
Setelah Bu Anya menyaring beberapa model untuk dipilih Rani, akhirnya hanya ada tiga pilihan model saja yang sudah pasti bagus dan berkualitas.
"Oke Ran, sekarang kamu uda gak bingung buat milih kan?" tanya Bu Anya.
"Ehm.. Apa ini gak terlalu berlebihan Ma? Ini terlihat sangat mahal-mahal." bisik Rani yang saat itu mendekat kepada Bu Anya karena takut Mbak Susi mendengarnya. Meskipun sebenarnya memang Mbak Susi sedikit mendengarnya.
Mendengar bisikan dari Rani, tentu saja membuat Bu Anya tersenyum. Beliau kemudian menoleh untuk menghadap ke Rani dan memegang pipinya dengan tangan kanannya.
"Gak ada yang lebih berharga ketika menemukan berlian seperti kamu Ran." ucap Bu Anya.
Dan perkataan Bu Anya membuat Rani berkaca-kaca bagaimana tidak selama hidupnya dari kecil dia bekerja keras untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dan dia tidak mengeluh sama sekali meskipun bisa dikatakan bahwa masa bermainnya menjadi berkurang karena sudah mengenal dengan namanya bekerja tetapi tidak membuat Rani membenci kedua orang tuanya. Dia justru bersyukur bisa membantu kedua orang tuanya sejak kecil.
Dan sekarang lihatlah, Rani memetik semua hasil yang sudah dia tanam sejak dulu. Dia menemukan keluarga yang benar-benar menyayanginya bahkan menganggapnya sangat berharga.
"Trima kasih Ma." ucap Rani yang langsung menghambur ke pelukan Bu Anya dengan suara yang bergetar.
Tentu saja Bu Anya menyambut pelukan Rani kemudian menepuk punggung Rani perlahan.
"Sudah gak usah nangis, kamu memang berharga kog." jawab Bu Anya sambil melepaskan pelukan Rani dan menghapus air mata yang mengalir di pipi Rani.
__ADS_1
Mbak Susi yang melihat itu pun tidak hanya diam saja, dia kemudian segera mengambil kotak tisu untuk diberikan kepada Bu Anya supaya bisa membantu untuk mengusap air mata Rani.
Kemudian Rani pun segera memilih perhiasan untuk pernikahannya dengan dibantu oleh Bu Anya dan Mbak Susi sendiri. Dan tentu saja berkali-kali juga Rani berkata itu terlalu berharga dan mahal. Dan berkali-kali juga Bu Anya serta Mbak Susi meyakinkan Rani.
...----------------...
Setelah memilih perhiasan, Rani dan Bu Anya pun segera beralih ke tempat designer baju pernikahan yang sebelumnya juga sudah diberi janji oleh Bu Anya.
Dan designer ini juga merupakan designer ternama langganan keluarga Dito.
Rani kembali dipilihkan dengan beberapa model baju pernikahan. Dari mulai yang terlihat sangat seksi sampai yang terlihat begitu mewah.
Begitu masuk ke ruangan pribadi Rani kembali disuguhi oleh macam-macam model. Dan sudah pasti Rani akan kembali memilihnya.
Bukan pusing karena keadaan tetapi Rani merasa pusing karena banyak model-model yang sudah pasti sangat bagus dan dia kembali bingung jika harus memilihnya.
Setelah beberapa saat dengan dibantu banyak masukan akhirnya Rani pun memilih satu model yang menurutnya tidak terlalu seksi tetapi cukup membuatnya terlihat elegan.
Bu Anya pun meminta Rani untuk mencobanya dengan dibantu beberapa orang disana. Disaat Bu Anya sedang menunggu Rani mencoba, ponsel didalam tasnya pun berdering. Dan Bu Anya segera mengambilnya, ternyata Dito yang menghubunginya. Bagaimanapun Dito ingin tahu apa saja yang dilakukan oleh Rani dan Mamanya.
__ADS_1
Bu Anya segera menggeser tombol jawab untuk segera menerimanya.
"Ya Dito, ada apa?" tanya Bu Anya begitu panggilan tersambung.
"Mama dimana? Uda selesai semua?" tanya Dito balik.
"Ini Rani masih coba baju." jawab Bu Anya.
"Pastikan semuanya sesuai dengan keinginan Rani Ma." ucap Dito.
"Kamu tenang saja Mama yang akan urus semuanya." jawab Bu Anya.
Kemudian panggilan pun berakhir. Bukannya Dito tidak mau tahu tentang pernikahannya dengan Rani, tetapi Dito justru ingin mewujudkan keinginan Rani tentang pernikahan seperti apa yang dia impikan sejak dulu. Dan Dito yakin meskipun Rani tidak mengatakan kepadanya tentu saja Rani memiliki impian pernikahan yang seperti apa.
Dan sesuai janjinya, saat ini Dito sedang sibuk-sibuknya mempelajari perusahaan Pak Bagas. Karena nantinya Dito lah yang akan melanjutkan perusahaan Pak Bagas. Karena Dito cukup cerdas dan dia sudah terbiasa mengurus cafe nya maka tidak cukup sulit membuatnya cepat mempelajari semuanya.
...****************...
Kayaknya mau aku tamatin dulu ya kak, soalnya bakal sibuk dua minggu ini jadi takut gak pernah up 😔
__ADS_1
Tapi janji kog nanti setelah gak sibuk aku bikin yang sequelnya deh khusus kehidupan Rani dan Dito, gimana setuju gak nih? 😊 komen donk 🥰
Jangan lupa hadiah-hadiahnya ❤