
Setelah selesai mengurusi kedua keponakannya, Bunga keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah, ia melihat Jessica yang baru saja pulang.
"Apakah kau kembali dari kamar anak-anak?" Tanya Jessica sembari meletakkan tas berukuran besar yang ia bawa.
"Iya, mereka berdua sudah tidur. Tapi untuk apa kau membawa tas sebesar itu?" Tanya Bunga mendekati Jessica lalu perempuan itu memeriksa isi tasnya.
"Ini,," Bunga mengerutkan keningnya melihat sebuah boneka besar yang diletakkan di dalam tas.
"Itu hadiah untuk Nita dan Nanta," ucap Jessica sembari melepas jaketnya lalu perempuan itu duduk di sofa dengan kaki diangkat ke meja, "ah,, memang rumah adalah tempat yang paling nyaman," kata Jessica menikmati rasa nyamannya.
"Hm,, Tapi sebaiknya kau juga jangan bekerja terlalu keras, hal itu sangat buruk untuk kesehatanmu." Ucap Bunga yang merasa sangat cemas dengan Jessica yang bekerja siang malam sebagai pemeran pengganti.
Jessica menghela nafas, "kalau aku tidak bekerja keras, bagaimana aku akan menghidupi kedua anakku? Aku tidak mau kalau kami bertiga terus bergantung padamu," ucap Jessica sembari memejamkan matanya membuat Bunga merasa sangat kesal.
"Apa yang kau katakan?!! Aku tidak pernah merasa direpotkan oleh kalian. Lagi pula, aku merasa senang bisa menjaga mereka berdua, jadi aku tidak kesepian saat sendirian di rumah." Ucap Bunga sembari mendengus kesal.
__ADS_1
"Baiklah,, apapun yang kau katakan adalah kebenaran," kata Jessica dengan acuh, sebab dia tahu bahwa mereka akan berdebat hebat lagi jika dia masih terus membantah perempuan itu.
Lagi pula, sudah lama dia dan kedua anaknya bersikap tidak tahu malu pada Bunga, jadi sudah terlambat untuk membahas masalah itu sekarang.
"Pokoknya, kau tidak boleh membahas hal itu lagi. Dan aku punya kabar baik untukmu!!" Ucap Bunga mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu perempuan itu segera berpindah tempat duduk ke samping Jessica.
"Apa itu?" Tanya Jessica sembari memperbaiki posisi duduknya lalu perempuan itu memeluk pinggang Bunga dan menyandarkan dagunya di bahu Bunga sembari melihat layar ponsel Bunga.
"Ini adalah casting untuk pemeran pendukung dari film 'Ibu', aku yakin kalau kau mengikutinya, kau pasti bisa lolos karena mereka mencari kriteria yang sangat mirip denganmu," ucap Bunga memperlihatkan sebuah brosur di layar ponselnya.
Jessica memperhatikan brosur itu lalu beberapa saat kemudian dia mengambil ponsel dari tangan Bunga dan membaca brosur itu dengan seksama.
"Aku tidak kerepotan!! Aku malah senang melakukannya," kata Bunga membuat Jessica sangat senang lalu kedua perempuan itu berpelukan dengan hangat.
"Terima kasih,, Aku merasa sangat bersyukur karena selama 6 tahun terakhir aku terus ditemani olehmu. Seandainya kejadian 6 tahun yang lalu ku lalui sendiri, aku tidak yakin kalau sampai saat ini aku masih mampu bertahan dengan kedua anakku." Ucap Jessica yang merasa sangat bersyukur memiliki seorang sahabat seperti Bunga.
__ADS_1
"Aku tahu, lagi pula aku juga tidak tahu bagaimana jadinya jika 6 tahun ku lalui hanya sendirian saja, jadi terima kasih juga untukmu dan pada kedua keponakanku yang menggemaskan." Kata Bunga mempererat pelukannya pada Jessica.
Tetapi dalam hatinya Bunga berpikir, 'Bagaimana mungkin aku merasa direpotkan menjaga keponakanku sendiri? Hah,, seandainya kau tahu bahwa kemiripan mereka dengan Leo Itu semua terjadi karena Leo memang ayah kandung mereka.
'Sayang sekali aku harus merahasiakan ini darimu. Tapi aku tetap saja takut kalau saja tiba-tiba mereka berdua ketemu dengan Leo, lalu pria itu mengenali keduanya. Apa yang akan kulakukan jika momen tersebut terjadi?'
Bunga merasa sangat cemas karena Nanta memiliki sikap yang sangat mirip dengan Leo.
Kecerdasan di atas rata-rata, wajah dingin yang datar, tingkah yang begitu kaku, dan terlebih pria kecil itu memiliki wajah dan suara yang sangat mirip dengan Leo.
Tapi untungnya semuanya itu baru terlihat setelah Dia berumur 2 tahun dan Jessica juga telah melupakan ciri khas Leo karena Jessica memang jarang bertemu dengan Leo.
Tetapi Bunga yang terus khawatir selalu mencari informasi tentang kakaknya dan perempuan itu selalu khawatir saat melihat foto kakaknya yang begitu mirip dengan keponakannya.
@interaksi
__ADS_1
Astaga,,,, jangan begitu benci pada Bunga dong, apa jadinya taman depan rumahmu tanpa bunga???