Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
83. Nyonya Zaki ingin bertemu Jessicca


__ADS_3

"B-a, ba, j-u, baju!" Suara Nita berseru sangat kencang ketika dia berhasil membaca satu kata yang ditulis oleh neneknya.


"Bagus!! Cucu nenek semakin pintar membaca. Sekarang kita coba membaca kata yang lainnya." Ucap Nyonya Zaki menulis sebuah kata yang lainnya lalu terus mengajari cucu kecilnya untuk membaca.


Bunga yang duduk bersama dengan Nanta yang sedang membaca buku sesekali memperhatikan kedua orang itu dan bunga merasakan sangat hancur dalam hatinya.


'Seandainya dari dulu Aku melakukan ini, maka sudah dari dulu keponakan-keponakanku bahagia. Tapi kenapa aku begitu bodoh? Selama 6 tahun aku terus membohongi semua orang berpura-pura menjadi malaikat yang baik hati di depan Jessica, tapi sebenarnya membuat perempuan itu semakin menderita.' pikir Bunga dalam hati lalu perempuan itu berdiri meninggalkan Ketiga orang yang masih terus berada di ruang keluarga.


Sementara Nita, setelah beberapa saat terus belajar, dia merasa lelah jadi gadis kecil itu meregangkan tubuhnya dan berdiri menatap neneknya yang duduk di karpet.


"Nenek, Ayo kita berhenti belajar, bagaimana kalau kita bermain game?" Seru Nita langsung membuat Nyonya Zaki merasa aneh melihat gadis kecil dan pria kecil yang adalah cucunya.


'Gadis kecil ini mirip dengan Bunga, dia begitu malas jika diajak belajar, sementara pria kecil itu sangat mirip dengan Putraku sudah pintar membaca sejak umurnya masih sangat kecil. Bahkan hobi mereka pun sama. Yang pria hobi membaca sementara yang perempuan hobi bermain.' ucap Nyonya Zaki dalam hati sembari memperhatikan Nita yang pergi ke sebuah rak mengambil sebuah kotak mainan.

__ADS_1


"Nenek, ini adalah permainan ular tangga. Ayo kita main ini!!" Ucap gadis kecil itu langsung diangguki oleh Nyonya Zaki yang sama sekali tidak keberatan untuk memainkan permainan anak kecil demi bisa dekat dengan cucunya.


"5!!!!" Teriak Nita merasa sangat senang lalu dia mengambil kudanya dan menggesernya sebanyak 5 kotak.


"1 2 3 4 5!!!!" Teriak gadis kecil itu lalu memberikan dadunya pada neneknya.


"Ya!! Nenek selalu dapat angka kecil!!" Seru Nita saat melihat dadu yang dilempar oleh neneknya hanya memperlihatkan angka 2.


Maka Nyonya zaki langsung menggeser kuda miliknya sebanyak dua kotak.


Pintu kamar tiba-tiba terbuka memperlihatkan Bunga yang keluar dari sana dan kembali menghampiri Ketiga orang yang duduk di ruang keluarga.


"Ibu, Apakah ibu tidak pulang?" Tanya Bunga yang merasa gugup karena dia takut jika saja Jessica hari itu pulang cepat hingga membuat Jessica bertemu dengan orang tuanya yang belum mengetahui bahwa ibu dari kedua anak-anak itu adalah Jessica.

__ADS_1


Nyonya Zaki langsung mengangkat kepalanya menatap putrinya lalu berkata, "Ibu masih mau bermain bersama cucu ibu. Oya, besok kau harus pergi ke rumah, karena kita harus membicarakan banyak hal mengenai cucu-cucu ibu yang sudah kalian sembunyikan dari ibu. Bawa juga mereka berdua, mereka harus tahu di mana rumah nenek dan kakek mereka!!!"


"Tentu!!! Aku pasti akan ikut!!!" Seru Nita begitu mendengar ucapan neneknya.


Jadi Nyonya Zaki langsung menoleh pada Nita dan mengelus rambut tipis gadis kecil itu, "kalau begitu, besok nenek akan menunggumu di rumah nenek dan nenek juga akan menyiapkan makanan yang enak untuk kalian." Kata Nyonya Zaki dengan perasaan yang meluap-luap.


"Tentu!!!" Jawab Nita sangat senang.


Sementara Nanta yang mendengar percakapan itu, pria kecil itu menatap tantenya sambil berkata, "tante harus minta izin dulu pada ibu untuk membawa kami pergi. Juga,,, Aku tidak mau menginap di rumah kakek dan nenek karena aku tidak mau meninggalkan Ibu sendirian di rumah."


Kedua orang dewasa yang ada di sana langsung melihat Nanta yang terlihat khawatir jika ibunya sendirian di rumah saat dia harus pergi ke rumah kakek dan neneknya.


Jadi Nyonya Zaki langsung berkata, "nenek juga belum pernah bertemu dengan ibu kalian, jadi besok sekaligus ajak Ibu kalian untuk pergi ke sana."

__ADS_1


Bunga yang mendengar itu langsung melototkan matanya, 'gawat!!!! Bagaimana aku akan menjelaskannya besok?' ucap Bunga dalam hati kini merasa begitu khawatir.


__ADS_2