
Akhirnya dengan terpaksa Rani membawa sebuah paper bag yang berisi kemeja Dito untuk dia cuci. Rani akan membawanya ke laundry sepulang kerja nanti, kebetulan setiap berangkat dan pulang bekerja dia selalu melewati laundry kiloan dan mumpung hari ini dia bertukar shift dengan Sasa.
Rani pun menyimpan paper bag tersebut ke dalam loker pribadinya kemudian Rani segera melanjutkan pekerjaannya.
"Lu keterlaluan bro! Harusnya kan gak gitu juga." ucap Kelvin merasa kasihan kepada Rani.
"Apa jangan-jangan lu naksir sama dia? Kalau dilihat-lihat cantik juga bro." goda Kelvin kepada Dito sambil melihat ke arah Rani yang saat itu sedang melayani pelanggan yang baru saja datang.
Digoda seperti itu Dito segera memungkirinya. Apalagi dia terkenal anti wanita.
"Enak aja lu kalau ngomong! Siapa juga yang naksir dia! Gak ada dikamus gue naksir sama cewek duluan, yang ada tu mereka yang tergila-gila sama gue lebih dulu." tegas Dito.
"Oke kita lihat saja nanti." ledek Kelvin dengan menahan tawa karena berhasil menggoda sahabatnya yang memiliki hati seperti es terhadap wanita.
Dito hanya menanggapi dengan menatap tajam ke arah Kelvin.
"Gak mungkin lah gue suka sama cewek keras kepala gitu." batin Dito sambil melirik ke arah Rani karena kebetulan saat itu Rani melewatinya tetapi tidak melihat sama sekali ke arah Dito dan Kelvin.
__ADS_1
"Ow ya gimana soal paket lu?" tanya Kelvin.
"Ahh iya juga ya. Untung lu ingetin, emang tadinya gue mau menghubungi dia. Tapi lu tahu gak? Dia ternyata cewek bro." jawab Dito sambil mengambil ponselnya disaku celana.
"Gue coba telepon dia dulu." lanjutnya ketika Dito sudah memencet nomor ponsel orang yang sudah dia kira nomor kurir tersebut.
"Ow ya? Cewek?" tanya Kelvin memastikan.
Tetapi Dito hanya menjawabnya dengan anggukan kepala karena masih menunggu seseorang menerima panggilannya.
"Uda sikat aja bro" ucap Kelvin dengan menggerak-gerakkan kedua alisnya.
"Uda ahh gue balik, bikin sial aja ketemua sama lu." ucap Dito sambil bangkit berdiri dan mengambil tas nya karena ternyata kurir paket yang dia ketahui tidak bisa menerima panggilannya.
"Hati-hati bro, by the way makasih banyak." jawab Kelvin yang ikut berdiri dan berjalan beriringan dengan Dito ke arah keluar dari cafe nya.
Dito segera menuju ke parkiran dan mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah orang tuanya terlebih dahulu. Dia akan berganti pakaian dengan pakaiannya sendiri. Karena bagaimanapun dia merasa tidak nyaman memakai pakaian yang bukan miliknya sendiri. Dan setelah itu dia akan berencana datang ke cafenya sebentar untuk melihat pemasukan dan pengeluaran hari kemarin.
__ADS_1
...----------------...
Jam kerja Rani pun berakhir, dia sudah bersiap-siap untuk pulang. Tidak lupa dia membawa paper bag yang berisi kemeja Dito.
Saat ini Rani dan Tuti sedang berada di loker.
"Kalau gue lihat kayaknya Pak Dito naksir sama lu deh Ran." ucap Tuti berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui.
"Naksir kepalamu!" Rani melirik kesal ke arah Tuti.
"Kalau naksir dia gak mungkin suruh gue nyuci." lanjut Rani yang masih merasa kesal dengan tindakan Dito.
"Justru karena dia naksir sama lu, makanya dia cari cara tu biar bisa dekat sama lu dengan alasan itu." terang Tuti.
"Ahh bodo amat, gue mau pulang." Rani pun berjalan keluar dari loker kemudian berpamitan kepada semua teman-temannya yang lain.
...****************...
__ADS_1
Minta semangatnya kakak 🥰
Like, komen dan hadiah jangan lupa 😍