggalkan lokasi syuting.
Ketika dia hendak pergi dia tak sengaja melihat Baron yang datang menjemput Clara.
'Ah,, dia sudah dijemput, lalu di mana jemputanku?' ucap Jessica dalam hati sembari melirik kesana kemari dan tidak melihat mobil mewah milik Leo.
Jadi perempuan itu berdiri dengan bingung sampai tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya.
Dia sangat terkejut karena mobil itu adalah mobil asing jadi dia mundur beberapa langkah dan melihat pria yang keluar menggunakan pakaian serba hitam bersamaan dengan masker dan topi hitam lalu pria itu segera membukakan pintu untuk Jessica.
__ADS_1
"Naiklah," ucap pria itu langsung membuat Jessica naik ke mobil karena dia mengenali suara pria itu.
Begitu di dalam mobil, Jessica memperhatikan pria yang sudah duduk di kursi ke medi dan kebingungan melihat pria itu.
"Maaf, aku melakukan semua ini karena aku tidak mau melihatmu berjalan terlalu jauh dari tempat ini. Kau baik-baik saja dengan mobil ini kan?" Tanya Leo yang merasa cemas jika Jessica tidak nyaman menggunakan mobil murah yang ia kenakan saat itu.
Karena sekarang mobil yang ia pesan yang didesain dengan mewah di bagian dalamnya, tetapi bagian luarnya tetap terlihat sebagai mobil yang biasa-biasa saja.
"Ah,, Tidak apa-apa, tapi aku justru merasa kalau Kak leola yang tidak nyaman mengemudi di mobil seperti ini, bahkan Kak Leo menggunakan pakaian seperti itu." Ucap Jessica yang merasa tidak enak pada pria itu sebab Dia sudah membebaninya.
Namun di luar dugaan perempuan itu, Leo malah tersenyum ke arahnya dan tanpa aba-aba lalu mendekat ke arahnya sembari mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir Jessica.
"Asal kau ada bersamaku aku selalu nyaman," kata pria itu langsung membuat Jessica terpaku di tempatnya dengan jantungnya yang terus berdegup amat kencang.
__ADS_1
Sementara di mobil lain, Clara dan Baron yang memperhatikan Jessica menaiki sebuah mobil yang berbeda dari mobil kemarin langsung kebingungan menatap mobil di depan mereka.
"Bukankah kemarin Jessica dijemput sebuah mobil mewah? Kenapa sekarang ada mobil lain lagi?" Ucap perempuan itu menatap ke arah Baron dengan bingung.
Tetapi Baron yang mendengar ucapan Clara, pria itu hanya menyalahkan mesin kendaraannya sambil berkata, "mungkin itu temannya yang datang menjemputnya, jadi tidak usah dipikirkan."
Setelah berkata demikian, Baron melajukan mobilnya meninggalkan mobil yang masih tertinggal dan Clara yang duduk di dalam mobil langsung melihat ke arah mobil itu, tetapi dia sama sekali tidak bisa melihat ke dalam mobil karena mobil itu memang sudah di atur supaya tidak tembus pandang dari luar.
"Sayang sekali kita tidak bisa melihat wajahnya," ucap Clara sambil menghela nafas, tetapi dalam hatinya perempuan itu merasa amat senang karena akhirnya baru melihat kelakuan Jessica yang sesungguhnya.
Kemarin dijemput oleh pria lain yang terlihat seperti pria yang berasal dari keluarga kaya raya, dan sekarang dijemput oleh pria lain yang terlihat berasal dari keluarga biasa-biasa saja.
Itu menandakan bahwa Jessica bukan hanya berhubungan dengan satu pria saja tetapi dengan dua pria atau mungkin saja lebih dari yang mereka perkirakan.
__ADS_1