Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
87. Takdir yang terus mempertemukan


__ADS_3

"Ini pertama kalinya aku diberikan barang oleh seorang perempuan, Dan itu pertama kalinya jantungku berdegup aneh saat bersama dengan perempuan." Ucap Leo sangat mengejutkan Jessica.


🐾🐾🐾


Jessica menatap lekat gantungan kunci itu, lalu dia langsung teringat masa lalunya.


"Hei Jessica, untuk siapa kau membuat gantungan kunci yang cantik itu?" Tanya Bunga yang kala itu melihat Jessica yang masih berumur belasan tahun sedang membuat sebuah gantungan kunci.


Jessica tersenyum, "Ini,, Aku ingin memberikannya nanti pada pria yang ku sukai." Jawab Jessica.


"Apa?! Kau sedang menyiapkan sesuatu untuk pria yang kau sukai? Tapi kenapa kau memilih gantungan kunci?" Tanya Bunga sembari mengambil gantungan kunci dari tangan Jessica dan memperhatikan benda kecil itu.


"Aku hanya pandai membuat itu, jadi aku membuat itu." Ucap Jessicca.

__ADS_1


"Ahh, begitu," ucap Bunga dengan angguk-angguk.


Dan setelah percakapan mereka itu, beberapa bulan setelahnya Bunga mengalami sakit parah hingga pada tengah malam di hujan yang sangat deras seorang pria datang menerobos hujan itu untuk membawa obat bagi Bunga.


Jessica yang sedang menjaga Bunga menata pria yang berjalan dengan tubuh yang basah kuyup ke arahnya lalu pria itu menyerahkan sebuah kantong plastik yang diikat dengan sangat sempurna agar tidak tembus air.


Saat itulah pertama kali Jessica bertemu dengan Leo dan dia merasa sangat terpana dan kagum pada pria itu.


Pria yang menerobos hujan badai untuk menyelamatkan seorang perempuan yang sedang sakit.


"Kak Leo,, ini untuk kakak. Sebagai ucapan terima kasihku karena kakak sudah datang membawa obat yang menyembuhkan Bunga." Ucap Jessica dengan malu-malu menyerahkan gantungan kunci itu langsung ke tangan Leo yang sedang diletakkan di atas meja, lalu perempuan itu tanpa menunggu jawaban Leo langsung berlari pergi meninggalkan Leo.


Setelah mengingat itu kembali, wajah Jessica menjadi merah lalu dia tertunduk, 'aku sudah melupakan kejadian itu, karena sejak 6 tahun yang lalu ketika aku ternodai, aku pikir tidak ada lagi kesempatan untuk bersama dengan Kak Leo. Tapi,,, Apakah sekarang memang waktunya?' ucap perempuan itu dalam hati sembari diam-diam mengintip gantungan kunci yang telah diletakkan Leo di atas meja.

__ADS_1


Melihat perempuan yang hanya diam di depannya, akhirnya Leo kembali berkata, "baiklah, kalau kau butuh lebih banyak waktu lagi untuk menjawab pertanyaanku, maka aku akan menunggumu."


Setelah berbicara, dia menunggu beberapa detik Jessica menjawabnya, tetapi perempuan itu tidak berkata apapun jadi dia pikir bahwa perempuan itu perlu waktu sendiri untuk memikirkannya.


Oleh sebab itu Leo langsung berdiri membawa kopinya dan berjalan ke arah ruang keluarga untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan.


Sementara Jessica yang ditinggalkan, perempuan itu mengambil gantungan kunci yang diletakkan di atas meja.


"Ini,,, Apakah ini yang dinamakan takdir? Saat itu Bunga benar-benar tidak berniat untuk mengikuti ucapan Clara dan dia memberikan ruang VIP padaku supaya aku bisa tidur dnegan nyenyak. Tapi Siapa yang menyangka kalau ternyata ruangan VIP itu malah dimasuki oleh Leo dan....." Jessica meneteskan air matanya menatap gantungan kunci yang ada di tangannya.


Dia memikirkan keadaan sekarang di mana dia dan Leo sudah memiliki dua orang anak, tapi semua itu terjadi karena keadaan yang tidak terduga.


"Dari semua yang terjadi, terlihat seperti takdir memang ingin terus mempertemukan kami. Jadi,, Apakah sekarang saatnya aku membiarkan takdir itu mempersatukan kami?" Ucap perempuan itu dalam hati yang sebenarnya sejak 6 tahun lalu dia sudah melupakan Leo.

__ADS_1


Bagaimanapun, dia tidak mau dirinya yang telah memiliki anak masih mengharapkan sesuatu, tetapi kejadian hari ini,,, apakah itu akhirnya?


Akhirnya mereka memang harus bersama?


__ADS_2