Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing

Dijebak Satu Malam Bersama Pria Asing
39. Sayang sekali


__ADS_3

"Apakah Tante Bunga lebih menyayangi pria itu daripada kita sendiri yang adalah ponakannya?" Tanya Nita sembari menatap kakaknya dengan wajah menahan rasa kesalnya.


Nanta mengangkat kedua bahunya lalu pria itu melihat ke arah ibunya yang tampak bingung menatap ke arah ponsel yang masih ada di tangan Nanta.


'Astaga aku mah perasaan ini kembali lagi, Jadi benar, setiap kali aku melihat Kak Leo, aku selalu teringat akan kejadian di 6 tahun yang lalu. Tapi kenapa??' ucap Jessica dalam hati sembari memijat kenangnya dan meminjamkan matanya.


Melihat ibunya yang kini bersandar lemas, Nanta langsung meletakkan ponsel di tangannya lalu dia menatap ibunya dengan cemas.


"Apakah ibu merasa sakit lagi?" Tanya pria kecil itu sembari mengulurkan tangannya memegangi dahi ibunya.


Untunglah perempuan itu tidak demam.


Jessica langsung menghela nafas lalu dia membuka matanya melihat kedua anaknya yang kini menatapnya dengan wajah yang cemas.


"Ibu baik-baik saja, hanya saja tiba-tiba Ibu merasa sangat mengantuk. Dan karena ibu menahannya, ibu jadi merasa sedikit pusing." Ucap Jessica berbohong, sebab Dia tidak mau jika kedua anaknya mengkhawatirkannya.


"Kalau begitu Ibu harus tidur sekarang, aku akan menemani Ibu bersama dengan Olly dan Onny!!!" Seru Nita langsung menggenggam erat tangan ibunya.

__ADS_1


Maka begitu, Jessica dan putrinya segera naik ke tempat tidur untuk tidur bersama.


Sementara Nanta, pria kecil itu membersihkan seluruh ayam goreng yang masih tersisa di atas meja.


Dia memasukkan semuanya ke dalam kulkas lalu mengambil ponsel dan duduk di depan TV sembari melihat layar ponsel ibunya.


"Hm,, apa yang dikatakan Nita itu benar, kenapa Tante Bunga lebih memilih merayakan ulang tahun bersama pria ini daripada bersama dengan kami?" Pikir Nanta dalam hati sembari memperhatikan pria yang duduk dengan diam di depan Bunga.


Dia sangat penasaran tentang wajah pria itu, jadi Nanta memandangi layar ponsel itu selama 30 menit sebelum bergabung dengan Nita dan Jessica untuk lelap dalam tidur mereka.


Sementara itu, Bunga yang sedang merayakan ulang tahun bersama kakaknya kini duduk dengan canggung melihat pria di depannya tampak diam dan tenang.


'Kalau tahu begini, aku akan menolaknya datang ke sini dan lebih memilih pergi bersama kedua keponakanku untuk merayakan ulang tahun mereka!!' gerutu Bunga dalam hati merasa sangat kesal pada kakaknya sendiri.


Sementara Leo yang terus terdiam di tempatnya, pria itu sedang memikirkan Jessica.


'Mengapa perempuan itu tidak ada di sini bersama Bunga? Mungkinkah dia keluar dan akan kembali besok pagi?' Leo berpikir-pikir dalam hatinya lalu kemudian pria itu mengangkat wajahnya menatap adiknya.

__ADS_1


Ditatap secara tiba-tiba, sontak saja membuat Bunga terkejut dan langsung duduk dalam ketegangannya.


Gerak-gerik adiknya langsung terbaca oleh Leo, tetapi pria itu tidak mengatakan apapun untuk mengomentari sikap bunga.


Pria itu hanya berkata, "bukankah kau tinggal dengan temanmu? Mengapa aku tidak melihatnya?"


Pertanyaan Leo langsung membuat Bunga mengepal erat tangannya lalu dia berkata, "Jessica ada pekerjaan, jadi dia tidak akan kembali sampai besok siang."


"Ah begitu," jawab Leo merasa hatinya sangat kosong karena dia datang jauh-jauh ke situ untuk melihat Jessica, tetapi dia malah tidak menemukan perempuan itu.


"Aku akan pergi tidur," ucap Leo segera berdiri lalu pria itu pergi ke kamar tamu yang disiapkan bunga untuknya.


Sembari berbaring di tempat tidur, Leo kembali mengingat Jessicca, 'kenapa selama 6 tahun ini aku tidak bisa melupakan perempuan itu?' pikir Leo dalam hati sembari mengingat wangi tubuh Jessica yang sangat familiar dan sangat membuatnya tergoda.


Terkadang selama 6 tahun itu dia tiba-tiba saja menghirup aroma tersebut, seolah aroma tubuh Jessica telah menempel pada hidungnya, hingga terkadang membuatnya sangat rindu untuk mencium aroma itu lebih lama, atau bahkan hanya sekedar melihat Jessica.


Tetapi menyadari bahwa hal itu sangat mustahil, maka dia terkadang berusaha menghapus semua bayang-bayang itu dan menahan dirinya agar tidak pernah menghampiri Jessica.

__ADS_1


Namun di tahun ke-6 ini dia sudah tidak bisa menahannya lagi, Jadi dia berniat datang beralasan merayakan ulang tahunnya bersama dengan Bunga, tetapi sebenarnya untuk melihat perempuan yang selalu menghantuinya selama 6 tahun terakhir.


"Sayang sekali,, Besok pagi aku harus buru-buru kembali dan tidak bisa berjumpa dengannya." Ucap Leo sambil menghela nafas, lalu pria itu memejamkan matanya untuk tidur.


__ADS_2