
Setelah kejadian yang hampir saja memfitnah Jessica, maka Jessica mulai berhati-hati dalam segala tindakannya.
Jika biasanya dia menyapa semua orang dengan ramah, maka setelah saat itu, ketika jam pulang, Jessica langsung pergi saja secara diam-diam meninggalkan lokasi syuting.
Begitu dia tiba di depan Villa, perempuan itu mengeluarkan kaca untuk memeriksa wajahnya.
"Mataku sedikit bengkak, tapi aku harap anak-anakku tidak memperhatikannya," ucap Jessica menyimpan kaca kecil miliknya lalu perempuan itu memasuki Villa dan melihat Nita sedang dikejar-kejar oleh Bunga.
"Ha ha ha...!! Kejar aku kalau Tante sanggup!!!" Seru gadis kecil itu sembari membawa dua boneka kelincinya dan pena pemberian Leo.
"Hai berhenti di situ anak kecil!!!" Teriak Bunga yang berlari dari tangga sembari membawa pakaian tidur untuk dikenakan pada Nita.
Jessica yang melihat itu merasakan amarahnya hampir meledak karena melihat keponakannya yang sudah berbuat nakal dan mengerjai tantenya.
Sementara Nita, karena dia terlalu fokus menoleh ke belakang maka dia tidak melihat ibunya yang menghalangi jalan.
Buk!!!
__ADS_1
Gadis kecil itu menabrak ibunya sendiri dan hampir saja jatuh ke belakang, seandainya Jessica tidak menahan tubuhnya.
"Ada yang berbuat nakal lagi dan harus ditangkap?!!" Ucap Bunga dengan suara yang datar, sembari menatap anaknya dengan raut wajah yang marah.
"Ibu,,," ucap Nita kini menatap ibunya dengan rasa bersalah, lalu dari belakangnya, Bunga langsung menyambarnya dan membawanya kepelukan perempuan itu.
"Naga nakal di tangkap!!!" Teriak Bunga lalu berlari membawa keponakannya ke atas tangga membuat Nita kembali tertawa terbahak-bahak.
Jessica menghela nafas melihat kelakuan Bunga dan anaknya, lalu perempuan itu segera masuk ke kamarnya mengganti pakaiannya.
Setelah selesai, Dia kemudian keluar mendapati semua orang sudah duduk di meja makan.
"Lain kali jika Ibu tahu kau membandel pada Tante Bunga, maka ibu akan memutuskan kalau kita akan pindah rumah!!!" Tegas Jessica langsung membuat Nita mengangguk dengan patuh.
"Maafkan aku Tante," ucap Nita sambil menatap ke arah Bunga.
Bunga tersenyum melihatnya Nita yang menciut di depan ibunya, "baiklah, tante memaafkanmu dengan catatan besok-besok tidak boleh lagi seperti itu." Ucap Bunga langsung diangguki oleh Nita.
__ADS_1
"Baik!!" Jawab Nita merasa sangat senang, lalu keempat orang itu mulai makan dengan Nita yang meletakkan penanya di atas meja makan sambil sesekali menatap pena itu.
Jessica yang melihat tingkah anaknya hanya bisa menghela nafas, 'Hah,, Aku harap dia hanya memegang pena itu selama satu bulan saja.' pikir Jessica dalam hati sembari memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.
"Oya, Bagaimana persiapan untuk casting besok?" Tanya Bunga sambil menatap Jessica yang sibuk menikmati makanannya.
Jessica tersenyum, "semuanya sudah siap, aku juga memutuskan untuk memakai pakaian milikku sendiri. Bagaimanapun, karakter yang akan kuperankan adalah karakter yang santai dan tomboi," jawab Jessica langsung diangguki oleh bunga.
"Kalau begitu, kami bertiga akan pergi mengantarmu untuk casting!" Ucap Bunga langsung diangguki oleh Jessica.
"Apakah ibu coba mendapatkan peran pengganti lagi?" Tanya Nanta kini menatap ibunya.
Jessica tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu dia berkata, "ibu coba mendapatkan pemeran yang sesungguhnya."
"Apa?!!" Nita berseru tak percaya, "Jadi nanti kalau filmnya sudah jadi, aku akan melihat wajah ibu di layar TV!!!" Gadis kecil itu bersorak sangat senang sambil menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.
Bunga menggelengkan kepalanya, "bukan di layar TV, tapi di layar bioskop." Ucap Bunga semakin membuat Nita bersorak senang.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku tidak sabar menunggu ibu muncul di layar bioskop!!!" Sorak Nita yang merasa sangat senang.
Sementara Jessica dan Bunga, kedua perempuan itu hanya tersenyum melihat tingkah Nita, karena gadis kecil itu tidak tahu saja bahwa perlu proses yang panjang untuk sebuah film muncul di bioskop.