Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
128.


__ADS_3

Jessica yang berpisah dengan Revan akhirnya menaiki mobil asistennya, lalu mobil mereka berjalan meninggalkan perusahaan menuju ke sebuah lokasi pemotretan.


Begitu tiba di lokasi pemotretan, Jessica langsung menyapa Semua kru yang bertugas dan beberapa artis lain yang akan berkerja sama dengannya untuk melakukan pemotretan.


Sang asisten berjalan di belakang Jessica sembari membawakan barang-barang perempuan itu sampai akhirnya mereka memasuki ruang rias dan Jessica langsung duduk di sebuah kursi yang telah disediakan untuknya.


Drriingg..... Drriingg..... Drriingg.....


Tiba-tiba saja ponsel Dika berdering langsung membuat pria itu merogos akunya mendapatkan ponselnya.


"Halo," ucap pria itu menjawab panggilan yang masuk.


"Jam berapa pemotretan istriku selesai?" Tanya Leo dari seberang telepon karena pria itu memiliki pertemuan dengan kliennya di dekat lokasi pemotretan Jessica.


"Sekitar 3 jam lagi, tapi biasanya jika ada kendala maka pemotretannya akan berlangsung lebih lama." Jawab Dika sembari menoleh ke arah Jessica yang sudah mulai dirias oleh seorang penata rias.


"Hubungi aku jika pemotretan nya sudah selesai! Kirimkan juga beberapa fotonya!" Perintah pria dari seberang telepon diikuti bunyi sambungan telepon yang terputus.


'Hah,, tuan muda benar-benar bucin terhadap nyonya muda,' ucap sang manajer dalam hati, lalu dia mulai mendapatkan beberapa foto Jessica yang sedang dirias.

__ADS_1


Setelah itu, dia mengirimkannya pada Leo, lalu menyimpan ponselnya sembari pria itu duduk di salah satu kursi yang ada di dalam ruang rias.


Setelah 1 jam di rias, akhirnya Jessica selesai dan perempuan itu sudah mengenakan sebuah gaun terusan yang berwarna hitam.


Gaun itu sangat serasi dengan tubuh Jessica yang putih, jadi Dika merasa bahwa dia perlu memotret Jessica lalu mengirimkannya pada.


"Berdirilah di situ, biarkan aku memotret Nona beberapa kali," ucap Dika langsung membuat Jessica tersenyum lalu perempuan itu memperlihatkan beberapa posenya.


Cekrek!! Cekrek!! Cekrek!!


"Fotonya terlihat cantik, aku akan mengirimkannya ke ponsel Nona supaya N9na bisa mengunggahnya di akun media sosial," ucap Dika langsung diangguki oleh Jessica.


Beberapa kali perempuan itu harus berganti gaun dan memegang alat kosmetik sembari berpose di depan kamera yang terus menyorotnya.


Dika yang berada di sana mendapatkan banyak sekali gambar, lalu mengirimkan semua gambar itu pada Leo.


'Tuan muda pasti sangat senang mendapatkan gambar-gambar ini,' ucap pria itu dalam hati sembari mematikan ponselnya lalu dia duduk sembari memperhatikan Jessica yang sudah kembali mengganti pakaiannya.


Lalu tiba-tiba saja seorang perempuan mendekati Dika dan berkata, "Apakah kakak adalah asisten Nona Jessica?"

__ADS_1


"Ah ya, itu aku, ada apa ya?" Tanya Dika sembari memperhatikan perempuan di depannya.


"Di lobby ada seorang kurir yang mencari Kakak," ucap perempuan itu langsung dianggap oleh Dika, jadi dia dengan segera turun ke lobi untuk menghampiri kurir yang mencarinya.


Begitu tiba di lobi, dia melihat seorang kurir berdiri sembari memegang sebuah buket bunga yang sangat besar.


"Halo, Apakah kau mencariku?" Tanya Dika menghampiri kurir itu.


"Ah ya, saya mencari Dika," ucap Kurir itu.


"Itu saya," jawab Dika.


"Ah baguslah, ini ada kiriman buket bunga untuk anda dan juga sebuah surat," ucap pria itu memberikan buket bunganya dan surat yang dikirim oleh seseorang untuk Jessica.


Setelah menandatangani bukti pengambilan kiriman, maka Dika membuka surat yang diberikan padanya.


*Bunga untuk Jessica, katakan padanya bahwa ini adalah permintaan maafku atas kejadian di ruangan Manager.... Revan.*


Tulisan di kertas itu langsung membuat Dika mengeryit kan keningnya, lalu dia kemudian mengambil ponselnya dan memotret bunga yang dikirim Revan untuk Jessica.

__ADS_1


Setelah itu, dia mengirimkan foto bunga tersebut pada Leo dengan catatan, *bunga ini dikirimkan oleh seorang artis bernama Revan untuk Nyonya muda.*


__ADS_2