
Setelah cukup lama membujuk gadis kecil di pangkuan Jessica agar tidak menangis, akhirnya gadis kecil itu keluar dari kamar ayah dan ibunya lalu dengan wajah cemberutnya dia pergi mencari kakek dan neneknya.
Sementara Jessica, perempuan itu menatap Leo dan merasa sangat canggung menatap pria itu.
"Hah,, padahal aku sudah sangat senang bisa memelukmu semalaman, tapi Siapa yang sangka kalau anak kita akan sangat marah seperti itu." Ucap Leo ketika dia melihat bahwa Jessica tampaknya agak malu terhadapnya.
"Itu,, kemarin malam Kenapa kau memelukku?" Tanya Jessica dengan jantung berdekap amat kencang karena dia sebenarnya malu setelah bangun dan tidak memarahi pria itu.
Tetapi dia juga tidak mau memarahi pria itu karena pria itu sama sekali tidak macam-macam padanya kecuali hanya memeluknya saja.
"Kenapa? Apakah aku tidak boleh memeluk kekasihku sendiri? Kemarin malam kau juga tidak bilang kalau aku tidak boleh memelukmu." Ucap Leo.
"Ah,, itu," Jessica merasa sangat malu, "aku buru-buru ke toilet!!" Kata Jessica langsung berlari ke toilet dan menutup pintu dengan keras.
Deg!
__ADS_1
Deg!
"Astaga tenanglah,, untuk apa malu? Kalian sudah sepasang kekasih jadi tidak perlu malu lagi!!!" Ucap Jessica pada dirinya sendiri.
Sementara di tempat lain, Nyonya Zaki yang baru bangun tidur begitu terkejut ketika dia membuka pintu kamarnya dan melihat cucunya sudah berdiri di sana.
"Nenek!!" Ucap Nita mengulurkan tangannya ke arah neneknya sebagai pertanda bahwa dia ingin digendong.
Maka Nyonya Zaki langsung menggendong gadis kecil itu dan melihat sudut mata gadis kecil itu masih dipenuhi bekas air mata.
"Ayah dan ibu jahat!! Mereka tidur berpelukan selama satu malam sedangkan aku tidur sendirian di kamar. Padahal, biasanya kami tidur bertiga dan ayah memelukku dengan erat.. tapi tadi ketika aku menangis, ayah malah bilang kalau aku sudah harus belajar untuk tidur sendiri. Padahal aku ingin tidur dipeluk oleh ayah!!!" Cerita Nita kembali meneteskan air matanya.
Nyonya Zaki yang mendengar itu langsung mengerti, jadi perempuan itu berkata, "Bagaimana kalau mulai nanti malam kau tidur bersama kakek dan nenek? Kakek dan nenek pasti akan memelukmu dengan hangat."
"Benarkah??!" Tanya Nita kini dengan mata yang berbinar-binar memandangi neneknya karena dia merasa sangat senang bahwa dia akan tidur bersama kakek dan neneknya.
__ADS_1
"Tentu!" Jawab nyonya Zaki.
Mendengar jawaban neneknya maka gadis kecil itu langsung berbinar-binar lalu dia dengan cepat turun dari pangkuan neneknya sembari berkata, "kalau begitu aku akan pergi cuci muka sekarang!!! Tapi nenek sudah berjanji bahwa nanti malam kita akan tidur bersama!!!"
"Iya, setelah cuci muka turunlah ke ruang makan untuk makan bersama." Ucap Nyonya Zaki langsung diiyakan oleh Nita.
Maka Nyonya Zaki langsung berdiri dan berjalan ke arah ranjang memukul suaminya yang masih terlelap di tempat tidur.
"Hei,, bangunlah!!!" Teriak perempuan itu langsung membuat Tuan Zaki mengerjapkan matanya dan kembali berbalik memunggungi istrinya dengan tangan pria itu menarik selimut.
"Dasar suami pemalas!!! Kalau kau bangun kesiangan nanti rezekimu dipatok ayam!!!" Teriak Nyonya Zaki menarik selimut pria itu langsung membuat Tuan Zaki duduk sambil menghela nafas.
"Hah,, rezeki mana yang akan dipatuk oleh ayam? Jelas-jelas aku sudah pensiun dan tidak bekerja lagi." Gerutu Tuan Zaki langsung membuat Nyonya Zaki melototkan matanya.
"Dasar kau!!! Kau pikir rezeki itu hanya dihitung saat kau bekerja dan mendapatkan uang? Rezeki itu juga tentang kebahagiaan dan bagaimana kau mendapatkan cucu-cucu yang sehat dan pintar!!!! Cepat sana bersiap lalu turun untuk sarapan! Cucu kita sudah menunggu!!!!!" Kesal Nyonya sakit lalu perempuan itu segera meninggalkan kamar untuk turun ke ruang makan.
__ADS_1
Sementara Tuan Zaki yang ditinggalkan, pria itu menghela nafas, 'biasanya dia juga tidak marah kalau aku bangun kesiangan, tapi kenapa hari ini dia tiba-tiba saja marah?' pikir pria itu dalam hati sembari dengan kaki yang berat dilangkahkan meninggalkan tempat tidur.