
Setelah Jessica menyelesaikan seluruh pekerjaannya pada hari itu, maka Jessica dengan cepat menaiki mobil sebab Dia sudah tidak sabar untuk kembali ke rumah bertemu dengan kedua anak-anaknya.
Tetapi, tiba-tiba saja Dika yang hendak melajukan mobil mereka meninggalkan tempat pemotretan langsung mendapat telepon dari manajer.
"Halo Kak Devania," ucap Dika menjawab panggilan tersebut.
"Apakah pemotretan kalian sudah selesai?" Tanya Devania dari seberang telepon yang mana perempuan itu sedang bersama dengan seorang pria di sebuah restoran bintang 5.
"Ah iya, saat ini kami berdua sedang berada di atas mobil hendak kembali pulang," jawab Dika sembari melirik ke arah spion di mana Dia melihat pantulan wajah Jessica yang tampak kelelahan dengan perempuan itu Sudah terlelap di kursi penumpang.
"Baguslah, kalau begitu datanglah ke restoran a di jalan xx," kata Devania langsung membuat Dika mengerikan keningnya.
Saat itu sudah pukul 10 malam, jadi tidak mungkin dia masih membawa Jessica ke sebuah tempat yang akan membuat perempuan itu semakin kelelahan. Apalagi besok ada shooting iklan di jam 6 pagi.
__ADS_1
"Maaf kak Devania, tapi saat ini Nona Jessica sudah tertidur, sepertinya dia kelelahan setelah melakukan shooting iklan dan pemotretan sepanjang hari." Ucap Dika yang bisa melihat bahwa wajah Jessica sudah mulai agak pucat sepertinya karena tadi mereka terlambat makan malam.
"Tidak apa, aku akan menyuruh perusahaan GY untuk menunda pemotretannya besok pagi ke jam 08.00. Jadi sekarang juga kalian datang kemari aku menunggu kalian di sini!!!" Tegas Devania lalu mematikan panggilan telepon itu membuat Dika menggertakan giginya.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya dia tidak punya pilihan lain dan melajukan mobilnya ke restoran a di jalan xx.
Begitu mereka tiba di sana, dia membangunkan Jessica, dan dengan wajah yang masih mengantuk Jessica mengerjapkan matanya sembari memegangi kepalanya yang tengah pusing karena dibangunkan secara tiba-tiba.
"Ada apa? Apakah kita sudah sampai di rumah," tanya Jessica sembari memperhatikan sekeliling mobil mereka dan dia mendapati bahwa itu bukanlah rumah mereka melainkan sebuah tempat parkir dengan banyak mobil yang terparkir di.
Karena itu, Jessica menjadi bersemangat dan dia menatap Dika sambil berkata, "tas yang ada di bagasi, dapatkah kau mengambilkannya karena aku mau merias wajahku sedikit supaya tanpa lebih segar."
Ucapan Jessica langsung membuat Dika kebingungan karena sebenarnya dia masih ingin membicarakan hal tersebut dengan Jessica sebelum membawa perempuan itu memasuki restoran, tetapi melihat Jessica sudah siap untuk masuk restoran, maka mau tidak mau Dika hanya menuruti ucapan perempuan itu dengan mengambil tas yang diletakkan di bagasi mobil.
__ADS_1
Setelah mendapatkan tasnya, Dika kemudian kembali ke mobil dan melihat perempuan itu mulai memperbaiki riasannya.
Setelah Jessica dan merasa bahwa riasannya sudah sempurna, maka perempuan itu kemudian mengambil tas kecilnya dan turun dari mobil bersama dengan Dika.
"Selamat datang," ucap sang resepsionis yang langsung menyambut mereka dan dia sudah mengenali Jessica karena sering melihat perempuan itu di televisi.
Maka seorang pelayan yang bersama dengan resepsionis itu langsung mengantar Jessica ke ruangan yang sudah ditempati oleh Devania dan seorang pria paruh baya dengan kepala yang mulai botak.
Begitu memasuki ruangan, Jessicca sangat terkejut melihat kedua orang itu karena dia berpikir bahwa dia datang ke situ untuk bertemu dengan suaminya, Tapi siapa sangka malah bertemu dengan manajer dan seorang pria yang tampak menatapnya dengan tetapan mesumnya.
Hal itu membuat Jessica menahan nafasnya dan dia merasa risih menatap tatapan pria di depannya, tetapi dia tidak bisa berbuat apapun ketika Devania sudah berdiri dan merangkulnya dengan hangat.
Devania kemudian menatap pria bernama Tuan Delineo di depannya sambil berkata, "perkenalkan ini adalah Jessica, dia adalah salah satu artis baru kami di agensi dan dia yang akan menemani tuan delineo pada malam hari ini. Tetapi sebelum itu, mohon juga Tuan Delineo memperhatikan dia karena dia hendak berpartisipasi dalam duta produk dari brand kenamaan VXC."
__ADS_1
Mendengar itu, Jessica langsung menatap managernya dengan tatapan penuh pertanyaan karena dia tidak menyangka bahwa perempuan itu hendak mencarikannya pekerjaan dengan cara yang begitu kotor.
Tetapi Devania sama sekali tidak memperdulikan tatapan Jessica, Ia hanya berkata, "silakan nikmati malam kalian berdua, saya akan pergi lebih dulu."