
Maka Jessica dan Leo saling bertatapan lalu Jessica berkata, "dalam hitungan ketiga, Ayo kita perlihatkan hadiah yang ada di tangan kita masing-masing."
"Baik," jawab Leo sembari menganggukkan kepalanya.
Maka Nanta yang ada di pangkuan Leo langsung berkata, "Kalau begitu, biar aku dan Nita yang menghitungnya."
Mendengar ucapan kakaknya maka Nita langsung menganggukkan kepalanya lalu dengan jari kecilnya perempuan itu kemudian mengangkat telunjuknya sambil berkata, "satu! Dua! Tiga!"
🐾🐾🐾
Leo dan Jessica sama-sama memperlihatkan barang yang ada di tangan mereka dan keduanya langsung tertawa ketika melihat ternyata itu adalah cincin dan sertifikat pernikahan.
"Ayo ayah,,, cepat pasang cincinnya pada jari ibu!!!" Seru Nita turun dari pangkuan Jessica agar kedua orang itu leluasa berinteraksi.
Nanta juga turun dari pangkuan Leo lalu pria kecil itu mengambil ponsel dan menyalakan kameranya.
Sementara Jessica, dia mengulurkan tangan kanannya lalu membiarkan Leo menyelipkan cincin di jari manisnya.
Cekrek!
__ADS_1
Sebuah gambar yang indah diambil oleh Nanta, Lalu setelah itu dia mengambil gambar-gambar lain saat Jessica juga memasang cincin pada jari Leo, lalu kedua orang itu kemudian menandatangani sertifikat pernikahan mereka.
"Hore....!!!" Seru Nita langsung memeluk kedua orang itu.
Sementara Nanta, dia mengambil sertifikat pernikahan yang ada di atas meja dan memperhatikannya dengan seksama.
"Kakek dan nenek bilang setelah menandatangani ini kalian harus pergi ke kantor pencatatan sipil." Ucap Nanta langsung diangguki oleh dua orang yang tengah berbahagia.
"Kami akan pergi besok," ucap Leo.
"Hore!!!" Dita langsung berseru kencang dan kembali memeluk kedua orang itu dengan hangat.
Tiga orang yang sudah lebih dulu berada di ruang makan langsung memperhatikan jari tangan kedua orang itu dan melihat cincin di jari manis Jessica dan Leo.
"Nenek!!! Kakek!!" Seru Nita berlari ke arah nenek dan kakeknya membawa dokumen yang telah ditandatangani oleh Jessica dan Leo.
Maka dengan segera Tuan Zaki membuka dokumen itu dan wajahnya tampak puas melihat tanda tangan kedua orang itu sudah dibubuhkan pada dokumen tersebut.
"Hah,, kalau melihat seperti ini ayah dan ibu jadi tenang. Lagi pula Kenapa kalian harus menunda sampai sekarang untuk menikah?" Ucap Nyonya Zaki sembari melihat dua orang yang kini duduk dengan senyum terukir di wajah mereka.
__ADS_1
Leo yang mendengar ucapan ibunya kemudian berkata, "Aku berencana untuk membuat pernikahan yang indah untuknya tapi--"
"Dasar kau!!" Sela Nyonya Zaki dengan setengah berteriak, "bisa-bisanya kau mengatakan hal seperti itu ketika kau menunda selama 6 tahun untuk meresmikan hubungan kalian berdua?
"Jika saja tidak ada kami semua di sini... Apakah kalian akan menunggu sampai Nanta dan Nita akan menikah baru kalian meresmikan hubungan kalian???!!!
"Masalah perayaan pernikahan bisa ditunda kapanpun, tapi pencatatan hukum dan peresmian seperti ini tidak bisa ditunda-tunda!!!" Tegas Nyonya Zaki.
"Kami mengerti," jawab Leo dan Jessica secara bersamaan.
"Bagus kalau kalian mengerti, jadi besok kesampingkan dulu pekerjaan kalian dan pergilah ke pencatatan sipil membawa berkas-berkas kalian karena semuanya harus dilengkapi." Ucap Nyonya Zaki.
"Baik Bu," kembali jawab Leo dan Jessica secara bersamaan.
Bunga yang mendengar itu, dia hanya diam di tempatnya sembari mengambil garpu dan mulai makan makanannya.
Dia merasa bersalah pada Leo dan Jessica, tetapi dia tahu bahwa perasaan bersalahnya sudah tidak berguna lagi, jadi perempuan itu hanya bisa diam-diam di tempatnya dan berpura-pura tidak mengetahui apapun di depan ayah dan ibunya.
Meski begitu, dia tetap senang akan hubungan kedua orang itu yang akhirnya berjalan dengan bahagia.
__ADS_1
Dia tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kakaknya dan sahabat terbaiknya benar-benar akan menjadi sepasang suami istri dan mendapatkan kebahagiaan lewat pernikahan mereka.