Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
92. Tidak patut menjadi saingan


__ADS_3

Setelah Leo meninggalkan apartemen, Bunga langsung keluar dari kamar dan membantu kedua keponakannya mengganti pakaian mereka.


Setelah selesai, perempuan itu membawa kedua keponakannya ke rumah orang tuanya sesuai dengan janjinya kemarin malam.


Baru di tengah perjalanan, Nita merengek ingin menelpon ibunya karena Dia sangat merindukan ibunya.


"Baiklah, Tante akan menelponnya." Ucap Bunga segera meraih ponselnya lalu perempuan itu menekan tombol panggil pada Jessica.


"Halo?" Terdengar suara dari seberang telepon.


"Apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau sedang sibuk?" Tanya Bunga pada perempuan di seberang telepon.


"Aku sedang duduk menunggu giliranku untuk syuting, saat ini giliran Clara yang sedang syuting. Apa yang kalian lakukan? Apakah anak-anak baik-baik saja?" Tanya Jessica dari seberang telepon.

__ADS_1


"Kami sedang dalam perjalanan ke rumah ayah dan ibuku, sekarang Nita ingin berbicara denganmu." Ucap Bunga langsung menyerahkan ponselnya pada Nita, lalu gadis kecil itu langsung berseru pada ibunya.


"Ibu!!! Bagaimana kabar ibu?? Aku sangat merindukan ibu!!!" Seru gadis kecil itu sembari memperlihatkan wajah rinkerinduannya pada ibunya meskipun ibunya yang di seberang telepon tak dapat melihat wajah gadis kecil itu.


"Ibu baik-baik saja, dan ibu juga merindukan Putri Ibu yang paling manis ini. Nanti malam akan ibu untuk pulang cepat supaya Ibu bisa membacakan dongeng untukmu sebelum tidur. Jadi hari ini kau harus patuh pada Tante Bunga dan Jangan membuat tante Bunga kerepotan. Mengerti?!" Ucap Jessica dari seberang telepon yang cemas Jika saja gadis kecil itu kembali berulah karena dia adalah gadis kecil yang paling nakal dan sering membuat Bunga kerepotan.


Apalagi jika mereka pergi ke rumah orang tua Bunga, maka Jessica khawatir gadis kecil itu mungkin akan membuat ulah di sana hingga membuat semua orang jadi kerepotan menghadapinya.


"Baik ibu!! Kalau begitu nanti malam aku akan menunggu ibu untuk membacakan dongeng untukku!!!" Kata gadis kecil yang itu langsung di iyakan oleh Jessica.


"Putri Ibu yang paling cantik, sekarang ibu harus menutup teleponnya dulu. Nanti malam Ibu akan pulang cepat untuk membacakan dongeng untukmu.. daa sayang!" Ucap Jessica lalu buru-buru mematikan panggilan itu dan menyimpan ponselnya.


Sementara Clara, perempuan itu langsung duduk di depan Jessica sambil berkata, "Sepertinya kau sedang berteleponan dengan putrimu yang manis, tapi kenapa kau buru-buru mematikannya?"

__ADS_1


Pertanyaan perempuan di depannya langsung dijawab Jessica dengan senyuman sambil berkata, "aku mematikannya atau tidak, tidak ada hubungannya denganmu."


Setelah berbicara, Jessica langsung berdiri dan berjalan ke ruang rias untuk memperbaiki riasannya, karena sebentar lagi gilirannya untuk syuting.


Tingkah Jessica langsung membuat Clara menjadi sangat marah, dan perempuan itu menatap Jessica dengan marah sembari mengepal erat tangannya.


"Dasar perempuan sialan, lihat Bagaimana aku akan membuatmu sangat malu di syuting selanjutnya!!!" Ucap Clara dalam hati lalu dia berbalik untuk meninggalkan tempat itu.


Dia sangat kesal pada Jessica yang terlihat begitu sombong di depannya, padahal perempuan itu sama sekali tidak ada apa-apanya.


Sekarang menjadi seorang janda, Padahal dia belum pernah menikah dan sekarang harus mengurusi dua orang anak yang tidak tahu siapa ayahnya.


Sama sekali perempuan yang tidak beruntung dan tidak patut untuk menjadi saingannya!!

__ADS_1


@info.


Maaf upnya kemalaman, semuanya berlaku untuk novel otor yg on going, sebab otor lagi ada kesibukan🙏🙏🙏


__ADS_2