Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 34


__ADS_3

Petang pun berganti menuju malam, Dito bersiap akan pulang dan kali ini dia ingin pulang kerumah orang tuanya. Karena akhir-akhir ini dia memilih untuk pulang kesana.


Begitu melewati cafe milik Kelvin, Dito memperlambat laju mobilnya. Dengan sengaja Dito melihat kearah cafe yang saat itu akan tutup dan tentu saja Rani juga akan pulang, karena Dito tahu bahwa Rani masuk shift siang. Dito memang sengaja tidak mau mampir, karena tidak ada Kelvin disana dan dia bingung akan beralasan apa. Setahu semua karyawan Kelvin jika Dito ke cafenya pasti hanya ingin bertemu dengan Kelvin selebihnya tidak mungkin Dito mau datang jika tidak ada Kelvin.


Akhirnya Dito sampai juga ditempat parkir dekat gang masuk kost Rani. Dito sengaja berhenti dan parkir disana. Dan Dito memang sengaja ingin menunggu Rani meskipun hanya sekedar untuk melihatnya saja.


Dito merasa capek dan lelah, dia kemudian memposisikan jok mobilnya agar dia bisa sedikit berbaring.


"Baringan dulu aja lah sambil nunggu." gumam Dito.


Rani keluar dari cafe setelah berpamitan kepada semua temannya. Dan seperti biasa dia akan berjalan kaki untuk pulang ke kostnya.


"Laper nih, di kost uda gak ada makanan. Mampir beli nasi goreng dulu lah." gumam Rani ketika dia merasakan lapar dan melihat tukang nasi goreng dipinggir jalan yang biasa dia lewati.


"Nasi goreng 1 dibungkus pedes pake telor ya Bang." ucap Rani begitu sampai dan dia segera duduk dikursi plastik yang disediakan.


"Siap Neng." jawab abang tukang nasi goreng tersebut.


Kebetulan saat itu tidak ada pembeli jadi bisa langsung dibuatkan.


"Kog belinya cuma 1 Neng?" tanya si abang karena memang dia terkenal akrab ketika berjualan.


"Iya Bang kan cuma buat gue doank." jawab Rani sambil memainkan ponselnya.


"Lah, gak punya pacar gitu?" tanyanya lagi.


"Buat apa pacaran Bang cuma bikin sakit aja tar. Mendingan kalau uda cocok langsung nikah biar gak bikin dosa." jawab Rani asal.


"Amin. Abang doain Neng cepet nikah deh." ucapnya kembali.


"Lah kog gitu." gumam Rani heran.


Kenal juga kagak, malah langsung doain cepet nikah. Pasangan aja kagak punya, pikirnya.


Tidak perlu menunggu lama, pesanan Rani pun jadi. Setelah membayar Rani pun berpamitan dan melanjutkan perjalanannya yang tinggal sebentar lagi.

__ADS_1


Setelah hampir melewati gang kost nya, Rani melihat mobil mewah yang terparkir ditempat parkir dijalanan. Dan Rani cukup bisa hafal itu mobil siapa. Karena tidak hanya sekali Rani melihatnya, dan Rani sangat yakin bahwa dia mengenal pemilik mobil tersebut.


"Bukannya itu mobil Pak Dito? Trus ngapain parkir disitu?" gumamnya bermonolog.


"Apa jangan-jangan mau berbuat mesum sama pacarnya dipinggir jalan? Wah gak bisa dibiarkan ini!" lanjut Rani merasa gemas kalau memang benar Dito melakukan hal itu.


Dengan sedikit mempercepat langkah kakinya Rani menghampiri mobil tersebut kemudian dengan semangat empat lima dia mengetuk kaca mobil. Karena tidak terlihat dari luar apa yang dilakukan orang yang ada didalam, sehingga membuat Rani terus mengetuknya hingga dibuka.


Sedangkan didalam mobil ternyata Dito tertidur karena menunggu Rani yang menurutnya cukup lama itu.


"Siapa sih gedor-gedor kaca gak jelas gitu?" kesal Dito, karena dia terbangun gara-gara gedoran kaca mobilnya.


Dengan wajah yang khas bangun tidur dan rambut yang sedikit berantakan, karena Dito memposisikan jok mobilnya agar dia bisa berbaring dengan nyaman tetapi ternyata dia malah tertidur.


"Rani?" gumam Dito ketika melihat dari dalam mobilnya siapa yang telah menggedor kaca mobilnya.


Dito pun membuka kaca mobilnya belum sempat dia berbicara, orang yang baru saja menggedor-gedor kaca mobilnya pun terus nyerocos.


"Pak Dito ngapain disini? Sedang apa parkir malam-malam ditempat sepi begini? Pak Dito sama siapa? Pak Dito gak berbuat mesum kan disini?" tanya Rani dengan melongokkan kepalanya untuk melihat kedalam mobil Dito, siapa tahu Dito menyembunyikan seseorang didalam mobil.


Dito pun membuka pintu mobilnya dan membuat Rani sedikit bergeser. Sekarang mereka berdiri berhadapan dan Rani kembali mengajukan pertanyaan seperti tadi.


Dito pun segera menoyor kening Rani dan Rani mengaduh karena sedikit sakit.


"Sakit Pak!" kesal Rani.


Bukannya menjawab pertanyaannya tetapi Dito malah menoyor keningnya.


"Otak lu perlu dicuci! Emangnya lu pikir gue ngapain?" tanya Dito balik.


"Bukannya Pak Dito sedang berbuat mesum disini?" tanya Rani lagi, tetapi kali ini dengan nada lirih karena Rani tidak menemukan orang lain dimobil yang sama dengan Dito dan Rani baru menyadari bahwa Dito terlihat baru saja bangun tidur.


"Pak.. Pak.. Pak.. Emangnya gue bapak lu!" kesal Dito lagi.


"Trus Pak Dito ngapain disini?" tanya Rani.

__ADS_1


Tetapi Dito langsung menatapnya dengan tajam karena Dito tidak suka dengan panggilan yang diberikan Rani. Dan Rani pun tahu akan hal itu.


"Kak maksud gue." lanjut Rani sebelum Dito benar-benar marah kepadanya.


"Hmmm.. Gue kesini mau..." Dito bingung akan beralasan apa karena memang dia sengaja hanya menunggu Rani dan tidak mungkin dia jujur karena Dito merasa gengsi.


"Gue mau ambil baju yang kemarin lu laundry." akhirnya jawaban itu yang paling tepat yang ada dipikiran Dito saat ini.


Rani menepuk jidatnya sendiri karena dia benar-benar lupa dengan baju Dito. Dan Rani pun melihat jam dipergelangan tangannya dan sudah malam tentu saja tempat laundry Mbak Anita sudah tutup.


"Maaf Kak, bajunya masih di laundry belum Rani ambil dan ini sudah tutup. Tapi Rani janji besok Rani ambil soalnya besok jatah libur kerja." jawab Rani dengan menunjukkan dua jarinya kepada Dito sebagai tanda bahwa dia benar berjanji.


Dito pun melihat apa yang dibawa oleh Rani.


"Bawa apa itu?" tanya Dito.


"Ini nasi goreng Kak, laper soalnya." jawab Rani dengan menunjukkan bungkusannya.


"Ya uda buat gue aja, gue juga laper." ucap Dito yang akan meraih bungkusan tersebut.


Tetapi dengan sigap Rani segera menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.


"Ini kan punya Rani, kalau kakak mau ya beli aja sendiri." jawab Rani yang akan beranjak pergi tetapi segera ditahan oleh Dito.


"Kelamaan. Ya uda kita makan bareng aja. Ayo!" ajak Dito yang segera berjalan menuju gang kost Rani dan mendahului Rani.


Rani yang mendengar itu hanya bisa melongo, apalagi melihat Dito yang berjalan lebih dulu menuju kost nya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


Double up ni kak 🥰

__ADS_1


__ADS_2