Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 53


__ADS_3

Mobil Dito sudah berhenti di seberang cafe Kelvin. Dan sebelum Rani turun, Dito menahannya terlebih dahulu.


"Nanti pulang gue jemput jangan pulang sendiri, bahaya uda malam." ucap Dito.


"Biasanya juga pulang sendiri, jalan kaki malahan." gumam Rani, tetapi Dito masih bisa mendengarnya.


"Jangan ngeyel kalau dikasih tahu! Lu sekarang tanggung jawab gue." ucap Dito lagi.


"Hemm terserah Kakak aja. Rani kerja dulu Kak." jawab Rani kemudian akan segera keluar dari mobil Dito tetapi Dito menahan tangannya.


"Cium dulu." goda Dito sambil memajukan bibirnya.


"Apaan sih Kak, mesum terus deh." jawab Rani sambil melepaskan tangan Dito dan berhasil membuka pintu mobil Dito.


Dito hanya terkekeh. Kemudian mereka pun berpamitan dan Rani segera masuk ke dalam cafe dan memulai pekerjaannya sedangkan Dito kembali ke cafe miliknya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.


...----------------...

__ADS_1


Sedangkan disebuah rumah mewah, terlihat Sherin yang selalu uring-uringan. Hampir semua pegawai yang bekerja dirumahnya kena marah oleh Sherin, meskipun mereka tidak melakukan kesalahan apapun tetapi bagi Sherin mereka tetap salah.


Sherin hanya tinggal sendiri dirumah sebesar itu karena kedua orang tuanya baru saja meninggal akibat kecelakaan sehari setelah Sherin memutuskan pertunangannya dengan Dito.


Sherin yang terkenal manja menjadi semakin menjadi karena tidak ada lagi orang tua yang mengawasinya. Apalagi saat ini dia dikhianati oleh lelaki yang dia pilih dengan mengorbankan Dito.


"Arrgghhh...! Semuanya gak becus kerja!" seru Sherin marah dengan membanting vas bunga di meja didekatnya berdiri.


"Ini semua gara-gara Dito! Mood gue jadi jelek habis ketemu dia sama calon istrinya." geram Sherin sambil duduk di sofa.


Sherin terdiam sebentar, dia tidak bisa jika harus diam saja seperti ini. Lama-lama dia akan menjadi gila. Dan Sherin berpikir dia harus melakukan sesuatu.


Setelah kepergian majikannya, kedua asisten rumah tangga Sherin segera masuk ke dalam rumah dengan membawa peralatan kebersihan dan akan mereka gunakan untuk membersihkan pecahan vas bunga yang sudah dilempar Sherin.


"Suwe-suwe gendeng bekne juragane awake dewe iku. Sak mbendino kog isine gur ngamuk wae." ucap Siti seorang asisten rumah tangga dari kampung yang sengaja merantau ke ibukota.


(Lama-lama gila mungkin majikan kita itu. Setiap hari kog cuma marah terus).

__ADS_1


"Hus! Ojo ngomong sembarangan. Wes tow dijalani wae." jawab Nur, yang sama-sama berasal dari kampung.


(Diam! Jangan bicara sembarangan. Sudah lah kita jalani saja).


Tidak salah jika Siti berbicara seperti itu. Karena setiap hari dia bertemu dengan Sherin dan sudah lama bekerja bersama dengan Sherin. Jujur saja semua pegawai Sherin merasa kasihan karena setelah gagal bertunangan sehari setelah itu kedua orang tuanya meninggal. Dan bahkan sekarang Sherin dikhianati oleh pacarnya sendiri.


Akhirnya mereka pun melakukan apa yang menjadi tugas mereka.


...****************...


Wah mau kemana tu Sherin? 🤭


Maaf up nya dikit, karena lagi banyak kerjaan dan kurang istirahat 😔


Tapi tetap aku usahain buat up di jam yang sudah aku tentukan sendiri ⚘


Semoga semuanya sehat-sehat ya 🥰

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2