Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
49.


__ADS_3

Semalaman Jessica tidak tidur karena memikirkan ucapan Bunga, dan dia memang berpikir bahwa Sudah saatnya dia keluar dari cangkang kura-kura yang selalu melindunginya.


"Benar kata Bunga. Aku tidak mungkin selamanya menyembunyikan kedua anakku. Tidak mungkin selamanya aku bisa menghindari perempuan itu. Jadi daripada menunggu dia mencariku, lebih baik aku menampakan diri di hadapannya." Ucap Jessica sembari memegang erat brosur dan catatan yang diberikan oleh Bunga.


Maka pada keesokan harinya perempuan itu bekerja sambil mempelajari naskah yang diberikan oleh Bunga padanya.


Meski karakter yang akan ia casting tidak terlalu banyak berperan dalam film 'Ibu', tetapi dia berharap dia bisa memahami karakter itu dengan bagus, apalagi selama beberapa minggu terakhir dia memang sudah banyak belajar tentang karakter tersebut.


Jadi catatan yang ia dapatkan dari Bunga hanyalah sebuah pelengkap yang akan membuatnya menyempurnakan emosi yang akan ia ciptakan pada karakter yang hendak dia bawakan.


Saat itu tiba-tiba saja ponsel Jessica berdering, langsung membuat perempuan itu meletakkan catatannya dan mengambil ponsel untuk mengangkat panggilan dari rumah.


"Halo," jawab Jessica sembari berbisik karena dia tidak mau mengganggu orang-orang yang sedang beristirahat sejenak sebelum melanjutkan syuting.


"Apa kau sibuk?" Tanya Bunga dari seberang telepon dengan suara perempuan itu juga sengaja dikecilkan.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, aku akan mencari tempat yang aman untuk berbicara," jawab Jessica sambil setengah berbisik lalu perempuan itu segera meninggalkan tempat itu untuk mencari tempat yang lebih tenang agar dia bisa berbicara dengan leluasa.


Saat meninggalkan kursinya, Jessica juga meninggalkan beberapa barang-barangnya, jadi beberapa perempuan yang duduk tak jauh dari tempat itu langsung bergerak mendekati barang-barang Jessica.


"Tunggu!" Seorang perempuan menarik perempuan yang lainnya yang hendak menyentuh barang Jessica.


"Ada apa?!!" Tanya perempuan itu sembari berbalik melototi temannya.


"Aku takut... Bagaimana kalau kejadian satu minggu yang lalu kembali terulang? Aku tidak mau berurusan lagi dengan polisi, kau tahu kan Minggu lalu kita bisa lolos dari semua kesalahan kita karena ada kak Welly yang mendukung kita. Kalau kali ini kita ketahuan... Aku tidak yakin Kak Welly masih akan mengampuni kita!!!" Ucap salah satu perempuan dengan wajah yang ketakutan karena nyalinya yang terlalu kecil.


"Ketahuan bagaimana? Tidak ada yang akan tahu!!!" Geram perempuan yang lain lalu dia segera melemparkan sebuah cincin tepat ke dalam tas Jessica yang sedikit terbuka.


"Astaga Amber!!!"


"Ada yang pingsan!"

__ADS_1


"Tong bantu dia!!"


Semua orang langsung menjadi ribut lalu perempuan yang pingsan itu segera dibawa ke ruang kesehatan untuk diperiksa.


Sementara Jessica, dia juga selesai berbicara dengan Bunga, lalu kembali ke tempat duduknya dan menutup tasnya.


Setelah itu, dia melanjutkan syuting seperti tak terjadi apapun.


"Cut!!!" Teriak sang sutradara yang merasa begitu puas dengan adegan yang baru saja diperankan oleh Jessica meski adegan itu tidak mengambil ekspresi Jessica namun gerak tubuh Perempuan itu sangat indah seperti yang ia harapkan.


"Istirahat 30 menit!" Teriak asisten sutradara sambil melemparkan naskahnya, lalu pria itu segera menghampiri Jessica untuk makan malam bersama.


"Kak Welly, aku sudah bilang agar kita tidak dekat-dekat, Bagaimana kalau yang lain kembali iri dan akhirnya menjebakku lagi?" Ucap Jessica hendak meninggalkan Welly ketika Welly malah menahan tangannya.


"Jangan pikirkan itu, aku akan melindungimu," ucap Welly akhirnya membuat Jessica tak mampu berbuat apa-apa dan dia hanya duduk lalu mulai membuka makanannya.

__ADS_1


Tetapi belum sesuap nasi pun masuk ke mulutnya, dia berhenti makan ketika salah seorang perempuan tiba-tiba berteriak.


"Ahh!! Cincinku hilang!!!" Teriak perempuan itu sembari membongkar tasnya.


__ADS_2