Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
141.


__ADS_3

Keesokan paginya, konferensi pers yang telah diatur oleh asisten Leo akhirnya akan digelar, tetapi di kediamannya, Jessica belum juga terbangun jadi Leo hanya menyiapkan gaun untuk perempuan itu beserta semua penata rias yang akan membantunya.


Sementara itu, Bunga yang berada di kamarnya kini merasa sangat gelisah dan dia tidak tahan untuk keluar dari kamar lalu menghampiri kamar Leo dan juga Jessica.


Tok tok tok....


Suara ketukan pintu langsung membuat Leo berjalan ke pintu untuk membuka pintu, sebab Dia berpikir bahwa yang datang ialah anak-anaknya.


Tetapi saat itu, yang datang ternyata malah Bunga, jadi pria itu mengerutkan keningnya sembari berkata, "Apa yang kau inginkan?"


"Aku perlu bicara dengan kakak sebentar, ini masalah yang sangat penting dan menyangkut Kakak Ipar." Ucap perempuan itu langsung membuat Leo menoleh ke arah tempat tidur.


Saat itu Jessica masih tertidur pulas jadi dia langsung keluar dari kamar dan pergi ke ruang kerjanya untuk berbicara dengan bunga.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Leo ketika mereka sudah berada di ruang kerjanya.


Sambil menghela nafas, Bunga kemudian mengambil ponselnya lalu dia memutar rekaman percakapannya dengan Clara langsung membuat Leo berdiri karena terkejut.

__ADS_1


"Perempuan itu, aku akan membuatnya merasakan semua yang sudah Jessica rasakan." Ucap pria itu langsung mengambil rekaman dari ponsel Bunga untuk ia kirimkan pada keluarga Zaki terutama pada Tuan Zaki.


Setelah itu, Leo hendak meninggalkan Bunga ketika Bunga menahan lengannya.


"Ada satu hal lagi yang ingin ku ceritakan," ucap Bunga langsung menghentikan langkah Leo lalu pria itu kemudian mendengarkan cerita Bunga.


Bunga menceritakan tentang Bagaimana kejadian dia membunuh kedua orang tua Jessica hingga kelaran dimanfaatkan hal itu untuk mengancamnya.


Mendengar cerita itu, dia bisa melihat rasa penyesalan dan ketakutan Bunga, jadi Leo kemudian memeluk perempuan itu dan memberinya penguatan.


"Kau sama sekali tidak salah, yang salah itu ialah Clara dan lagi pula saat itu kau tidak sengaja. Jessica pasti mengerti, dan lagi, apa yang dikatakan Clara sama sekali tidak memiliki bukti, Jadi mungkin saja itu hanya karang-karangannya saja." Ucap Leo semakin membuat Bunga menangis tersedu-sedu.


Dia juga tidak menyangka bahwa kakaknya ternyata tidak akan mempercayai ucapan Clara, Padahal dia sendiri sudah ketakutan setengah mati setelah mendengar ucapan tersebut.


"Jangan menangis lagi, aku akan mencari tahu penyebab sebenarnya kecelakaan kedua orang tua Jessica." Ucap Leo agak membuat Bunga merasa lebih baik karena perempuan itu berharap supaya apa yang dikatakan oleh Clara benar-benar hanya sebuah omong kosong saja.


Setelah berhasil menenangkan adiknya maka Leo kembali ke kamarnya dan melihat Jessica telah bangun, bahkan perempuan itu juga selesai mandi.

__ADS_1


"Apa kau sudah siap untuk konferensi persnya?" Tanya Leo langsung diangguki oleh Jessica lalu perempuan itu duduk di depan meja rias.


Sementara Leo, pria itu berdiri di belakang Jessica membantu Jessica mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Jessica yang melihat wajah leo di cermin tampak sangat aneh karena pria itu tak bertanya apa pun.


Apalagi kemarin malam pria itu sudah melihatnya menangis semalaman dan bahkan sempat memukul-mukul dinding kamar mandi.


Oleh karena itu Jessica berkata, "Itu,, Apa kau tidak ingin menanyakan apa yang membuatku menangis?"


Ucapan istrinya langsung membuat Leo menatap Jessica di cermin, lalu melihat mata Jessica yang tampak sebab, sepertinya para penata rias nantinya harus menggunakan keahlian terbaik mereka untuk menghilangkan bengkak pada mata Jessica.


"Bunga sudah menceritakannya padaku, dia juga memberikan rekaman ini," ucap Leo mengambil ponselnya lalu dia memutar rekaman yang didapatkannya dari bunga.


Setelah mendengarkan rekaman itu, tangan Jessica langsung terkepal kuat dan matanya langsung memancarkan kemarahan yang begitu dalam terhadap Clara.


"Perempuan itu adalah orang yang licik, jadi cerita mengenai kematian ibumu mungkin saja adalah sesuatu yang ia karang-karang. Oleh sebab itu, aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidikinya dan mungkin kita akan mengetahuinya nanti siang. Jadi jangan membebani pikiranmu dengan semua kebohongan yang diciptakan oleh Clara. Apa kau mengerti?" Ucap Leo sembari memperhatikan istrinya di balik pantulan cermin.

__ADS_1


Maka Jessica tersenyum menganggukkan kepalanya, "aku akan percaya padamu dan juga pada Bunga." Ucap perempuan itu langsung membuat Leo merasa lega karena dia tentunya tidak mau kalau istrinya dan adiknya sampai saling bertengkar sama lain.


__ADS_2