Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
72. Memaafkan


__ADS_3

Meski sangat canggung, semua orang di meja makan berusaha untuk menikmati makan malam itu sampai akhirnya mereka semua merasa kenyang.


"Kakak! Temani aku ke sana!!" Ucap Nita sembari menunjuk ke arah ruang yang memang disiapkan untuk bermain anak-anak.


Nanta langsung menganggukkan kepalanya, lalu pria kecil itu mengantar adiknya untuk pergi ke ruang bermain anak-anak.


Sementara 3 orang dewasa yang ada di meja, mereka semua tampak diam dengan Jessica yang tertunduk memainkan sedotan di dalam gelas jus miliknya.


'Apakah Kak Leo juga sudah mengetahui bahwa aku dan dia,,,, bahwa Nanta dan Nita adalah anak kandungnya?' ucap perempuan itu dalam hati sembari memegang erat sedotannya.


"Itu, kak,, ada hal yang ingin kukatakan padamu," ucap Bunga dengan tangan dan kaki yang gemetar di bawah kolong meja.


Dia sudah melakukan pengakuan pada Jessica, dan itu terasa begitu berat, dan sekarang tinggal mengaku lagi pada kakaknya.


Tapi untuk berbicara dengan pria itu, Dia merasa bahwa dirinya benar-benar tidak sanggup.

__ADS_1


Dan perempuan itu langsung mengangkat wajahnya menatap kakaknya ketika dia tiba-tiba mendengar ucapan pria itu.


"Aku sudah tahu yang ingin kau bicarakan. Nanta dan Nita adalah anak kandungku bukan?!" Ucap pria itu sembari melihat ke arah Jessica.


Jessica yang ditatap langsung menunduk dan meramas ujung gaunnya.


"Kita bicarakan lagi nanti," ucap Leo sembari berdiri lalu pria itu menyusul dua anak kecil yang sedang berada di ruang bermain.


Kakaknya sudah pergi, tetapi Bunga tetap gemetar di tempatnya dengan Jessica yang memejamkan matanya menahan rasa ketakutannya.


"Jangan khawatir, aku sudah memaafkanmu," ucap Jessica langsung memeluk Bunga dengan hangat sembari menahan air matanya agar tidak merembes di pipinya.


Meski dia merasa sangat marah pada 5bunga yang sudah menyembunyikan fakta itu selama 6 tahun, tetapi ketika dia melihat perempuan itu sangat tersiksa, maka dia juga merasa bahwa dia tidak perlu menyimpan masalah itu terlalu lama.


"Terima kasih,," ucap Bunga akhirnya merasa lega, lalu perempuan itu kembali meneteskan air matanya mengabaikan orang-orang yang melihat mereka.

__ADS_1


"Jangan menangis Lagi, aku tahu selama ini kau juga sangat tersiksa." Ucap Jessica mengingat Bagaimana Bunga terus saja meminta maaf padanya setiap hari.


Bahkan, perempuan itu beberapa kali menangis saat berbicara dengannya dan beberapa kali juga Dia memerkoki perempuan itu menangis sendirian di dalam kamar.


"Aku sangat menyesal, seandainya bisa, aku ingin kembali ke 6 tahun lalu dan memperbaiki semua kesalahanku." Ucap Bunga sembari menghela nafas panjang dengan air mata yang terus bercucuran.


Tetapi Jessica berkata, "kalau kau kembali ke 6 tahun yang lalu, maka hari ini tidak akan pernah ada. Tidak akan pernah ada hari di mana kau berlari bersama keponakanmu dan tertawa bersama.


"Tidak ada hari ketika kau bertengkar dengan keponakanmu dan saling berebut benda. Jangan menyesal, sekarang semuanya sudah baik-baik saja." Ucap Jessicca.


"Terima kasih,, terima kasih,," ucap Bunga sembari terisak, merasa begitu bersyukur memiliki seorang teman yang begitu mengerti.


Jessica kemudian melepaskan pelukannya pada Bunga lalu perempuan itu menarik beberapa lembar tisu dan menyerahkannya pada bunga.


"Hapus air matamu, Tidak baik Kalau kau dilihat orang menangis seperti ini." Ucap Jessica langsung membuat Bunga menganggukkan kepalanya, lalu dia mengambil tisu itu dan mengusap air matanya.

__ADS_1


__ADS_2