Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
127.


__ADS_3

Jessica yang keluar dari lift langsung berhenti dan berdiri sambil bertolak pinggang.


'Seharusnya aku tidak pernah datang ke sini, dan seharusnya tadi aku langsung pergi bersama dengan asistenku memesan makanan untuk anak-anakku!!!' gerutu Jessica dalam hati sambil berjalan ke arah sebuah kursi yang diletakkan di lobi dan duduk di sana sembari memainkan ponselnya.


Belum cukup 1 menit dia memainkan ponselnya ketika seorang pria tiba-tiba saja datang menghampirinya, lalu pria itu duduk di depannya.


Jessica langsung menatap pria di depannya yang merupakan Revan, pria yang tadi bersamanya di ruangan Devania.


"Senior," ucap Jessica yang merasa aneh dengan kedatangan pria itu.


Mereka baru saja saling tidak paham ketika berada di ruangan Devania, dan sekarang pria itu datang menemuinya?


Jessica merasa ada sesuatu hal yang akan dibicarakan oleh pria itu, jadi dia mematikan layar ponselnya dan menatap Revan dengan seksama.

__ADS_1


"Aku minta maaf atas apa yang terjadi di ruangan Manager, aku tidak bermaksud untuk membuatmu menjadi marah. Tadi itu juga hanya paksaan dari manajer, jadi aku tidak bisa berbuat apapun untuk membantahnya, karena karirku dipegang sepenuhnya oleh manajer." Ucap Revan dengan suara yang begitu tulus serta tatapan yang begitu tulus meminta maaf pada Jessica.


Ucapan pria di depannya langsung membuat Jessica memegang telinganya sambil berpikir, 'tadinya di ruangan Manager dia begitu sombong dan arogan, tapi sekarang dia berubah 180 derajat. Apakah dia sedang merencanakan sesuatu ataukah dia benar-benar tulus dengan ucapannya?'


Jessica tidak bisa langsung mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya, tetapi perempuan itu tetap bersikap hati-hati karena tidak ingin ditipu oleh siapapun lagi seperti pada kejadian di 6 tahun yang lalu.


"Ah,, itu, aku sudah tidak terlalu mempermasalahkannya," ucap Jessica sembari melemparkan senyumnya pada pria di depannya.


"Baguslah,, aku sudah sangat cemas kalau kau akan menjadi sangat marah, itu sebabnya aku segera meninggalkan manajer untuk mengejarmu. Oya, Kalau begitu, bolehkah aku mendapatkan nomormu dan kita mungkin bisa saling mengirim pesan. Mungkin saja itu akan membantu kita di masa depan." Ucap Revan dengan mata penuh harap agar Jessica mengabulkan permintaannya.


Revan tersenyum senang, 'ternyata perempuan ini sangat mudah dihadapi, bahkan sekarang kami sudah bertukar nomor telepon. Apa jangan-jangan tadi di ruangan Manager dia hanya berpura-pura jual mahal saja?' ucapan Revan dalam hati sembari menyalakan ponselnya untuk memberikan nomor ponselnya pada Jessica.


"Ini,," ucap pria itu menyerahkan ponselnya, lalu Jessica dengan cepat menyalin nomor ponsel pria itu dan menghubunginya.

__ADS_1


Kurang dari 1 menit ponsel Revan berdering memperlihatkan sebuah nomor baru yang memanggilnya.


"Itu adalah nomorku," ucap Jessica sembari melihat layar ponsel Revan.


"Ah baik," ucap Revan segera menekan tombol save pada layar ponselnya.


Sementara itu, Jessica kemudian mengambil tasnya dan dia berdiri sembari menatap Revan.


"Itu, Aku harus pergi sekarang karena ada jadwal pemotretan." Ucap Jessica langsung diangguki oleh Revan lalu pria itu membiarkan Jessica pergi dari hadapannya.


'Katanya perempuan ini sangat diperhatikan oleh atasan, Jadi kalau aku bisa mendekatinya maka aku bisa memanfaatkannya untuk membuat karirku semakin gemilang.


'Dan katanya dia sudah memiliki anak dan juga suami, tapi tidak mungkin aku dikalahkan oleh orang-orang itu, karena Jessica pasti akan terpikat akan pesonaku!!!' ucap Revan dalam hati sembari tersenyum melihat nomor ponsel Jessica yang sudah ada di teleponnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, pria itu kemudian berbalik dan menelepon asistennya untuk membantunya melakukan sesuatu.


"Menaklukkan perempuan itu sangat gampang, asalkan mereka masih memiliki hati, maka sangat mudah untuk mempermainkan hati mereka!!" Ucap Revan dengan senyum mencibir di wajahnya sembari pria itu melangkah ke dalam lift.


__ADS_2