
Sambil menunggu Kelvin sudah tidak sibuk, Rani pun pergi ke loker untuk mengganti pakaiannya lebih dulu. Karena memang pekerjaannya sudah selesai dan dia akan berganti pakaian.
Disana masih ada Tuti yang juga sedang berganti pakaian.
"Eh Ran, yuk habis ini kita makan nasi goreng di tempat biasanya. Kangen ni gak makan disana. Mumpung masih jam segini kan." ajak Tuti sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
Rani bingung akan menjawab apa, karena dia dijemput oleh Dito calon suaminya. Tetapi belum ada yang tahu bahwa Rani dan Dito menjalin hubungan bahkan sebulan lagi akan segera menikah.
"Ehm.. Sorry banget Tuti aku gak bisa hari ini." jawab Rani akhirnya.
"Yahh...." ucap Tuti dengan cemberut.
"Maaf lain kali ya." jawab Rani.
Akhirnya Tuti pun mengiyakan. Dan Rani segera keluar setelah selesai berganti pakaian dia berharap Kelvin sudah tidak sibuk lagi.
Dan benar saja ketika Rani melihat dimana tadi Kelvin duduk, sudah terlihat Kelvin yang sudah santai dan tidak ada buku-buku yang tadi dia cek.
Rani segera menghampiri Kelvin untuk membicarakan tentang dia yang harus keluar kerja saat ini juga.
__ADS_1
"Maaf Pak Kelvin minta waktunya sebentar." ucap Rani yang berdiri didepan Kelvin.
Kelvin yang saat itu sedang memainkan ponselnya pun menoleh ke arah Rani yang baru saja memanggilnya.
"Ya Ran, kenapa?" jawab Kelvin yang fokus dengan Rani.
Karena meskipun Rani adalah karyawannya dan lebih rendah darinya tetapi Kelvin tidak pernah menganggapnya begitu. Dia tetap menyamakan siapa saja dengan dirinya jika ada yang sedang mengajaknya berbicara.
"Begini Pak..."
"Duduk aja."
Rani pun duduk didepan Kelvin dan kembali berbicara.
Kelvin tentu saja terkejut dengan perkataan Rani, karena tidak ada angin tidak ada hujan Rani tiba-tiba saja ijin minta keluar kerja. Kelvin jadi berpikir apakah tidak nyaman bekerja dengannya atau gajinya yang kurang.
"Tapi kenapa Ran? Apa gajinya kurang?" tanya Kelvin.
"Ti-tidak Pak, bukan itu." jawab Rani dengan cepat, karena memang bukan masalah gaji tetapi karena memang dia yang segera disuruh untuk berhenti bekerja.
__ADS_1
"Terus?" tanya Kelvin.
"Karena.. Karena saya mau menikah Pak." jawab Rani lirih.
Tetapi pendengaran Kelvin masih cukup bagus sehingga dia masih bisa mendengar jelas perkataan Rani.
"Menikah? Sama siapa? Apa jangan-jangan kamu...?" tanya Kelvin curiga.
Tentu saja Kelvin merasa curiga karena dia tidak pernah melihat Rani dekat dengan seseorang dan tiba-tiba saja dia mengatakan bahwa akan menikah dan sangat mendadak, tentu saja Kelvin curiga mungkin saja bahwa Rani hamil diluar nikah.
"Nikah sama gue! Jangan-jangan apa? Hamil dulu? Gue gak kayak lu ya!" sewot Dito, yang saat itu menghampiri mereka berdua dan berdiri disamping Rani, kemudian tanpa menunggu ijin dari Rani dia memeluk Rani dari samping.
Dito yang saat itu ternyata ada didekat mereka tentu saja mendengar semua yang dikatakan oleh Kelvin dan Rani. Tetapi mereka tidak menyadari keberadaan Dito disana.
Kelvin dan Rani tentu saja kaget dengan kedatangan Dito yang tiba-tiba itu. Apalagi Dito yang menjawab semua pertanyaan Kelvin. Dan melihat perlakuan Dito kepada Rani membuat Kelvin percaya bahwa mereka memiliki hubungan.
Karena Kelvin cukup mengenal Dito dengan baik, jika dia tidak memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis maka dia pantang untuk menyentuh lawan jenis tersebut.
...****************...
__ADS_1
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏