
Leo langsung mengerutkan keningnya menatap gadis kecil itu, lalu dia berkata, "aku belum menikah, jadi Kau pasti salah lihat."
Nita yang mendengar ucapan Leo kembali menatap pria itu dan berkata, "benarkah? Ibuku juga belum menikah tapi dia sudah punya anak!!"
Ucapan Nita langsung membuat Bunga merasa jantungnya berpindah dari tempatnya dan telah melayang ke udara, lalu meletus seperti kembang api.
Jadi perempuan itu langsung memeluk Nita dengan erat, lalu dia berkata, "Jangan bicara lagi, dia orang yang sangat galak, nanti dia bisa mencakarmu kalau kau salah bicara di depannya."
Ucapan tantenya langsung membuat Nita memandang ke arah Leo dengan perasaan yang campur aduk.
Melihat tatapan anak kecil yang terarah padanya, Leo merasa tidak tega untuk menyakiti hati gadis kecil itu.
Jadi pria itu menghela nafas lalu dia meletakkan kopernya dan membuka tas miliknya.
Pria itu lalu mengeluarkan sebuah pena miliknya lalu menyerahkannya pada Nita, "ambillah ini!" Ucapkan Leo langsung membuat Nita menjadi sangat gembira.
"Terima kaish ayah!!" Seru gadis kecil itu mengambil pena dari tangan Leo lalu tanpa aba-aba dia memeluk Leo dengan erat.
__ADS_1
"Katanya memberikan barang pada seseorang sebagai tanda bahwa kita menerima permintaan orang itu. Sekarang kau sudah jadi ayahku!! Iya 'kan?!!" Kata Nita dengan mata berbinar-binar menatap pria yang sangat mirip dengan kakaknya.
Sama-sama memiliki wajah yang datar dan sikap yang kaku tetapi sangat menyayanginya!!!
Leo mengerutkan keningnya menatap gadis kecil itu, tetapi dia tidak berkomentar apapun dan hanya melihat ke arah Bunga.
"Aku terlambat!" Tegas pria itu langsung membuat Bunga yang sedari tadi berada dalam perasaan terombang-ambing langsung tersadar dan mendekati Nita.
"Sayang,, sekarang Paman ini mau pergi jadi biarkan dia pergi. Kalau tidak dia akan ketinggalan pesawat!" Tegas Bunga akhirnya membuat Nita menganggukkan kepalanya lalu gadis kecil itu dengan segera melepaskan pelukannya dari Leo.
Leo masih menatap Nita beberapa detik lalu pria itu menarik kopernya meninggalkan Mita dan Bunga.
Leo yang sementara menyalakan mesin kendaraannya kini menyipitkan matanya menatap gadis kecil itu, tapi sama sekali tidak ada kemarahan pada dirinya, dan hanya ada perasaan aneh yang tak bisa ia jelaskan.
"Daaa ayah!!!" Teriak Nita sambil melompat-lompat mengejar mobil yang semakin menjauh dari mereka.
Ketika mobil itu pergi, taksi yang ditumpangi Jessica dan Nanta juga berhenti di depan Villa.
__ADS_1
Maka dengan segera, Jessica membuka pintu mobil dan berlari menghampiri gadis kecilnya yang terlihat begitu gembira.
"Pitriku!!!" Seru Jessica langsung menangis memeluk putrinya yang sempat hilang di toko kue.
"Ibu!! Ibu!! Kau jangan menangis Bu!!" Ucap Nita menepuk-nepuk punggung ibunya, karena merasa terkejut dengan ibunya yang kini terisak memeluknya.
Bunga yang muncul dari dalam villa melihat keadaan itu sambil bernafas dengan lega.
'Untunglah kakakku sudah pergi,' ucap Bunga dalam hati kini bernafas lega setelah seluruh kekhawatirannya telah menghilang.
Jadi perempuan itu segera menghampiri Jessica yang memeluk putrinya, lalu mengusap punggung perempuan itu, "sudah, jangan menangis lagi, Nita sudah pintar kok. Dia memperlihatkan alamat rumah kita pada sopir taksi yang menemukannya," ucap Bunga dengan suara yang lembut.
Sementara Nanta yang selesai membantu sang sopir menurunkan barang-barang mereka, ia langsung berjalan ke arah ibunya sambil berkata, "ibu, semuanya sudah baik-baik saja. Jangan menangis lagi dan cepat bayar taksi kita, kasihan Paman taksi kalau harus menunggu lebih lama."
Nita juga menganggukkan kepalanya, "tante dan kakak benar! Lagi pula kalau tadi aku tidak hilang di toko kue Aku tidak akan bertemu dengan ayah!!" Seru gadis kecil itu langsung membuat Jessica melepaskan pelukannya pada Nita dan menatap anaknya dengan bingung.
Nanta pun menatap adiknya dengan bingung karena merasa sangat aneh dengan ucapan gadis kecil itu.
__ADS_1
Bertemu dengan Ayah??