Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 62


__ADS_3

Di dalam mobil perjalanan pulang..


"Itu tadi namanya Sherin, dia adalah mantan tunangan Dito tetapi karena dia selingkuh jadi kita batalkan pertunangannya. Memang anaknya seperti itu, jangan diambil hati ya Ran?" ucap Bu Anya kepada Rani sambil memegang tangan Rani yang sedang bertumpu di pahanya.


"Mama ngapain ngomong gitu ke Rani? Lagian uda gak ada hubungannya lagi sama Sherin." ucap Dito yang terlihat tidak suka.


Rani yang akan menjawabnya pun jadi mengurungkan niat karena Dito lebih dulu buka suara.


"Mama harus ngomongin ini Dito, biar Rani juga tahu masa lalu kamu jadi gak ada yang perlu ditutup-tutupi biar gak ada masalah kedepannya nanti dengan hubungan kalian." terang Bu Anya.


"Iya Ma, terima kasih. Kemarin Rani juga sempat ketemu sama Sherin tapi gak saling bicara." jawab Rani akhirnya.


"Mama cuma gak mau kalian mempermasalahkan hal sepele kedepannya nanti." ucap Bu Anya sambil tersenyum.


"Iya Ma." jawab Rani.


Akhirnya mobil mereka sampai juga didepan gang kost Rani. Rani segera turun setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan.


...****************...


Keesokan harinya..

__ADS_1


Rani melakukan aktifitas seperti biasa dipagi hari, dan hari ini dia sedang tidak minat untuk sarapan tetapi dia membawa bekal untuk dibawa ke kampus.


Rani sudah bersiap akan berangkat, saat ini dia sedang memasukkan makanan ke dalam bekalnya. Karena saking fokusnya dia tidak tahu bahwa ternyata ada Dito dibelakangnya.


Dito segera memeluk Rani dari belakang dan meletakkan dagunya dibahu Rani. Mendapat perlakuan seperti itu tentu saja membuat Rani terkejut, apalagi dia berpikir bahwa mungkin ada orang jahat yang masuk ke rumahnya.


Tetapi ketika hendak melawan, Rani sudah bisa tahu bahwa itu adalah Dito. Dari bau parfum Dito yang sangat khas di indera penciuman Rani.


"Boo, bikin kaget aja sih!" kesal Rani.


"Habisnya dipanggil-panggil daritadi kamu gak jawab." jawab Dito masih dengan posisi yang menempel dibahu Rani.


"Masa sih? Kog aku gak denger apa-apa ya." ucap Rani membela diri, karena memang sedari tadi dia tidak mendengar suara Dito memanggil.


"Aku lagi gak pengen sarapan Boo, makanya ini aku bawa bekal aja." jawab Rani sambil meringis memperlihatkan gigi-gigi putihnya.


"Kenapa gak sarapan dulu? Dikit aja." paksa Dito.


Karena dikeluarga Dito jika harus keluar dari rumah harus makan terlebih dahulu selain untuk kesehatan juga agar tidak jajan sembarangan.


"Lagi gak mood Boo." jawab Rani dengan merengek agar tidak terus dipaksa oleh Dito.

__ADS_1


"Ya uda tapi nanti beneran dimakan lho ya." ucap Dito.


"Siap sayangku!" seru Rani sambil memberi hormat kepada Dito.


"Ow ya kamu sudah sarapan?" tanya Rani.


"Uda. Ya uda ayo berangkat sekarang." jawab Dito.


Akhirnya mereka berduapun berangkat bersama. Lebih tepatnya Dito mengantar Rani berangkat ke kampus.


Di dalam mobil..


"Nanti jangan lupa pamitan sama Kelvin buat keluar kerja." ucap Dito mengingatkan.


Memang Rani sudah segera disuruh keluar dari bekerja karena kemarin sudah diputuskan bahwa pernikahan mereka akan diselenggarakan satu bulan dari sekarang. Tentu saja Rani diminta Bu Anya untuk membantu persiapan pernikahan seperti apa yang diinginkan oleh Rani.


"Gak bisa nanti-nanti aja keluarnya Boo?" tanya Rani.


Tentu saja pertanyaan Rani membuat Dito menoleh dan menatapnya dengan tajam. Dan hal itu membuat Rani pun akhirnya pasrah untuk menuruti permintaan Dito.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2