Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
139.


__ADS_3

Maka ketika dia beberapa kali memanggil Jessica dan perempuan itu benar-benar tidak menghiraukannya, Leo dengan cepat bergegas mengambil kunci serep kamar mandi tersebut dan membukanya dari luar.


Pria itu sangat terkejut ketika melihat Jessica sudah terduduk di lantai dengan shower yang membasahi tubuhnya lalu perempuan itu menangis sekencang-kencangnya sembari memukul-mukul tembok dengan kedua tangannya.


"Sayang!!" Ucap Leo langsung menghampiri Jessica dan menurut perempuan itu dengan erat.


Dia juga mengunci tangan Jessica agar perempuan itu berhenti memukuli tembok yang bukannya membuat tembok menjadi sakit malah membuat tangan perempuan itu menjadi sakit.


🐾🐾🐾


"Aku di sini,, aku di sini,," Ucap Leo dengan panik menyadari perempuan di dekatnya bergemetar ketakutan dan amarahnya sangat meluap.


"Hikss,, hiks,, hiks,,," Jessica tidak mendengarkan ucapan perempuan itu, hanya terisak dengan keras semakin membuat Leo menjadi panik.

__ADS_1


"Baiklah, kau boleh menangis sepuasnya, dan aku akan menemanimu di sini," ucap Leo kini memperbaiki posisi duduknya dan membawa perempuan itu ke pangkuannya serta memeluknya dengan erat.


"Huhu,, hiks,, hiks,,," Jessica terus menangis karena perempuan itu menangis sembari memeluk suaminya dengan erat dan Gigi perempuan itu tidak tinggal diam menggigit dada suaminya.


Dia merasa marah kecewa dan menyesal hingga membuat dirinya tak mampu mengatakan apapun selain membiarkan air matanya menjadi satu-satunya alat untuk berbicara.


Shower yang mengguyur mereka secara terus-menerus diabaikan oleh Leo, pria itu fokus menghibur istrinya dengan cara mengelus punggung dan kepala perempuan itu meskipun bibirnya tak mampu berkata apa-apa.


Dia membiarkan Jessica menangis sampai 30 menit lamanya lalu akhirnya perempuan itu menjadi tenang dan Leo kemudian mengangkat Jessica ke dalam bak berendam yang tidak berisi air.


Jessica yang masih sesegukan kemudian menggelengkan kepalanya, Tetapi dia sama sekali tidak merontah kalah Leo dengan pelan-pelan melepaskan semua pakaiannya dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat.


"Hiks,, hiks,," Jessica masih terisak rumah tetapi isakanya sudah tidak terlalu keras lagi jadi Leo merasa lebih baik.

__ADS_1


Setelah selesai membasuh semua tubuh Jessica, Leo kemudian mengambil handuk dan membalut tubuh Perempuan itu lalu membawanya keluar kamar mandi.


Dia pun yang masih berada dalam keadaan basah dan masih memakai pakaian utuh mengabaikan saja semuanya itu dan mengambil pakaian Jessica lalu membantu perempuan itu berpakaian.


Setelah berpakaian, Jessica langsung tertidur di ranjang sembari membungkus tubuhnya dan kembali lagi menangis.


'Apa yang terjadi pada istriku?' tanya Leo sembari menatap perempuan itu lalu beberapa saat kemudian ia berbalik ke kamar mandi melepaskan semua pakaiannya lalu dia berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian pria itu menyuruh pelayan membawakan mereka teh hangat, lalu Leo naik ke tempat tidur berusaha menghibur perempuan itu.


"Sayang,, pelayan sudah membawakan teh, Apa kau mau minum?" Tanya Leo sambil menyalakan hair dryer dan lanjut mengeringkan rambut Jessica yang sudah setengah kering.


Menyadari pria di belakangnya begitu hangat memperlakukannya, maka Jessica akhirnya menghapus air matanya dan berbalik memeluk pria itu dengan erat.

__ADS_1


"Aku di sini,," ucap Leo sembari mengusap-usap punggung Jessica dengan satu tangan terus memegang hair dryer untuk mengeringkan rambut perempuan itu.


__ADS_2