
Dia hendak berbicara ketika Nita mendahuluinya berbicara, "kenapa Tante menyuruh kami diam? Apakah Tante mau berbohong pada orang yang berteleponan dengan tante? Kenapa Tante berbohong?" Tanya Nita langsung membuat Bunga menelan air liurnya dengan tangan perempuan itu memegang erat ponselnya.
Apa yang harus dia lakukan???
Perempuan itu masih terdiam dalam kebingungannya ketika suara dari seberang telepon kembali berkata, "apakah yang berbicara itu adalah anak yang menganggap aku sebagai ayahnya?"
Pertanyaan kakaknya serasa ingin membuat Bunga melemparkan ponselnya ke jalan raya, agar dilindas oleh mobil supaya kakaknya tidak menghubunginya lagi.
Tetapi tentu saja dia tidak bisa melakukan itu, jadi Bunga menenangkan dirinya lalu berkata, "iya."
"Ah,, Lalu kenapa kau menyembunyikannya?" Tanya Leo membuat Bunga menggertakkan giginya sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut kencang.
Nita yang melihat itu tidak tahan untuk tidak membuka mulutnya jadi dia langsung berkata, "kalau Tante tidak mau berbicara dengannya, Biar aku saja yang berbicara dengannya!!!"
__ADS_1
Nita dengan bersemangat turun dari tempat duduknya lalu menghampiri tantenya untuk mengambil ponsel itu.
Tetapi Bunga dengan cepat menjauhkannya dari tangan gadis kecil itu.
"Ini bukan urusan anak kecil, jadi kembalilah ke tempatmu dan duduk di sana!" Tegas bunga sembari menahan dirinya agar tidak meledak di tempat itu.
Nita menghela nafas lesu, "Baik," jawab gadis kecil itu dengan suara yang lesu sembari kembali ke tempat duduknya saat melihat mata tantenya sudah melotot ke arahnya.
Setelah itu, Bunga kembali fokus pada teleponnya sambil berkata, "Aku tidak mau dia mengganggumu, jadi aku tidak mengatakannya bahwa dia bersamaku. Tapi apa yang membuat Kakak menelponku?"
Tut tut tut......
Bunga menatap layar ponselnya yang menghitam, lalu perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan panjang.
__ADS_1
'Kenapa Kakakku tiba-tiba berubah?' pikir perempuan itu yang tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Kakaknya melakukan panggilan telepon untuk sesuatu yang sangat-sangat tidak penting!!!!
"Aku rasa dia tidak serius menjadikan tante kekasihnya." Ucap Nanta langsung menarik Bunga dari kelinglungannya, lalu dia menatap dua keponakannya yang sedang menatapnya dengan rasa kasihan.
"Tante, kapan ayahku akan menelpon? Apakah Tante sudah memberikan nomor ponsel tante padanya atau memberikan nomor ponsel Ibuku padanya?" Tanya Nita kini dengan mata berbinar-binar menatap tantenya, mengharapkan jawaban yang bagus dari perempuan itu.
Tetapi Bunga menggelengkan kepalanya lalu dia berkata, "Tante tidak punya nomor teleponnya, dan dia juga tidak punya nomor telepon tante. Sekarang habiskan es krim kalian lalu tante akan mengajak kalian untuk pergi bermain!!"
Dua orang anak kecil yang ada di depan Bunga tidak merasa puas dengan tante mereka, tetapi melihat Bunga yang sudah duduk sambil memejamkan matanya maka mereka hanya bisa menghela nafas lalu kembali menyantap es krim mereka.
Sementara Bunga, perempuan itu bersandar sambil memejamkan matanya dengan pikirannya yang berkelana memikirkan kakaknya.
__ADS_1
'Apakah kakak mulai curiga? Jangan-jangan Dia merasakan ikatan batin antara Nita ketika mereka berdua bertemu? Tapi itu tidak mungkin, karena jika hal itu terjadi, maka kakak pasti akan menanyakannya dengan detail.
'Tapi kalau tidak seperti itu, kenapa Kakak menelponku? Ini sangat aneh dan juga menakutkan!!' pikir Bunga dalam hati yang tidak bisa menemukan alasan kakaknya mau membuang-buang beberapa menit waktunya hanya untuk meneleponnya.