Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
15. Kesal pada Jessica


__ADS_3

Setelah selesai dirias, Jessica duduk di ruang tunggu bersama dengan beberapa artis kecil lainnya yang juga sudah selesai di rias.


Perempuan itu duduk sambil tertunduk memikirkan kata-kata Clara yang ia dengar ketika dia sedang dirias oleh Sani.


'Jadi mereka pergi berlibur bersama, mereka sangat menikmati hidup mereka setelah menghancurkan hidupku. Dan sekarang dia juga berencana untuk menjadi pemeran utama di film 'ibu'?' ucap Jessica dalam hati kini menimbang-nimbang Apakah dia akan berusaha mendapatkan salah satu peran di film 'ibu' atau tidak perlu lagi melakukannya, agar dia tidak usah bertemu dengan orang dari masa lalunya.


Jessica masih terus memikirkan hal itu sampai ketika seorang pria berbadan kecil datang memanggilnya, "adegan untuk nomor 37," ucap pria itu sembari melihat Jessica langsung membuat Jessica mengangguk.


Karena kemarin dia sudah berlatih sedikit maka hari ini Jessica akan langsung mempraktekkannya maka seluruh persiapan telah dibuat sebaik mungkin.


Jessica berdiri di atas sebuah tebing tinggi dengan sabuk pengaman di tubuhnya.


Dia menggunakan pakaian berwarna merah yang sama persis dengan pakaian pemeran utama, baju itu sangat berat dan Jessica harus membuatnya diterbangkan oleh angin ketika dia meluncur di atas tali yang telah dipasang dari atas tebing sampai ke bawah lapangan, dimana anak-anak kecil sedang diganggu oleh seorang preman.


"Action!!!" Teriak sutradara menggunakan pengeras suara langsung membuat Jessica memulai seluncurannya.


Karena dia tidak boleh memperlihatkan wajahnya maka dia tidak perlu bersusah payah mengontrol ekspresinya dan fokus pada gerakan tubuhnya saja.

__ADS_1


Syung......!!!


Luncuran perempuan itu disaksikan oleh semua orang sampai Jessica tiba di lapangan dan mendarat dengan sempurna.


"Cut!!!" Teriak sutradara merasa sangat puas dengan adegan tersebut karena jubah yang dikenakan oleh Jessica benar-benar berkibar dengan sempurna.


Asisten sutradara yang berada di samping sutradara langsung berkata, "Tuan melihatnya bukan? Tidak ada adegan yang tidak bisa ia lakukan," ucap Welly yang adalah teman seperjuangan Jessica ketika mereka masih berada di akademi.


Sutradara tidak berkata apapun, tetapi dia hanya menganggukkan kepalanya lalu mengambil naskah yang diletakkan di atas meja.


"Baik, terima kasih sutradara," ucap Welly langsung meninggalkan sang sutradara untuk memberi kode pada semua orang agar menyiapkan adegan-adegan selanjutnya.


Pria itu juga menghampiri Jessica dan memberi ucapan selamat atas kerja keras perempuan itu.


"Selamat, sutradara sangat puas dengan aktingmu hari ini. Tapi, adegan berikutnya akan bertarung menggunakan pedang. Meski itu bukanlah pedang asli, tapi tetap saja bisa melukaimu jika kau salah fokus. Jadi sebaiknya kau harus fokus agar tidak terluka." Ucap Welly memperingatkan Jessica.


Menganggukan kepalanya, Jessica berkata, "baik, aku pasti akan bekerja keras. Terima kasih atas dukunganmu."

__ADS_1


Welly hanya mengangguk pelan sembari menepuk pelan bahu Jessica lalu pria itu kemudian meninggalkan Jessica untuk kembali berbicara dengan sutradara.


Para artis yang melihat adegan itu merasa sangat kesal karena Jessica hanyalah pemeran pengganti, namun dia selalu mendapat perhatian dari asisten sutradara.


"Aku sangat kesal melihat dia selalu diperhatikan oleh asisten sutradara. Ini sangat menyebalkan hanya karena anak-anaknya akan berulang tahun besok, maka jadwal kita diundur dan harus menunggu sampai sore nanti!!!"


"Iya, padahal aku sudah ada janji dengan kekasihku untuk pulang lebih awal bersamanya, sekarang hanya karena seorang pemeran pengganti maka aku harus membatalkan kencan ku dengan kekasihku!!!"


Para perempuan bercerita sembari menatap kesal pada Jessica.


Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berdiri lalu berkata, "kalian tenang saja aku punya rencana yang bagus supaya kita bisa pulang lebih awal."


"Hah, apa itu?" Semua orang bertanya dengan rasa penasaran mereka.


Setelah itu mereka berbisik-bisik memikirkan rencana dan akhirnya mengangguk puas.


Maka beberapa perempuan yang berkumpul itu langsung berpisah tempat dan melaksanakan rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2