
Setelah kembali ke apartemen, Clara mengetahui bahwa Baron tidak akan pulang cepat, jadi perempuan itu langsung membuka sebuah komputer yang baru saja ia beli lalu memasukkan email palsu ke komputer tersebut.
Setelah itu dia mengirim foto semua foto-foto Jessica yang datang di jemput oleh berbagai macam mobil, dari mobil mewah sampai mobil biasa-biasa saja.
"Rasakan kau,,, Dasar perempuan sialan, beraninya kau kembali ke mari dan berniat akan mendapatkan kehidupan yang baik di sini? Tidak akan kubiarkan!!!" Ucap Clara sembari melirik ke arah foto yang tadi dia dapatkan dari pria suruhannya yang mengikuti Jessicca.
Itu adalah foto di mana Jessica memasuki salah satu kompleks termewah di ibukota.
Bahkan, setelah keluar dari sana perempuan itu sudah berganti pakaian yang menandakan bahwa dia tinggal di salah satu rumah di kompleks mewah tersebut.
'Bagus sekali, dia kadang-kadang pergi ke apartemen bersama dengan kekasih-kekasihnya yang membawa mobil jelek, lalu beberapa kali datang ke tempat ini juga bersama dengan pria yang mengendarai mobil mewah.
'Ini sudah cukup membuktikan bahwa dia memiliki lebih dari satu pria. Perempuan ini sama sekali tidak pantas untuk diterima di manapun.' ucap Clara sembari meremas foto itu lalu dia menggertakan giginya sembari menutup laptopnya.
Sementara itu, di tempat lain, Devania yang hendak mematikan komputernya tiba-tiba saja mendapat email dari seseorang tanpa nama.
Perempuan itu sebenarnya malas untuk membukanya, tetapi ketika dia melihat perikopnya ditulisi nama Jessica, maka mau tidak mau dia membuka email tersebut.
"Apa ini???" Ucap Devania membaca tulisan pada email itu diikuti beberapa foto yang membuktikan bahwa Jessica memiliki hubungan gelap dengan beberapa pria.
__ADS_1
'Kenapa CEO memberikanku perempuan seperti ini untuk kutangani?' geram Devania dalam hati.
Ia merasa bahwa bebannya di perusahaan sudah terlalu banyak karena mengurusi beberapa skandal artis yang harus ia tutupi.
Dan sekarang, bertambah satu lagi, jadi dia merasa kepalanya hendak pecah memikirkan semua artis-artis yang ia tangani.
Jadi karena merasa kesal, ia langsung menutup laptopnya dan memilih pergi untuk tidur, supaya besok bisa lebih cepat datang ke kantor.
Drrrttt....!!! Drrrttt....!!! Drrrttt....!!!
Devania menekan jam weker yang diletakkan di nakas samping tempat tidur lalu perempuan itu bangun dan bersiap untuk pergi ke kantor.
'Pokoknya pagi-pagi sekali aku harus menemui CEO dan mengatakan ketidakmauanku untuk menangani Jessica.' ucap perempuan itu dalam hati sembari menyalakan mesin kendaraannya lalu dia menyetir ke arah perusahaan.
Tok tok tok....
"Masuk," terdengar suara dari dalam ruangan CEO langsung membuat Devania membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
"Hah,, aku datang pagi-pagi sekali seperti ini untuk melihat kontrak yang akan diberikan pada Jessica. Jadi nanti setelah dia datang langsung berikan ini untuk ia tanda tangani." CEO sembari menyerahkan kontrak yang akan diperlihatkan devania pada Jessica.
__ADS_1
Namun, sang CEO terkejut ketika Devania bukannya mengambil berkas kontrak tersebut, namun perempuan itu malah menyodorkan sebuah berkas padanya.
"Ini adalah bukti bahwa Jessica tidak memiliki kehidupan yang baik. Dia memiliki beberapa pria dalam hidupnya dan itu akan membuatku kesusahan untuk mengurusinya. Bukankah hal ini perlu kau pertimbangkan untuk menyuruhku menangani perempuan itu?" Tanya Devania pada CEO di depannya.
Kebetulan Mereka berdua adalah teman dekat, jadi dia memang biasa berbicara santai dengan pria itu ketika mereka hanya berdua saja.
Tetapi CEO yang ada di depan Devania langsung menghembuskan nafasnya dengan panjang, "tidak peduli apapun itu, kau akan tetap menangani Jessica. Karena ini bukan keinginanku, tapi ini keinginan orang dari pusat, dan aku tidak bisa membantahnya.
"Pokoknya serahkan kontrak ini untuk ia tanda tangani nanti, dan jangan lupa untuk memperlakukannya dengan baik. Bagaimana kita memperlakukan nya akan mempertaruhkan pekerjaan kita dan perusahaan ini!!" Tegas CEO.
"Apa?!!" Devania sama sekali tidak mengerti karena ini pertama kalinya dia melihat pria di depannya begitu gigi untuk memasukkan seorang perempuan ke agensi mereka.
Jika itu adalah perempuan yang memiliki kehidupan yang baik-baik saja dan juga talenta yang luar biasa, maka dia tidak akan keberatan untuk menerimanya, tetapi ini adalah seorang perempuan yang hanya merupakan artis rendahan dan sebelumnya hanya bekerja sebagai pemain pengganti saja.
Bahkan memiliki kebiasaan buruk untuk berhubungan dengan lelaki jadi hal itu membuatnya merasa amat kesal.
"Keluarlah sekarang, karena aku memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan." Ucap CEO yang merasa bahwa dirinya hanya membuang-buang waktu jika dia tinggal berdebat dengan Devania.
Bagaimanapun, itu adalah perintah langsung dari sekretaris CEO yang ada di kantor pusat, Jadi tidak mungkin dia mengabaikannya begitu saja.
__ADS_1
Maka dengan segera, Devania mengambil berkas kontrak di atas meja dan dengan perasaan kesal dia keluar dari ruangan CEO sambil membanting pintu.
'Kenapa hidupku tidak pernah tenang?' ucap perempuan itu dalam hati sembari berjalan ke arah ruang kerjanya.